
Keluarga kecil Dika tengah menikmati sarapan mereka pagi itu. Terlihat begitu adem karena pasangan suami istri itu sudah berbaikan setelah sempat sedikit memanas. Hari ini, Dinda libur sementara Dika masih banyak jam mengajar sampai sore nanti
"Bang,,"
"Iya sayang?"
"Boleh tidak hari ini Dinda pulang? Dinda kangen sama ibu" ucap Dinda pelan
"Boleh,, nanti abang anter ya" jawab Dika
"Dinda ajak fatih juga boleh?" tanya Dinda lagi
"Bolehh bundanya Fatih" jawab Dika dengan tersenyum
"Nginep?" tanya Dinda lagi
"Besok kamu kan kuliah, abang juga ngajar. mungkin di lain waktu kalau mau nginep. Gak papa ya?" jawab Dika
"Ya sudah gak papa, kan bisa di lain hari" jawab Dinda
Setelah selesai sarapan mereka pun bersiap-siap sebelum pergi. Setelah memastikan semuanya tidak ada yang tertinggal, Dika mengajak anak dan istrinya berangkat.
Beberapa menit perjalanan mereka pun sampai di depan rumah keluarga Dinda. Tepat di seberangnya sebuah warung sayuran yang dipenuhi oleh ibu ibu berbelanja sayuran pagi itu. Semua orang bahkan berbalik melihat sebuah mobil yang berhenti di depan rumah ibu Arini.
"Weh,, itu mobil bagus berhenti di depan rumah mba Arin. Mobil siapa itu?"
"Ntah,, saya juga tidak tau bu Ratna saya pulang dulu ya. Ini kangkungnya sama ikan nya nitip dulu" Ibu Arini buru buru meninggalkan kerumunan ibu ibu. Setelah kepergian ibu Arini, semua para tetangganya pun terlihat begitu kepo.
Kemudian Dika dan Dinda turun dari mobil, begitu juga dengan Fatih.
"Ibu" ucap Dinda
"Loh,, oalahh,,, ibu kira siapa tadi kok ada mobil berhenti didepan rumah" ucap ibu, Dinda, fatih dan Dika menyalami ibu Arini bergantian
"Ibu bagaimana kabarnya?" tanya dika
"Alhamdulillah sehat. Ayo kalian masuk kerumah" ucap Ibu mengajak mereka ke dalam
"Bu, maaf sebelumnya, Dika ada jadwal ngajar pagi, bukan maksud tidak mau mampir bu, tapi Dika takut terlambat" ucap Dika dengan sopan
"Ohh gitu, ya sudah gak papa..." ucap Ibu
"Sekali lagi saya minta maaf ya bu, salam untuk bapak. Nanti sore InsyaaAllah Dika akan mampir kerumah" ucap Dika
"Iya nanti ibu sampaikan" jawab Ibu
"Hati hati ya bang" ucap Dinda
"Iya,, abang pergi dulu ya,, Fatih, ayah berangkat ya. Jangan nakal" ucap Dika
"Iya ayah" jawab Fatih
__ADS_1
"Assalamualaikum" ucap Dika
"Wa'alaikumsalam" jawab Dinda dan ibu bersamaan
Kemudian Dika masuk kedalam mobilnya lagi dan pergi meninggalkan anak dan istrinya dirumah orang tuanya.
"Bukannya Dika cuma jualan mie ayam semenjak di keluarkan dari kampus?" tanya ibu
"Ceritanya panjang bu, nanti Dinda ceritakan semuanya sama ibu" jawab Dinda
"Ayo masuk,," ucap ibu Arin
"Fatihhh nenek kangen sama Fatih. Lama Fatih gak main kerumah nenek" ucap Ibu Arin
"Atih ikut Ayah ke kampus nek" jawab Fatih
"Fatih kamu ajak terus?" tanya Ibu
"Gak juga bu, kadang kalau sampai sore kami titip sama ibu mertua" Jawab Dinda
"Ibu mau loh di titip Fatih. Sepi banget disini. Kan kampusmu sama rumah ibu deket" Mereka sudah sampai di dalam rumah
"Nanti Dinda sampaikan ke Abang ya bu"
"Kok panggil abang sih ke suamimu? memangnya dia kakakmu?!" ucap ibu
"Hehe enakkan panggil abang bu, Abang ketemu besar hehe!" jawab Dinda
"Kamu itu ada ada aja" ucap Ibu ikut terkekeh
"Kamu itu yahh! malah godain ibu!" jawab Ibu gemas
"Fatih sudah makan?" tanya ibu
"Cudah nek" Jawab Fatih
Mereka pun larut dalam cerita bersama, namanya anak perempuan yang lebih dekat dengan ibu, tentu Dinda bertukar cerita kepada sang ibu. Namun tetap tidak menceritakan hal terjauh didalam rumah tangganya. Hanya hal baik baik saja yang di ceritakan.
**
Waktu sudah beranjak sore,,
Dika baru saja sampai dirumah keluarga Dinda. Saat dia turun, Dika membawa buah tangan untuk keluarga mertuanya
"Assalamualaikum" ucap Dika
"Wa'alaikumsalam,, abang,, masuk bang" Jawab Dinda saat melihat suaminya baru sampai. Kemudian Dinda mencium tangan Dika dan menyambut kedatangannya
"Bapak sama ibu mana?" tanya Dika
"Ada di dalam, lagi nemenin Fatih nonton film kesukaannya bang" Jawab Dinda yang kemudian mengajak Dika menuju keruangan tengah
__ADS_1
"Pak,, bu,," sapa Dika
"Eh Dika,, " Jawab pak Jaka. Dika menyalami kedua mertuanya dan menyerahkan buah tangan yang di bawanya.
"Bapak sehat?" tanya Dika
"Alhamdulillah sehat... kata Dinda kamu ngajar lagi?" tanya Bapak
"Iya pak, alhamdulillah saya kembali ngajar lagi. Bapak masih kerja di pabrik?" tanya Dika
"Iya, apalagi kakakmu juga baru masuk di pabrik itu jadi belum bisa di andalkan kalau harus bekerja sendiri untuk keluarga. Bapak masih sehat dan kuat untuk bekerja" jawab bapak
"Iya pak,, tapi bapak juga harus jaga kesehatan" sahut Dinda yang baru keluar dari dapur membawa minuman untuk suaminya
"Iya,, bapak pasti istirahat kalau capek" jawab Bapak
"Bang, kata ibu,, kalau kita di kampus, Fatih dititip disini saja. Ibu gak ada temen, kan bapak sama kak Irfan kerja di pabrik, pulangnya sore" ucap Dinda
"Nanti jadi ngerepoti ibu" jawab dika
"Enggak loh Dik, ibu malah seneng ada Fatih. Jadi ibu gak kesepian dirumah. lagian kan rumah ibu deket sama kampus Dinda" ucap ibu
"Kalau Dika sebenarnya tidak masalah bu, Dika hanya tidak enak kalau ibu sampai direpotkan" ucap Dika
"Ibu sudah kangen pengen ngemong anak anak" jawab Ibu
"Memangnya ibu belum tau kalau Dinda hamil?" tanya Dika
"Hamil?!" Bapak dan ibu jadi terkejut bersama
Dika tampak bingung, dia fikir kedua orang tua Dinda sudah tau jika Dinda saat ini sedang hamil
"Kamu hamil Din?" tanya Ibu
Yang di tanya tersenyum lebar dan mengangguk pelan
"Kok gak cerita sama ibu dan bapak?" tanya Ibu
"Hehe takut ibu marah. Kata ibu Dinda harus kuliah yang bener" jawab Dinda
"Ya Allah,, kok mikirnya ibu marah?! ibu seneng lah kalau kamu hamil! jadi nanti kalau sudah lahiran, ibu siap jadi baby sister nya hehehe" jawab ibu Arin
"Masih lama bu" jawab Dinda
"Hehe,,, iya gak papa, kan ibu daftar duluan biar gak keduluan mertuamu hehe" sambung ibu
"Hem,, si ibu belum tau saja yang sebenarnya" Dinda membatin saja sambil tersenyum
.
.
__ADS_1
.
.