Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Menerka Nerka


__ADS_3

Di hari berikut nya,,,,,


Rencananya Dinda dan Dika akan menemui Tasya pagi ini, setelah itu mereka akan menemui papa Angga di kantornya. Keduanya kini sudah bersiap berangkat, namun sepertinya Dinda terlihat tidak enak badan, wajahnya pucat dan terlihat kurang bertenaga,


"Kamu sakit? kalau sakit, kita urungkan saja ketemu dengan Tasya" ucap Dika dengan pelan saat menghampiri istrinya yang terduduk di kursi riasnya, Dika memasati setiap lekuk wajah istrinya yang sudah terlihat seperti pucat pasih.


"Dinda ngerasa lemes aja bang, padahal kita sudah sarapan dan dinda sudah minum vitamin yang abang belikan" Ucap Dinda terdengar lesu


"Ya sudah, kita ke dokter dulu saja pagi ini, setelah itu kita ke kantor Tasya dan siang nya kita temui pak Dermawan, bapaknya Angga, bagaimana?" ucap Dika


"Iya boleh bang,, Bisa jadi Dinda kecapekan juga, karena di gempurin abang tiap malam" seloroh Dinda


"Eh! jadi abang nih yang salah?! tapi bukannya istri abang yang minta tiap malam?!" Kekeh Dika dengan menjawil dagu istrinya


"Apa iya ya bang? Dinda lupa!" Jawab Dinda yang merasa heran dengan dirinya sendiri. Selain dirinya jadi agresif, cepat lelah dan sekarang ini cepat sekali jadi pelupa. Dulu dia tidak begitu,,,


Deg!


Dinda terdiam saat baru teringat jika dirinya belum juga datang bulan!


"Ayo sayang, nanti kita kesiangan " ajakan Dika membuyarkan lamunan Dinda


Dinda menurut saja lalu mengikuti langkah kaki suaminya keluar dari kamar. Setelah itu keduanya berpamitan kepada Fatih yang terpaksa dititipkan pada Daru dan Santo. Dika tidak ingin Fatih melihat sesuatu yang tidak pantas di tonton anak seusianya nanti.


"Ayah dan bunda berangkat ya Fatih" ucap Dika


"Iya" Jawab Fatih

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Dinda melambaikan tangan pada putranya


"Wa'alaikumsalam" jawab Fatih


Kemudian Dika menjalankan motor vespanya menuju ke klinik terlebih dulu. Dia takut istrinya kenapa napa, sementara Dinda tampak berfikir sendiri dan menerka nerka


"Apa aku hamil?" batin Dinda


Lagi lagi Dinda mengingat kalender datang bulannya dengan mengingat terakhir kali pada bulan lalu


"Ini,,, sudah telat 1 minggu,, jangan jangan,,,,"


"Ayo turun,," ucap Dika saat mereka sampai di depan klinik Doa bunda


"Ah iya bang, sebentar" Dinda turun dan melepas helmnya. Setelah itu keduanya menuju ke meja administrasi dan mendaftarkan Dinda untuk di periksa


"Keluhannya apa bu?"


"Apa ada mual di pagi hari?"


"Tidak" jawab Dinda


"Kapan terakhir datang bulan?"


"Sebulan lebih satu minggu yang lalu, saya rasa,,, sepertinya saya hamil,,," Jawab Dinda


"Sudah di tes menggunakan testpack?"

__ADS_1


"Belum, tadi baru ingat kalau lewat dari tanggal seharusnya datang bulan" Jawab Dinda


"Baik, kita langsung ke dokter obgyn ya bu, untuk memastikan" Dinda mengangguk, lalu mereka melakukan tensi darah Dinda dan setelah itu menimbang berat badan.


Setelah semuanya selesai, Dinda kembali menghampiri di bangku tunggu bersama Dika


"Tinggal menunggu di panggil dokter" ucap Dinda


"Duduklah dulu" jawab Dika


"Nyonya Dinda Asmarani" panggil suster


"Iya sus,, ayo bang" Ucap Dinda


Dika ikut saja tanpa melihat keduanya masuk ke ruangan dokter obgyn. Kemudian Dokter menyapa keduanya dengan ramah dan mempersilahkan mereka duduk.


"Ada yang bisa dibantu pak? bu?" tanya Dokter sambil melihat catatan dari bagian administrasi


" Begini dok, hari belakangan ini saya sering merasa lelah, lemas, padahal sudah minum Vitamin" ucap Dinda


"Hem,, begitu,, terakhir datang bulan sebulan lalu yah, telat satu minggu. Sudah pernah cek kehamilan sendiri?" tanya dokter


"Istri saya hamil dok?" tanya Dika


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2