
****Disarankan dibaca setelah berbuka***
"Jadi abang dan mba sekar punya hubungan?!" Dinda bertanya meminta jawaban yang tegas dari Dika. Namun bukannya menjawab, Dika malah semakin mengeratkan dekapannya dan menjatuhkan wajahnya didalam ceruk leher istrinya,
"Abanggg! jawab dong!" Dinda sebal pada Dika karena Dika malah mengecup, eh bukan tapi malah membuat tanda cinta di kulit kuning langsat itu. Dinda mencoba mendorong Dika namun apa bisa tenaga yang tidak seberapa itu di bandingkan Dika?.
"Apa yang ingin kamu dengar sayang?! abang dan Sekar cuma temen!"
Cup!
Kecupan manis mendarat pada bibir yang mengkerucut karena cemberut
"Beneran?!" tanya dinda lagi
"Haha,, iya beneran. Abang, Edo, dan Sekar itu temen sekelas, kami sering ngerjain tugas bareng, ke kantin bareng. Secara kami bertiga itu budget kuliahnya pas pasan, ya meski abang sebenernya tinggal minta papa, cuma abang lebih seneng mandiri aja. Abang lebih dulu merintis usaha mie ayam sejak abang masih kuliah. Abang pake uang tabungan abang dan uang itu abang puter puter untuk kebutuhan abang sendiri. Kalau Edo kuliah dengan beasiswa full karena ekonomi keluarganya gak mendukung, sementara Sekar itu anak pemilik empang, bapaknya waktu itu masih punya 1 empang, tapi sekarang sudah punya 7 dan dia kan yang ngurus empang empang bapaknya. Kami dulu sering main di empang bapaknya sekar. Tapi sejak abang lanjut kuliah S2 di luar kota, kami sudah jarang komunikasi. Abang terlalu sibuk mengejar kuliah abang Karena abang harus lulus tepat waktu, jika tidak beasiswa S2 abang dicabut" jawab Dika panjang lebar
"Terus pas masih S2 berarti abang masih sama mba sierra?" tanya Dinda
"Iya, itu juga alasan abang untuk segera lulus dan menikahi sierra" Jawab Dika
"Udah lega?" tanya Dika saat tatapannya semakin lekad
Dinda mengangguk dan dua sudut bibirnya terangkat ke atas.
__ADS_1
"Iya,, udah lega karena udah di jelasin semua" Jawab Dinda
"Dara,,, main yukk,,," Dika bergerak gerak menggoda dara di bawah sana.
Dinda terperajat saat merasakan sesuatu yang besar dan keras menggelitik rumah Dara
" Abang,, besok Dinda kuliah lohh, nanti kesiangan lagiii" Dinda sedang merayu untuk sedikit meminta kelonggaran pada Suaminya yang sudah bermode mesum
"Besok kan masuk jam 10, besok abang deh yang buat sarapan,,," Kekeh Dika
"Abang kok tau??" tanya Dinda yang sudah meremang saat tangan besar itu sudah menekan nekan, ******* ***** dua benda besar dan kenyal kesukaannya
"Abang punya salinan jadwal kuliahmu" Bisik Dika dengan begitu menggoda
Bisa kabur?!
Oh, tidak bisa!
Dika sudah menyatu dengan si ranum dan melesak masuk kedalam, gerakannya begitu cepat, dan dalam. Selangkah demi selangkah Dinda mundur hingga keduanya terjatuh bersama diatas tempat tidur tanpa saling melepas.
Pertempuran kembali terjadi dengan diiringi derasnya hujan turun malam itu. Lagi lagi Dika berhasil membuat Dinda tan berhenti menyebutkan namanya dalam setiap pelepasannya,,,๐๐
**
__ADS_1
Pagi menjelang,,,,
Fatih yang berada di rumah eyaangnya kini tengah bermain main di halaman rumah bersama eyang kakung. Tak lama eyang putri keluar dengan membawa sarapan untuk Fatih.
"Fatih,, ayo makan dulu"
"Iyah" Jawab Fatih
Fatih mendekat dan menerima suapan dari eyangnya.
Terdengar suara motor memasuki halaman rumah sepagi itu. Terlihat seorang wanita dengan membawa box di samping kanan dan kiri motornya. Lalu pengendara motor itu berhenti di dekat mereka
"Selamat pagi pak, bu,, saya mau anter ikan gurame"
.
.
.
.
Tukang ikan dateng๐คฃ Dimas kemana ya?!
__ADS_1