Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Keencan Yuk?


__ADS_3

Dika sudah berpakaian rapi, wangi dan menawan seperti biasa, semua perlengkapan untuk di bawa ke kampus juga sudah siap. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, dika pun keluar dari kamar dan betapa terkejutnya dika saat Dinda tiba-tiba muncul di hadapannya


"Astagfirullah!" Ucap Dika kaget


"Ya ampun bang,,,, bikin kaget aja" ucap Dinda


"Kamu yang bikin kaget abang, tiba-tiba muncul" jawab Dika


"Ohh jadi Dinda yang bikin kaget? baru juga mau di ketuk pintu kamarnya tadi" jawab Dinda


"Ada apa,,,?" tanya Dika


"Ini loh, ada undangan dari pak RT, katanya malam nanti ada rapat bulanan komplek" ucap Dinda dengan menyodorkan undangan kepada Dika


"Oohh,, rapat bulanan, kok abang gak denger ya pak rt dateng?" tanya Dika melihat isi undangan


"Tadi pas dinda nyapu di depan teras, pak RT kasihkan itu. Eh iya, abang mau kemana sih? rapi bener? wangi lagi? hmm mau kencan yaaa???" tanya Dinda meledek Dika


Dika terkekeh saat mendengar guyonan Dinda saat itu


"Kencan?!"


"Iya kencan sama cewek" jawab Dinda

__ADS_1


"Kalau abang kencan sama cewek lain, yakin kamu gak cemburu?!" tanya Dika balik menyerang dinda


"Ha,, ha,, cemburu?" Dinda tersenyum hambar


"kayaknya enggak deh" jawab Dinda dengan santai tapi ketar ketir juga. Mulut dan hatinya ternyata gak sinkron.


"Beneran gak cemburu?!" tanya Dika lagi sambil menggoda Dinda


"Iihh abanggg,,, godain Dinda terus!" sungut Dinda sebal sendiri, tapi Dika malah tersenyum


"Enggak,,, enggak,,, abang gak kencan sama cewek lain kok. Cuma ada kerjaan sedikit diluar. Lagian kalau disuruh milih, abang lebih suka kencan sama,,, bundanya fatih daripada yang lain" jawab Dika dengan mencondongkan badannya kearah Dinda, Dinda dibuat salting dengan kata dan tindakan dika saat itu


"Eh itu,, anu,,, dinda mau ke dapur dulu" ucap Dinda yang akan kabur saja dari hadapan Dika.


"Nanti malam, kita kencan yuk?" ucap Dika saat menatap Dinda dengan tatapan sulit diartikan oleh dinda


"K.e.n.c.a.n?" jawab Dinda terbata


"Iya,, kencan" jawab Dika semakin mendekatkan wajahnya karena melihat dinda begitu menarik perhatiannya


"Gimana?" tanya Dika yang sudah sangat dekat dengan target utama. Bahkan hembusan nafas hangat sudah menerpa wajah Dinda saat ini


"Ah,,, nanti malam kan abang ada rapat dengan pak RT" jawab Dinda yang kemudian mendorong Dika menjauh tapi dika menahan kedua tangan dinda di depan dadanya

__ADS_1


"Gak papa, bolos sekali. Nanti tinggal tanya pak RT apa hasilnya" jawab Dinda


"Bang,,, abang kan tadi bilang ada kerjaan, nanti terlambat loh,," ucap Dinda mengingatkan. Padahal Dinda tidak ingin Dika sampai tau jika jantungnya sudah akan meledak saja berdekatan dengan Dika. Lalu Dika melirik ke jam di tangannya, benar saja Dika sudah hampir terlambat mengajar karena terlalu lama ngobrol bersama Dinda.


"Ya sudah abang pergi dulu ya,," ucap Dika melepas tangan Dinda dan sementara dinda bisa bernafas lega.


"Assalamualaikum" ucap Dika dengan tersenyum saat melihat wajah istrinya yang sedari tadi terus merona


"Wa'alaikumsalam" Jawab Dinda


Deg!


Dinda mematung saat satu kecupan manis mendarat bebas di pipi kirinya. Buru-buru Dika pergi keluar sebelum Dinda kembali sadar. Sesadarnya Dinda saat mendengar suara vespa dika sudah berbunyi.


"Abanggg,,," ucap dinda tersenyum sendiri sambil memegang pipi kirinya.


.


.


.


.

__ADS_1


To be Continue🤭


__ADS_2