
Dinda yang sudah keluar dari musholah kampus, akan bersiap untuk pulang. Lalu Dinda duduk di pinggiran musholah sambil memakai sepatunya.
"Kok abang belum nelfon ya?" Dinda melihat ponselnya tidak ada pesan ataupun panggilan dari Dika.
"Dinda"
Dinda kaget dan langsung mendongak ke atas,
"Dimas?! mau apa lagi sih nemuin aku?!" cetus Dinda yang kemudian berdiri dan akan pergi namun di cegah oleh Dimas
"Ikut aku din, aku ingin bicara sama kamu!" ucap Dimas
"Bicara apa lagi?! kita sudah selesai!" Dinda yang tidak mau ada keributan di kampus segera pergi namun Dimas terus mengikuti Dinda yang meninggalkan musholah
"Dinda,, tunggu din! aku ingin bicara sama kamu!" Dimas memegang tangan Dinda dan membuat Dinda berhenti
"Lepasin! kamu gak ada capeknya yah ngejarin aku terus! apa kurang jelas kalau aku udah gak cinta sama kamu Dim?! buka mata kamu! " Dinda menarik tangannya namun tidak bisa lepas dari cengkraman Dimas
"Kamu pikir aku percaya gitu aja?! Abang ku cuma kamu anggap sebagai pelarian dari aku. Itu bukan cinta din! harusnya kamu sadar! ayo ikut aku" jawab Dimas dengan penuh penekanan lalu menarik tangan Dinda lagi
"Dinda!"
Dinda kaget saat satu tangannya lagi di pegang seseorang. Bukan hanya Dinda saja yang kaget, tapi Dimas juga. Keduanya menoleh dan ternyata Angga yang menahannya. Kini Dinda tengah di perebutkan oleh dua pria yang sama sama berasal dari masa lalunya.
"Lepasin tangan Dinda!" Sarkas Dimas tidak terima Angga menahan Dinda
__ADS_1
"Kamu yang harusnya lepasin tangan dia! apa apaan maksa cewek gitu! gak malu kamu?!" Sarkas Angga
"Kamu gak ada hak untuk ikut campur urusan kami!! lepasin tangan Dinda!!" jawab Dimas
"Kamu saja yang lepaskan! Dasar playboy cap kadal!" sungut Angga
"Lepasinnn!!" Dinda kesal lalu menyentak kuat kedua datangannya hingga cengkraman Angga dan Dimas terlepas begitu saja
"Kalau kalian berdua mau ribut, sama ribut saja di lapangan bola! gelut sana!" Sarkas Dinda
"Memangnya aku barang apa?! diperebutkan kayak gitu!" Sarkas Dinda yang kemudian memilih pergi meninggalkan Dimas dan Angga
"Dinda Tunggu!" ucap Dimas akan menyusul Dinda namun di cegah oleh Angga
Dimas menyentak tangannya dan menatap Angga dengan tajam
"Dia calon istriku!" Jawab Dimas yang kemudian berlari menyusul Dinda
"Calon istri?! bukannya Dinda sudah menjadi istri Pak Dika?! Ck! ternyata banyak sekali yang menyukai Dinda! dan aku masih tidak menyangka jika Dinda sudah menikah dengan pak Dika!" ucap Angga
Karena di kejar Dimas, Dinda pun berlari kencang dan mencari tempat persembunyian, berharap Dimas tidak menemukannya saat itu.
Dinda bersembunyi di tiang gerbang kampus yang cukup besar, Dia duduk sambil memeluk tas dan bukunya. Nafas Dinda ngos ngosan setelah cukup jauh dia berlari menghindari Dimas. Sementara Dimas seperti kehilangan jejak Dinda, Dia melihat kesana kemari namun tidak menemukan Dinda. Dimas kesal lalu pergi ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
Saat merasa sudah aman, Dinda keluar dari tempat persembunyiannya dan menaiki angkot yang pada saat itu lewat. Tak lama Dinda melihat mobil Dimas mendekat, namun hanya sekilas untuk menyalip mobil angkot itu dan berjalan terus kedepan, Dinda pun merasa lega sekarang.
__ADS_1
"Apa sih mau dia!" Batin Dinda
Lalu Dinda mengambil ponsel dan menghubungi Dika, namun Dika tidak menjawab panggilan telfonnya dan Dinda mengirimkan pesan kepada Dika, dia mengatakan jika Dinda sudah pulang lebih dulu.
Beberapa menit kemudian Dinda sampai di depan jalan menuju ke komplek rumah Dika, Dia berjalan beberapa meter dan sampailah dia dirumah Dika. Dinda membuka pintu dengan kunci serep, setelah masuk kedalam rumah dan membersihkan dirinya. Dinda merasa lelah dan berkeringat setelah kabur dari kejaran Dimas.
Dinda mengguyur dirinya di bawah pancuran shower dengan terus berfikir bagaimana bisa lepas dari kejaran Dimas.
Sementara itu Dika dan Fatih, baru sampai di kampus. Dika telat menjemput karena ban motornya bocor. Saat akan menelfon Dinda, Dika membuka pesan yang di kirimkan Dinda
Dindaku
Assalamualaikum Bang, Dinda udah pulang duluan bang. Dinda tadi nelfon tapi abang gak angkat. Dinda tunggu dirumah ya :)
Setelah membaca pesan Dinda, Dika pun kembali menjalankan motor nya pulang ke rumah.
.
.
.
.
Goyangin dikit song jari nya, like like like🤠komen jugaaaaaaa
__ADS_1