
Pagi pagi, Dika sudah sampai di rumah keluarganya karena Fatih kangen sang kakek, jadi dia meminta ayahnya untuk mengantarkan bocah tampan itu kerumah keluarga Dirdja. Namun sampai di sana, Dika melihat rumah itu sepi dan hanya ada pekerja yang tengah sibuk dengan pekerjaan mereka.
"Bik, Papa dan mama kemana? rumah kok sepi" tanya Dika saat dia disambut oleh Bik Darmi
"Tadi tuan besar dan Nyonya besar keluar pagi pagi sekali den, sepertinya mencari den Dimas. Dari kemarin Nyonya besar terlihat emosian, maaf ya den"
"Mencari Dimas? memangnya ada masalah apa bik?" Tanya Dika
"Saya kurang tau, tapi kemarin ibu kedatangan tamu. Sempat mendengar sedikit, dia mengatakan soal Den Dimas dan Non Sekar" jawabnya
"Siapa tamu itu? ada apa sebenarnya?" Batin Dika
"Ya sudah kalau begitu,, saya nitip Fatih ya, dia kangen sama papa, biar saya susul papa dan mama" ucap Dika
"Baik,,,"
Kemudian Dika pamit pada Fatih, dan sebelum pulang, Dika menghubungi Dinda karena dia akan kembali kerumah sedikit telat. Dika ingin tau, sebenarnya ada masalah apa yang terjadi di keluarganya.
Setelah itu, Dika langsung menuju ke empang Sekar
Sementara itu,,
Dimas tengah membantu menimbang ikan ikan yang di beli oleh pelanggan empang nya Sekar, sedang Sekar berbagi tugas, sekarang dia hanya di suruh Dimas untuk mengawasi pekerja serta melakukan pembukuan saja, dan tugas yang lainnya akan di handle Dimas, mengingat dia tidak lagi bekerja di kantor. Selepas subuh, Dimas dan Sekar sudah disibukkan dengan menyiapkan pesanan para pelanggannya.
Saat sedang sibuk sibuknya, mobil papa Dimas baru saja memasuki area empang itu dan tanpa menunggu lama, Mama Dimas keluar dari mobil dan akan langsung menemui putranya.
"Ma,, mama jangan buat ribut! malu disini banyak orang!" papa Dirdja mengingatkan mamanya Dimas
"Mama tau itu!" mama Dimas terlihat sangat emosi saat melihat dari sedikit kejauhan, Dimas tengah menimbang ikan bersama orang banyak.
"Dimas!" Suara tegas ibu Nadira langsung membuat semua orang yang ada di tempat itu menoleh ke sumber suara,
__ADS_1
"Mama? papa?" Dimas di buat kaget dengan kedatangan kedua orang tuanya. Sekar pun yang sedang melakukan pembukuan juga di buat kaget karena kedatangan kedua mertuanya. Lalu Dimas mengalihkan tugasnya pada pegawai disana, dan dia berjalan menghampiri kedua orang tuanya. Sekar tidak diam saja, dia pun beranjak dan hendak menghampiri papa dan mama Dimas.
"Ada apa papa dan mama kemari?" tanya Dimas
Plaaakkkkkkkkk
Tamparan keras langsung di layangkan mama Nadira pada Dimas dan membuat Dimas juga Sekar kaget.
"Ma, kenapa mama menampar ku?!" Tanya Dimas merasa tidak terima
Plaaakkkkkkkkkk
Sekali lagi, mama Nadira memberikan tamparan yang sama sekali tidak di hidari oleh Dimas.
"Kamu Mampang pantas di tampar Dimas! kamu memang pantas!!!" Sarkas mama
"Apa ma? kenapa?! apa salahku?!" tanya Dimas
Deg!
Jantung Sekar serasa di remas remas mendengar amukan mama Nadira. Ucapannya terdengar begitu pedas, seolah semua salah sekar. Sekar pembawa sial untuk Dimas. Matanya sudah memanas, dadanya terasa begitu sesak
" Dimas sudah katakan ma, Dimas cinta Sekar! dan semua ini terjadi bukan karena Sekar,," jawab Dimas
"Kalau bukan karena Sekar lalu karena siapa?!" Sahut mama
"Kamu itu pasti di pelet sama dia! iya kan?! Ngaku kamu!! Dimas gak akan tergila gila sama kamu, kalau kamu gak pake pelet!! dasar wanita licik!!" Teriak mama Nadira memarahi Sekar
Bibir Sekar bergetar, Air matanya pun sudah terjun bebas tak terbendung sana sekali
"Mama Cukup!"
__ADS_1
Semua orang terdiam saat mendengar suara tegas itu, kemudian Dika melangkah lebar dan menghampiri mereka semua.
"Kenapa kau ikut campur?!" Hardik mama pada Dika
"Karena mama sudah keterlaluan!" Jawab Dika tak kalah tinggi melebihi mama Nadira
"Apa mama tidak malu?!, disini sedang banyak orang, mama berteriak sambil marah marah, apa tidak bisa masalah seperti ini di selesaikan di rumah?!" Ucap Dika tanpa sedikitpun menurunkan nada bicaranya
Mama Nadira terlihat tambah kesal, tatapan tajamnya pun di layangkan pada Dika, namun Dika sama sekali tidak takut. Kemudian Mama menghentakkan kaki di tanah dan langsung pergi menuju ke mobil mereka.
"Papa sudah bilang, tapi mama tidak mau dengar" ucap papa pada Dika dan Dimas
"Semuanya pulang kerumah!" ucap Dika dengan tegas.
Lalu papa masuk kedalam mobil, Dika menaiki motor vespanya sedang Dimas mengambil motor Sekar dan mengajak Sekar pulang kerumah keluarga Dirdja. Dika tidak jadi pulang kerumah karena dia akan kembali ke rumah keluarganya. Sedang Dimas dan sekar terlihat tegang dengan pikiran mereka masing masing. Keduanya masih saling diam sejak tadi, Namun saat sudah akan sampai, Dimas membuka suara
"Bu Sekar,,"
"Iya pak Dimas?"
"Ingat ya bu, apapun yang akan terjadi nanti di rumah, bapak akan tetap sama sama ibu dan ibu harus janji untuk tetap sama bapak Dimas" Ucap Dimas
"Iya pak" Jawab Sekar
Rasanya sudah seperti akan perang dunia ke tiga saja.
.
.
.
__ADS_1