Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Ada yang manis tapi bukan gula


__ADS_3

Dinda terdiam dan mencerna ucapan Zara dan juga Angga saat itu.


"Maksud kalian semua ini ada hubungannya dengan Dimas?" tanya Dinda


"Iya" Jawab Angga


"Ada apa dengan Dimas?" Dika nimbrung dan menyuguhkan dua porsi mie ayam untuk Zara dan Angga. Semua terdiam namun sebentar kemudian Angga angkat bicara


"Ini soal isu di kampus pak. Sehari sebelum isu ini mencuat, anak pak Sekda datang ke kampus menemui pak Dekan. Aku rasa isu itu ada hubungannya dengan anak pak sekda itu. Tasya yang kata Dinda sempat di jodohkan sama adik bapak. Apa perjodohannya berlanjut?" tanya Angga


"Aku tidak tau, karena Dimas tidak pernah cerita dan juga keluarga kami juga tidak membahas lagi" jawab Dika ikut duduk bersama mereka


"Wah! kayaknya si mbak tasya itu mengkait- kaitkan kamu din. Dia pengen jatuhin kamu, bisa saja karena adiknya pak Dika menolak mba Tasya kan? Bisa saja dia gak suka gitu sama mba Tasya" Sambung Zara


"Kita tidak bisa asal menuduh begitu, kita harus tau kebenarannya langsung, apa benar Tasya di balik semua ini" jawab Dinda


"Maka dari itu, kita harus cari tau!" Jawab Zara


" Bapak akan bicara sama Dimas untuk memperjelas hubungannya dengan Tasya" ucap Dika


"Aku,,, sudah meminta papaku untuk membantumu mendapatkan beasiswa mu lagi Din, dan juga mengembalikan Pekerjaan pak Dika sebagai dosen di kampus kita . Tapi nanti setelah Papa ku pulang dari Aceh, Dia ingin bertemu denganmu. Apa kamu mau?" tanya Angga


"Bertemu?" jawab Dinda


"Iya, papaku bilang begitu" jawab Angga


"Untuk apa bertemu dengan papamu?" tanya Dika


"Saya juga tidak tau pak, papa saya hanya mengatakan itu. 2 hari lagi papa saya pulang, dan kalau bapak dan Dinda bersedia bertemu, saya akan mengatakan pada papa saya" ucap Angga


"Selesaikan dulu persoalan ini, karena kita harus bersihkan nama kampus dan juga Dinda dan saya" ucap Dika


"Ya saya setuju" jawab Angga


"Jadi gimana caranya bang? supaya Tasya mengakui perbuatannya?" tanya Dinda

__ADS_1


"Pertama abang akan pastikan dulu hubungan Dimas dan Tasya, setelah itu baru urusan dia" Jawab Dika


"Terima kasih ya Zara, Angga, karena kalian berdua sudah mau membantu kami" ucap Dika dengan tulus


"Iya pak sama-sama" Jawab Angga


"Pak, ini mie ayamnya boleh di makan gak? saya laper pak, tadi belum makan siang sudah di tarik kesini sama kak angga" Zara tersenyum malu setelah mengatakan itu


"Iya boleh, makan saja, tidak usah bayar" jawab Dika


"Terima Kasih pak" Jawab Zara yang langsung menikmati mie ayam nya begitu juga dengan Angga


Sementara Dinda dan Dika beranjak dari tempat duduk karena harus kembali melayani pembeli mie ayamnya.


"Alhamdulillah ya bang, ada orang baik yang membantu kita" ucap Dinda dengan penuh rasa syukur.


"Iya, Hanya abang masih belum mengerti kenapa tasya melakukan itu jika memang benar dia pelakunya. Ada dendam apa kita dengannya?" ucap Dika sambil membuatkan pesanan mie ayam


"Ntahlah, Dinda juga tidak tau bang" Jawab Dinda juga merasa bingung.


Setelah selesai makan, Zara dan Angga pamit pulang.


"Iya, abang benar. Sejak pertama kali mereka bertemu di ospek kampus" Jawab Dinda


"Kalau kamu, sejak kapan cinta sama abang?"


Keduanya mengulum senyum sambil masih terus bekerja sama menyiapkan pesanan pembelinya.


"Ada yang manis tapi bukan gula" ucap Dika dengan senyum menggoda istrinya


"Apa itu bang?!" tanya Dinda


"Senyummu" jawab Dika dan wajah Dinda langsung bersemu merah. Malu malu tapi mau, senang di gombali suaminya.


"Abang bisa aja" kekeh Dinda

__ADS_1


Keduanya pun saling melempar senyuman.


**


Di tempat lain mama Nadira mengomeli pegawainya karena beberapa hari pasokan ikan gurame segar tiba tiba di hentikan. Padahal permintaan ikan gurame di salah satu rumah makan milik keluarga pak Dirdja sedang meningkat drastis.


"Gimana sih?! kok bisa kacau begini?! memangnya pemasok lama kemana?!" tanya nya pada kepala di restoran itu


"Ibu Sekar menghentikan suplai ikan itu bu" jawabnya


"Cari di tempat lain! memangnya hanya di tempat itu yang menjual ikan?!"


"Maaf bu, kami sudah mencoba mencari di tempat lain, tapi ikan gurame yang memiliki kualitas bagus hanya di tempat ibu Sekar. Saya takut jika kita mengganti pemasok ikan, pelanggan kita akan kompline.


"Sebenarnya,, beberapa hari lalu, telah terjadi pertengkaran antara ibu sekar dan Mas Dimas di tempat ini"


"Apa??"


"Iya bu, saya sedikit mendengar, Mas Dimas bicara jika dia tidak akan mengambil pasokan ikan gurame dari ibu sekar lagi"


"Hah?!


Mama Nadira kembali teringat beberapa waktu lalu juga ada laporan dari ART di rumahnya jika Dimas terlibat pertengkaran dengan Sekar.


"Sebenarnya, ada masalah apa mereka?!" batin nya


.


.


.


.


.

__ADS_1


Sejak kapan ya bang?


Abang dika pengennya dinda jawab gimana?😃🤣


__ADS_2