Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Pesan Cinta


__ADS_3

"Enak saja! Aku yang membuatnya setiap malam! mana rela abang , kamu jadi ayahnya!" Cetus Dika


"Abang?!" Dimas dan Dinda menoleh bersama saat mendengar suara ketus Dika


"Abang,,, " Dinda langsung menghampiri Dika dan akan menjelaskan duduk perkara kedatangan Dimas, Namun sepertinya Dika tidak akan semudah itu untuk percaya. Kemudian Dimas berdiri dan menatap abangnya


"Iya bang,, iya,, itu anak abang! jangan serius banget gitu! Dimas kesini hanya untuk meminta maaf sama Dinda,, bukan untuk mengambilnya dari abang!" ucap Dimas


"Kamu sudah maafkan dia sayang?" tanya Dika pada Dinda


Dinda menatap Dika dan Dimas bergantian,


"Dinda,, sudah melupakan bang. Bisakah kita tidak membahasnya lagi?" ucap Dinda


"Kamu dengar sendiri kan! Dinda sudah melupakan kamu, jadi sekarang mending kamu pulang!" ucap Dika


"Bang Dika sensi banget sih! Lagi dapet bang?!" Ledek Dimas sengaja membuat Dika cemburu. Dimas sangat tau Dika itu sangat pencemburu jika sudah menyukai seorang gadis, tak jauh beda dengan dirinya


"Mending kamu pulang!" ucap Dika


"Iya iya,, aku pulang!!! Dimas sudah nyerah! Dimas gak akan ngejer Dinda lagi. Dimas sudah sadar, abang dan Dinda saling cinta dan aku sudah terlupakan. Aku sudah bisa menerima itu, dan mulai sekarang kalian bisa hidup bersama dengan bahagia, aku tidak akan mengganggu lagi" Ucap Dimas


"Bagus kalau memang kamu sudah sadar! abang harap kamu pegang ucapan mu itu!" Jawab Dika


"Iya, Dimas balik bang, Dinda" ucap Dimas


"Tunggu!" Sahut Dika dengan cepat


"Ada apa lagi bang?" tanya Dimas


"Dinda adalah istri abang, jadi abang minta jangan panggil dia nama saja! panggil mbak karena dia itu kakak ipar mu bukan temanmu lagi!" ucap Dika


"Heh?! harus ya bang? kelu banget Dimas di suruh panggil gitu! kan Dimas sudah terbiasa panggil,,,,," ucapan Dimas menggantung


"Tidak ada bantahan!" potong Dika dengan cepat.

__ADS_1


"Hem! ya ,, ya,, aku akan panggil begitu mulai hari ini. Mbak,, Dinda!" ucap Dimas menatap Dinda yang diam saja sejak tadi.


Sejak Kedatangan Dimas sore itu, Dimas benar benar menepati janjinya untuk tidak lagi mengharapkan Dinda. Dia sudah merelakan Dinda bersama abangnya untuk bahagia dan dia bertekad untuk move on dan mencari cinta yang baru. Tidak dengan Tasya namun Dimas sedikit terusik dengan kehadiran Sekar yang hari hari belakangan ini selalu mengganggu pikirannya. Dimas di buat penasaran dengan kehidupan sederhana gadis yang usianya 3 tahun lebih tua dari dirinya. Namun rasanya Dimas ingin lebih tau tentang Sekar meski gadis itu sangat garang kepadanya.


**


Di kampus Kedokteran,,


Perkuliahan baru saja selesai, Dinda dan Zara sudah bersiap untuk keluar ruangan bersama yang lainnya. Rencananya mereka berdua akan ke perpustakaan setelah ini.


"Kak,,Dinda" Panggil Zara memperhatikan penampilan Dinda


"Apa?" Jawab Dinda


"Zara perhatiin kak Dinda sekarang agak gendutan deh,, kak Dinda lagi hamil ya?" tanya Zara


"Sssttt,, kok kamu tau?!" Dinda berbisik penuh penekanan kepada Zara


"Udah gak papa juga kali!, Kayak Ayuk ipar ku, dia juga lagi hamil dan sekarang terlihat gendutan" jawab Zara dengan polosnya


"Heheh,,, seneng deh, bentar lagi dapet ponakan, selamat ya kakkkkk" Kekeh Dinda memeluk bahu Dinda


"Makasih" jawab Dinda dengan tersenyum


"Ponakan siapa?"


Dinda dan Zara menoleh kebelakang dan ada Angga yang berada di belakang mereka


"Eh, kak Angga,,, ini loh kak , kak Dinda lagi hamil. Seneng dong, nanti jadi keponakan aku" jawab Zara


"Sejak kapan kamu nikah sama kakaknya Dinda?!" tanya Angga bingung


"Aduhhh bukan gitu,,! maksud Zara tuh, keponakan yah cuma di anggep keponakan aja kak! bukan nya Zara nikah sama kakaknya kak Dinda! Zara kan maunya sama,,,," Zara melipat bibirnya saat hampir saja keceplosan


"Sama?" Tanya Angga penasaran

__ADS_1


" Sama ah,, sama siapa yah? emm itu anu,,, siapa itu,,," Zara terlihat bingung sendiri


"Udah kali Ra, jujur aja!" Senggol Dinda dengan tertawa kecil melihat Zara salah tingkah


"Oh iya, kita kan mau ke perpustakaan! ayo cepat, nanti keburu penuh!" Ucap Zara yang salah tingkah malah salah menarik tangan. Di pikirnya dia menarik Dinda, tapi ternyata malah dia menarik tangan Angga. Zara terburu buru ingin kabur dari hadapan Angga saat itu.


"Zara Zara,,,, itu kok Angga sih yang malah di tarik?!" Kekeh Dinda membiarkan Angga pergi bersama Zara.


Kemudian Dinda tergerak saat merasa ponselnya bergetar di dalam tasnya. Lalu Dinda mengambil ponselnya dan melihat ada sebuah pesan dari suaminya


💌Abang Sayang


Dindaku,, abang tunggu di parkiran ya, kita makan siang bareng sebelum pulang :*


Mendapat pesan cinta itu Dinda tersenyum lalu membalas pesan cintanya


💌Abang Sayang


Baik abang sayang, tunggu yah :)


Setelah membalas pesan cinta itu, Dinda pun berputar arah menuju ke parkiran dan memilih untuk pergi bersama suaminya. Tak lupa Dinda mengirimkan pesan kepada Zara jika dia tidak bisa menemaninya ke perpustakaan.


Bagai kerbau di cucuk hidungnya, Angga terus saja mengikuti kemana Zara menarik tangannya. Dia tersenyum kecil karena Zara belum juga sadar dengan apa yang dia lakukan.


"Kak Dinda nih, bikin aku malu tau gak! masak aku harus jujur di depan kak Angga kalau aku suka Dia?! ya gak etis lah! masak cewek ngutarain perasaannya duluan?! kalau Zara di tolak gimana?! malu lah Zara! mau di taruh dimana muka Zara?!" ucap Zara dengan terus menarik tangan Angga


"Kak Dinda kok gak jawab sih?! eh ini tangan gede banget! kak Dinda beneran gendutan yah sekara,,," Zara menganga saat berbalik badan dan melihat Angga berada di belakang nya, bukan itu saja, Tangan Zara masih saja mencengkram kuat di tangan Angga


Glek!


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2