
Setelah Papa Angga memberi penawaran kepada Dinda dan Dika, keduanya sempat berdiskusi sebentar, mereka meminta waktu kepada papa Angga. Keduanya menimbang bagaimana kedepannya mereka membagi semua waktu dan urusan keduanya. Karena bagaimanapun Dika dan Dinda baru saja memulai usaha mie ayam mereka dari mulai 0 lagi.
"Pak, misalnya,, saya menerima tawaran bapak, kemudian saya bekerja di rumah sakit bapak. Apa saya juga boleh, misalkan nanti kami memiliki rejeki lebih untuk membuka praktek mandiri dirumah?" tanya Dinda dengan hati hati
"Tentu saja boleh, tapi dengan catatan, tidak ada jadwal praktek di rumah sakit. Tenang saja, kamu tetap di gaji seperti dokter dokter yang lain nantinya" ucap Pak Dermawan
"Bagaimana bang?" tanya Dinda
"Terserah padamu, abang selalu dukung apapun keputusan kamu. Kita sudah bahas semuanya tadi di luar kan? sekarang tinggal kamu yang memutuskannya" jawab Dika
Dinda terdiam sebentar dan kembali menatap pak Dermawan yang terlihat begitu santai dan senyumnya ramah
"Baik pak, saya terima tawaran bapak" jawab Dinda
"Jawaban yang bagus. Kalau begitu, mulai besok kamu sudah bisa kembali ke kampus dan pak Dika juga sudah mulai mengajar kembali" ucap pak Dermawan dengan santainya
"Tapi pak, masalah di kampus,,,?"
"Semua sudah saya bereskan. Isu itu juga sudah ditutup, kalian tidak perlu khawatir lagi. Sekarang lebih baik kamu fokus pada kuliah kamu dan belajar yang rajin agar kamu cepat lulus menjadi dokter. Jangan lupa nanti ambil spesialis setelah kamu lulus" Ucap pak Dermawan
"Terima kasih banyak pak" ucap Dika yang langsung mengulurkan tangannya dan di sambut baik oleh papa Angga.
"Sama-sama"
Kemudian keduanya pamit pulang karena meninggalkan Fatih sudah terlalu lama.
"Mungkin, jika gadis itu belum menikah, akan aku jadikan anak mantu. Dia gadis yang baik,,," gumam pak Dermawan.
Dinda dan Dika terlihat begitu bahagia, satu persatu kebahagiaan mereka kini telah kembali. Ntah perbuatan baik apa yang pernah mereka lakukan dulu, hingga dengan begitu cepat Allah beri kebahagiaan lain yang lebih besar.
**
__ADS_1
Hari berikutnya,,,,,
Dinda, Fatih dan Dika baru saja sampai di kampus. Sesuai ucapan pak Dermawan kemarin, ternyata benar, tanpa mereka duga, Pak Dekan sendiri datang kerumah Dika menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan semuanya. Sekaligus memanggil keduanya untuk kembali ke kampus.
Tentu saja keduanya dengan berlapang hati memaafkan dan tidak menaruh dendam apapun kepada Dekan kampus atas kejadian itu. Karena mereka tau siapa dalang dari kejadian itu. Bukan hanya kampus kedokteran yang memanggil Dika kembali bekerja, bahkan kampus Tunas Bangsa dan Harapan Bangsa pun kembali memanggil Dika untuk mengajar di Kampus itu. Tidak hanya sebagai dosen honorer lagi, Kampus Kampus itu akan mengangkat Dika menjadi Dosen tetap disana.
Meski keduanya kini kembali ke kampus, Warung mie ayam di rumah Dika tetap dibuka, ada Santo dan Daru yang akan berjualan di sana. Sedangkan untuk pasar malam, Dika sudah bekerjasama dengan Sekar untuk mengelolanya dan mereka akan bagi hasil nantinya.
"Dinda seneng banget bang, Dinda bisa menginjakkan kaki di kampus ini dan kembali menuntut ilmu disini" ucap Dinda dengan penuh rasa syukur
"Abang juga seneng, lihat istri abang tersenyum lagi seperti ini" ucap Dika
"Semua karena Allah melalui tangan tangan orang yang baik ya bang" ucap Dinda
"Iya, setelah badai menghantam, kini di gantikan dengan kebahagiaan. Bener yah, anak itu pembawa anugerah. Meski dia belum lahir, tapi dia sudah membawa rejeki untuk kedua orang tuanya" Dika tersenyum
"Iya bang" jawab Dinda
"Iya, didalam perut bunda sudah ada adik Fatih yang manis. Fatih harus jadi kakak yang baik yah nanti. Harus bisa menjaga adik dan sayang sama adik Fatih" ucap Dika dengan mengusap kepala Fatih
"Baik yah" jawab Fatih dengan patuh
"Fatih"
Dinda, Dika, dan Fatih menoleh ke belakang dan melihat ada mama dan papa sierra
"Oma?"
Kedua orang tua Sierra datang dan menghampiri mereka.
"Dika" ucap papa Sierra
__ADS_1
"Ada apa pak?" tanya Dika
"Kalau boleh kami ingin mengajak Fatih menginap dirumah. Sudah sebulan lebih kami tidak bertemu Fatih, rasanya rindu" ucap papa Sierra
"Apa Fatih mau ikut?" tanya Dika kepada putranya
Fatih terlihat ragu, Namun saat dia melihat tatapan sendu kedua opa dan oma nya itu membuat Fatih luluh. Kemudian Fatih mengangguk dan mau ikut bersama mereka.
"Jika Fatih sudah meminta saya untuk menjemputnya, maka saya akan menjemputnya hari itu juga" ucap Dika
"Kamu tidak memberi batasan pada kami?" tanya papa Sierra
"Tidak" Jawab Dika
"Terima kasih,," ucap papa Sierra
"Fatih,,, kalau Fatih ingin pulang kerumah ayah, katakan pada opa. Nanti ayah akan jemput Fatih" ucap Dika dan Fatih mengangguk
Kemudian Fatih di bawa pergi oleh oma dan opanya.
"Abang gak papa?" tanya Dinda
"Gak papa,,,," jawab Dika dengan tersenyum
"Ayo kita ke kelas" ajak Dika dan Dinda mengangguk
.
.
.
__ADS_1
.