Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Cari Gara Gara


__ADS_3

"Bu,, Bapak berangkat ya" Ucap Dimas pada Sekar yang tengah membereskan pondok mereka


"Iya, bekalnya di bawa gak?" tanya Sekar


"Ibu buatkan bapak bekal makan siang?" tanya Dimas


"Tunggu" Sekar meletakkan sapu dan masuk kedalam pondok, dan tak lama Sekar keluar dari pondok dengan membawa bekal makanan untuk Dimas.


"Ini bekalnya pak, tadi aku masakin tumis kangkung, sama sambel ikan sarden. Tapi gak tau bapak selera apa enggak" ucap Sekar saat memberikan belak makanan untuk Dimas


Dimas tersenyum lalu mengambilnya


"Makasih ya bu,,, baru kali ini bapak di perhatikan lebih begini" kekeh Dimas


"Sekalian bisa berhemat ya pak, biar gak jajan di luar " Ucap Sekar


"Iya,, makasih ya bu" Dimas mendekat dan akan melabuhkan ciuman untuk sekar namun sekar segera menahan


"Eh! Bapak mau apa?" tanya Sekar


"Cium ibu, bapak kan seneng di buatkan bekal" ucap Dimas


" Gak malu dilihatin banyak orang?!" Sekar menunjuk banyaknya orang yang beraktivitas di empang nya.


"Hem ya sudah deh, bapak berangkat ya, ciumnya nanti pulang kantor saja. Assalamualaikum" ucap Dimas dengan tersenyum genit


"Wa'alaikumsalam,, naik apa pak?" tanya Sekar


"Angkot saja bu,,," jawab Dimas


"Pake motor ibu aja, ibu di pondok saja hari ini" ucap Sekar


"Ya sudah,, motor bapak pake yaaa" ucap Dimas dan di angguki Sekar, kemudian Dimas menghidupkan mesin dan berangkat untuk bekerja. Sekar pun menatap kepergian Dimas dengan tersenyum.


"Hati hati ya pak Dimas hehe"


**


Di kampus,,,,,


Dika masuk ke dalam ruangan kelas dengan memasang wajah seperti biasanya, tegas dan tatapan seriusnya. Dika masuk dengan langkah tegap langsung menyapa semua mahasiswanya yang terlihat sudah siap untuk belajar.


"Selamat pagi" ucap Dika saat masuk kedalam kelas


"Pagi pak..." jawab semua mahasiswa.


Dinda tersenyum kecil saat memperhatikan Dika yang tengah mengabsen satu persatu mahasiswanya. Sampai pada giliran namanya akan di panggil, Dinda sudah bersiap siap untuk buka suara


"Dinda Asmarani" Ucap Dika dengan melirik sedikit ke arah istrinya yang duduk di barisan kedua pojok kanan


"Hadir pak" Jawab Dinda dengan tersenyum tipis saat tatapan keduanya tak sengaja bertemu


"Ehem,, Siti Aisyah" Dika melanjutkan pemanggilan absensi mahasiwanya setelah sempat bertatapan mata dengan istrinya. Seperti biasa, Dika hanya bisa mengulum senyum didalam hati tanpa ingin menunjukkan di depan yang lainnya saat diam diam dia ingin mencuri pandang dengan istrinya.


Setelah mengabsen satu per satu mahasiswanya, kemudian Dika berdiri dan memulai mata kuliahnya. Dika menjelaskan dengan sangat jelas, bahkan suaranya juga terdengar sampai ke belakang, jadi tidak akan ada mahasiswa yang berani tidur dikelas ataupun mengobrol sendiri. Pernah sekali Dinda dulu di awal perkuliahan, tapi itu juga karena ulah Dika yang membuatnya lelah dan akhirnya tertidur di dalam kelas saat belajar. Dinda mengesampingkan sejenak urusan pribadinya, kini dia sangat fokus mendengarkan dan memperhatikan penjelasan Pak Mahardika yang tengah menjelaskan mata kuliahnya.


"Sampai disini ada pertanyaan?!" Dika berbalik dan menatap merata pada mahasiswanya yang terlihat langsung tegang.


Seorang mahasiswa bernama Axel pun bertanya pada Dika yang tidak dia mengerti, kemudian Dika menjelaskan apa yang tidak di mengerti Axel sekaligus memberikan contoh simple yang mudah diterima dan tidak membuatnya bingung. Setelah pertanyaan Axel terjawab, beberapa mahasiswa lain termasuk Dinda juga mengajukan pertanyaan dan dijawab satu persatu oleh Dika hingga jam kuliah mereka selesai


"Bagaimana Dinda? apa sudah mengerti dengan penjelasan bapak?" tanya Dika pada Dinda


"InsyaaAllah paham pak, tadi cuma sedikit bingung saja, terima kasih" jawab Dinda dengan tersenyum

__ADS_1


"Baiklah,," sahut Dika


"Oke, Hari ini materi terakhir dari bapak sebelum minggu depan kalian akan UTS, persiapkan diri kalian sebaik mungkin" ucap Dika kembali duduk di kursinya


"Pak, gak ada kisi kisi gitu?" tanya salah satu mahasiswanya


"Tidak ada kisi kisi, semua soal bersumber dari pelajaran yang sudah saya berikan pada kalian. Silahkan ulang kembali sendiri di rumah, dan bekerja keraslah untuk menggapai nilai yang bagus. Tidak akan sulit untuk menjawab jika kalian benar benar belajar" Jawab Dika sambil membereskan buku bukunya.


"Jika tidak ada lagi pertanyaan, perkuliahan kita pagi ini saya tutup dan sampai ketemu lagi saat ujian" Ucap Dika berdiri dan langsung menutup perkuliahan mereka pagi itu. Dika keluar kelas lebih dulu sedang mahasiswanya menyusul kemudian.


"Enak banget si Dinda, pasti pak Dika kasih bocoran soalnya ke dia" ucap seorang mahasiswa pada temannya


Dinda dan Zara menoleh ke belakang dan menatap orang yang berbicara seperti menyindirnya


"Kamu pikir aku akan minta bocoran soal pada pak Dika?!" Sahut Dinda dengan nada ketus


"Ya iya lah, secara kan kamu isterinya pak Dika! tentu saja semua jadi mungkin!" jawabnya dengan nada sinis


"Aku tidak seburuk yang kamu pikirkan, selama ini aku bahkan tidak pernah merengek pada pak Dika untuk mengajariku menjawab semua tugas tugas yang dia berikan pada kita. Aku kerjakan sendiri! aku jawab soal ujian dadakan kemarin juga sendiri, bahkan pak Dika juga tidak bilang jika akan ada ujian dadakan. Aku tau dimana batasan ku, dan aku tidak memanfaatkan suamiku meski dia dosenku. Aku cukup dengan memaksimalkan diriku dengan belajar, percuma saja nilai bagus tapi otak kosong!" Dinda nyolot tanpa takut sedikitpun pada temannya


"Udah lah Din,, gak perlu di tutupin,, kita semua juga tau kali,, pak Dika itu menspesialkan kamu di kelas ini. Lihat aja nanti, pasti nilai kamu akan dapet A meski kamu gak jawab soal ujian itu juga!" sindirnya


"Jaga ucapan mu ya!!" Dinda tidak terima di tuduh oleh temannya pun berdiri dan keluar dari bangku lalu menghampirinya, Zara pun kelabakan dan mengikuti Dinda di belakang


"Kamu keterlaluan Verra! kamu sudah menuduhku tanpa bukti! sekarang kamu ikut aku! kita buktikan ucapan mu itu!" Dinda mencengkram kuat tangan Verra dan menariknya dengan paksa


"Mau kemana hak?!" tanya Verra menahan tangannya


"Kita temui pak Dika! biar pikiranmu yang kotor itu bersih dan jernih!!" jawab Dinda


deg!


Verra terkaget saat Dinda akan membawanya pada pak Dika


"Kenapa?! kamu takut ya?!" sahut Dinda


"Gak! siapa yang takut?!" jawab Verra


"Ya sudah, ayo!" Dinda menarik tangan Verra dan membuatnya keluar dari bangkunya. Dinda menyeret Verra keluar dari kelas diikuti oleh teman temannya


"Kamu pikir aku takut hah?!" dinda ngedumel sambil menatap Verra dengan tatapan sebal


"Lepasin! aku bisa jalan sendiri!" Verra menarik paksa tangannya sampai terlepas dari cengkraman Dinda


"Awas kamu kabur!" Ucap Dinda


Mereka pun terus berjalan berombongan menuju ke ruang dosen.


"Bener bener cari masalah kamu!" Ucap Zara


"Biar semuanya kebuka!" sahut teman Verra


Rombongan mahasiswi itu sudah sampai didepan ruangan dosen. Terlihat ramai ramai mengundang banyak perhatian dosen yang berada di dalam ruangan. Kemudian Dinda mengetuk pintu dan masuk seorang dosen membuka pintu ruangan besar itu


"Ada apa ini rame rame?!" tanya pak Aryo saat melihat keributan diluar


"Pak, kami mau bertemu dengan pak Dika" Ucap Dinda


Pak Aryo berkerut kening, "Ternyata ini isterinya Dika?!" batin pak Aryo


"Ada apa kalian mencari pak Dika?!" tanya nya


"Kami mau bertemu dulu pak, nanti kami jelaskan" sahut Zara

__ADS_1


"Kalian ini bikin ribut saja! yang berkepentingan saja boleh masuk!" Ucap pak Aryo membuka pintu


Tanpa bicara lagi, Dinda menyeret Verra masuk kedalam ruangan Dosen, sedang yang lain menunggu di luar.


"Itu ruangannya" ucap pak Aryo


"Terima kasih pak" jawab Dinda


Lalu Dinda mengetuk ruangan Dika, dan Dika mempersilahkan mereka masuk


"Loh, Dinda,, Verra,, ada apa?" tanya Dika bingung. Tak ketinggalan pak Aryo dan beberapa dosen lain ikut masuk kedalam


"Pak, tolong jelaskan pada Verra, apa selama ini saya pernah meminta bapak untuk membocorkan soal soal ujian yang akan di berikan saat ujian?! apa pernah saya mengerjakan tugas dari bapak minta bantuan bapak?" tanya Dinda pada Dika


Pak Aryo tersenyum kecil saat tau perkara apa yang tengah terjadi diantara mahasiswa itu.


"Kena kau Dika!" batin pak Aryo


"Verra, meski Dinda itu istri bapak, dia juga tak lain adalah mahasiswi bapak. Dirumah, memang Dinda isteri bapak, tapi Dinda tidak pernah meminta bapak untuk meminta bocoran soal ataupun meminta untuk membuatkannya tugas. Dia sendiri yang mengerjakannya. Sesekali Zara juga kerumah dan mereka mengerjakan tugas bersama. Kecuali jika Dinda benar benar tidak mengerti, dia akan bertanya pada bapak, tapi bukan untuk meminta jawaban" Ucap Dika


"Mana kami semua tau pak,," jawab Verra


"Jangan su udzon jadi orang, inget Ra, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan!" ucap Dinda


"Sudah,, sudah,,! Verra, bapak tegaskan ya, kami tidak pernah melakukan apa yang kamu tuduhkan, terserah kamu percaya ataupun tidak, tapi bapak yakin Allah yang lebih tau! Kamu boleh tidak percaya ucapan kami, tapi ingat,, kamu tengah menuduh tanpa bukti, bapak bisa menuntut kamu!" ucap Dika dengan tegas


Deg!


Verra terlihat tegang, dia melirik pak Aryo sekilas namun pak Aryo terlihat acuh.


"Baik pak, saya percaya. Maaf karena saya sempat ragu keprofesionalan bapak sebagai dosen" ucap Verra menunduk


Pak Aryo pun mundur dan memilih untuk pergi


"Minta maaf pada Dinda" perintah Dika pada Verra


"Din, aku minta maaf" ucap Verra


"Ya, lain kali jangan berprasangka buruk sama orang, gak ada bukti juga" Jawab Dinda


"Sudah, sekarang kalian boleh keluar, bapak ada jam mengajar lagi" ucap Dika


"Baik pak, permisi" ucap Verra yang langsung keluar


"Dinda juga keluar ya pak, terima kasih sudah membantu Dinda" ucap Dinda membungkuk sedikit memberi hormat pada Dika


"Iya sayang" Jawab Dika spontan


"Eh!"


Dinda menatap kaget lalu celingak celinguk takut di dengar orang.


"Ck! pak Dika!" Dinda cemberut langsung kabur dari hadapan Dika.


"Keceplosan!" Dika menutup mulut dan sempat celingukan juga takut ada yang dengar.


.


.


.


...Takut ketahuan juga pak Dika?! 🤣...

__ADS_1


...Eh lo perr, ngadepin Dinda yang super sensitif mah gak di kasih ampun! cari gara gara banget sih! nyusahin diri sendiri🤣...


__ADS_2