
Sore hari, Dika mengajak Dinda untuk berjalan jalan di sekitaran pantai. Mereka jarang sekali melihat pantai, sehingga keduanya terlihat sangat antusias. Sore itu juga terlihat banyak pengunjung, Karena Dika tidak terlalu menyukai keramaian, maka dia mengajak Dinda untuk mencari tempat yang sedikit sepi. Keduanya duduk di tepian pantai sambil menikmati semilir nya angin berhembus.
"Bang,,"
"Iya sayang?" tanya Dika
"Dinda haus, mau minum air kelapa muda" ucap Dinda
"Baiklah, kamu tunggu sebentar ya, abang akan belikan" ucap Dika yang langsung berdiri
"Iya, jangan lama lama ya, terus jangan tebar pesona! apalagi lirik lirik! nanti matanya Dinda culek! itu disana kan banyak bule-bule cantik! pada gak pake baju lagi!" Cetus Dinda dengan wajah sebal
"Ya sudah gak jadi kalau gitu, kita minum air pantai saja!" cetus Dika yang akan kembali duduk
"Yah abang, terus minumnya gimana?" tanya Dinda
"Ya habis, belum abang berangkat, kamu sudah udah ancem abang, nanti matanya di culek?!" Jawab Dika
"Kan mewanti wanti abang, biar gak macem macem!" jawab Dinda
Dika menghembuskan nafas berat, kemudian dia berdiri dan mencoba mencari bantuan. Beruntung salah satu pedagang yang ada di pinggiran pantai itu melihat Dika. Dengan Cepat Dika melambaikan tangan memanggil pedagang itu.
Tidak membutuhkan waktu lama pedagang itu sudah menghampiri Dika. Kemudian Dika memesan 2 buah kelapa muda pada pedagang itu. Saat Dika berbalik matanya berfokus pada istrinya yang sedang menulis sesuatu di atas pasir
"Sedang apa sayang,," Tanya Dika
"Abang lihat deh" jawab Dinda menunjukkan sebuah tulisan di atas pasir
......Dika ❤️Dinda......
Dika tersenyum lalu mengambil kayu kecil yang di pegang Dinda dan membuat gambar hati besar mengelilingi tulisan Dinda.
"Bagaimana?" tanya Dika dengan tersenyum
__ADS_1
"Sempurna!" Jawab Dinda membalas senyuman Dika
Dika merentangkan kedua tangannya dan dengan cepat Dinda menghampiri pria itu lalu meluknya.
"Aku cinta kamu, Dinda Asmarani" Ucap Dika saat memeluk erat istrinya
"Aku juga mencintaimu, Abang Dika" Jawan Dinda tak kalah erat memeluk suaminya.
Waktu terus berjalan, hingga senja sudah hampir menyapa. Dika menggandeng tangan Dinda dan terus berjalan menyusuri bibir pantai menuju ke tempat penginapan. Rasanya, tidak ingin waktu cepat berlalu, mereka masih ingin menghabiskan waktu bersama sebelum kembali pada kesibukan mengurus anak.
Begitu sampai di penginapan, Dika dan Dinda bergegas membersihkan diri, dan bersiap menjalankan kewajiban mereka. Selepas itu, Dika sudah menyiapkan makan malam romantis untuk Dinda malam itu. Dia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk memanjakan istri cantiknya itu.
"Kita mau makan dimana sih bang?" tanya Dinda yang bingung karena dia di ajak Dika ke pantai lagi
"Nanti kamu juga tau sayang,," Jawab Dika
Dinda yang matanya di tutup kain gelap pun di tuntun Dika, hanya deburan ombak dan dinginnya malam saja yang dapat Dinda rasakan.
"Sekarang buka mata kamu pelan pelan" Ucap Dika.
"Abang,,," Dinda langsung terharu
"Ayo kita makan malam,," Dika mengandeng tangga Dinda dan berjalan menuju ke meja makan yang sudah di persiapkan untuk mereka. Kemudian keduanya duduk bersama dan mulai menikmati makan malam mereka
"Abang sweet banget sih,," ucap Dinda
Dika tersenyum, kemudian menyuapkan makanan lagi ke dalam mulutnya, mengunyah lalu menelannya
"Apa yang tidak untuk kamu,," jawab Dika
Keduanya saling lempar senyum, dan terus menikmati makan malam mereka hingga selesai. Setelah itu Dika menyambut istrinya untuk berdansa
__ADS_1
"Mau berdansa?" tanya Dika
"Tidak ada alunan musik" jawab Dinda
"Tidak perlu, cukup kita bergerak dengan naluri" jawab Dika
Keduanya pun kini sudah saling merapat, Bergerak pelan dengan saling menatap. Dinda tersipu malu saat ditatap penuh cinta oleh suaminya
"Kamu tau,, abang sangat beruntung bisa mendapatkan istri seperti dirimu" ucap Dika
"Abang terlalu meninggikan Dinda, padahal Dinda biasa saja. Dinda malah yang begitu beruntung mendapatkan suami seperti abang, Abang sudah mengajarkan arti mencintai yang sesungguhnya pada Dinda" ucap Dinda
"Jadi,, apa kita akan buat Adiknya Abyan malam ini?" tanya Dika
"Abangggg,,,! Abyan masih bayi! Lagian Dinda mau kuliah dulu bang. iihhh abang,,, masak Dinda suruh beranak terus sih?! kuliahnya gak kelar kelar nanti" protes Dinda dan Dika terkekeh
"Iya iya,, kita tunda dulu sampai Kamu lulus kuliah, setelah itu kita pikirkan lagi program adiknya Fatih" jawab Dika menjawab kecemasan Istrinya
"Makasih ya bang, sudah ngertiin Dinda,," Ucap Dinda
"Iya sayang,," jawab Dika.
Tangan besar Dika mengusap lembut wajah istrinya,
"Kamu cantik sekali" pujian itu mampu membuat wajah Dinda merona
.
.
.
.
__ADS_1
.
Makasihh bang, aku di bilang cantik☺️