
"Zara"
Angga melangkah mendekat di berjongkok di depan Zara dan melihat gadis itu masih dengan tangisnya yang lirih. Angga jadi merasa bersalah sendiri karena menolak cinta gadis polos itu, namun dia juga tidak ingin gegabah menjalin kasih dengan seorang gadis..
"Hey,, Zara,," Ucap Angga menyentuh bahu Zara, Kemudian Zara mengangkat wajahnya dan terlihat mata dan hidungnya sudah memerah,
"Apa kak?" tanya Zara dengan segukan
"Kenapa harus nangis sih?!" ucap Angga
Mulut Zara kembali tertarik melengkung kebawah karena mendengar pertanyaan Angga
"Cinta Zara di tolak, hati Zara patah" jawabnya dengan kepolosan gadis itu
Angga menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal, bingung menghadapi situasi saat ini
"Ini cinta kedua Zara setelah papa, tapi,,, Zara di tolak. Udah sana jangan peduliin Zara kak!" ucap Zara lagi dengan kembali menjatuhkan wajahnya
Angga tampak berfikir keras saat itu, kerutnya berkerut, bahkan ini kali pertama Angga mendapati seorang gadis yang benar benar lugu.
"Zara, maksud kak Angga, em,, begini,,, kita kan masih baru kenal, belum tau karakter masing-masing. Kak Angga pun tidak ingin berpacaran dengan siapapun saat ini. Kita berteman saja dulu, bagaimana?" Ucap Angga mencari jalan tengah menurutnya
" Teman? teman dekat maksudnya?" tanya Zara mengangkat kepalanya lagi
"Bisa jadi" jawab Angga nyengir
"Jadi kak Angga mau nya kita berteman deket dulu baru pacaran?" tanya Zara dengan wajah polosnya
"Kita lihat kedepannya. Kita tidak tau berjodoh dengan siapa bukan?! coba lihat Dinda, Dia sudah hampir menikah dengan mantannya dulu, tapi akhirnya jodoh menyatukannya dengan pak Dika. Belum tentu juga kan, misal kita pacaran sekarang terus kita berjodoh di masa datang?" Jawab Angga, dan Zara nampak berfikir
"Apa aku kurang cantik, jadi kak Angga tidak mau denganku?" tanya Zara
__ADS_1
"Bukan soal fisik, kamu cantik dan setiap wanita juga cantik dengan kadar kecantikan masing masing tergantung orang melihatnya" jawab Angga
"Jadi Zara cantik?" tanya Zara dengan bibir melengkung ke atas
"Hem" jawab Angga
"Kok hem aja?" tanya Zara
"Iya iya,, cantik" Jawab Angga, tak di pungkiri Angga, Zara memang gadis yang cantik dan manis. Wajahnya enak di pandang dan postur tubuhnya yang mungil membuatnya terlihat menggemaskan.
"Jadi kita berteman dekat?" tanya Zara mengusap air matanya dan senyumnya mulai mengembang
"Iyaaaa" Jawab Angga
"Kedengarannya kayak gak ikhlas gitu" Zara mencibir
"Huh, Ikhlas Zara,," Angga gemas dan langsung mengacak acak poni Zara dengan gemas
"Oh iya?? bisa begitu?" Zara terlihat panik dan melihat sisi kanan dan kirinya namun tidak menemukan air
"Ihh kak Angga ngerjain Zara yah ?!" cetus Zara
"Udah, ayo keluar. Mau balik gak kamu?!" ucap Angga
"Mau, tapi gendong" Ucap Zara dengan mengusap ingusnya
"Hah?! Gendong?!" Angga membulat kemudian dia berdiri
"Kamu punya kaki sendiri, jadi jalan sendiri! nanti malah jadi bahan gosip!" Jawab Angga menarik tangan Zara agar berdiri.
"Hehe,,,!" Zara cengengesan saat melihat wajah Angga terlihat sebal
__ADS_1
"Astagfirullah! Zara lupa! Kita ninggalin kak Dinda di depan kelas tadi!" Zara terkejut dan nampak panik setelah baru ingat jika dia meninggalkan Dinda
Kemudian Zara berlari keluar dari perpustakaan meninggalkan Angga sendiri mematung di dalam perpustakaan. Bahkan Zara lupa memakai sepatu dan berlari ke kelas tanpa alas kaki. Dia tidak peduli orang melihatnya heran, yang ada di otaknya, Dia khawatir meninggalkan Dinda sendirian. Sementara Angga segera menyusul Zara dengan langkah lebarnya.
"Oh ya Ampun! mesti kak Dinda marah sama aku!!" Ucap Zara yang terus berlari bahkan bukan hanya sepatu, Zara melupakan Tasnya dan Angga di perpustakaan.
**
Dika Dan Dinda sempat bengong berdua, melihat mobil mewah itu membuatnya begitu syok, bahkan merasa tidak percaya. Sangking ingin meyakinkan dirinya lagi, Dika menghidupkan smart key beberapa kali dan benar mobil itu yang bereaksi.
"Abang bisa menyetir kan?" tanya Dinda menatap suaminya yang masih bergeming saja
"Abang rasa sama saja dengan mobil yang lainnya" Jawab Dika
"Yuk cobain!" Dika meraih tangan istrinya dan mengajaknya untuk masuk kedalam mobil baru mereka.
"Mobilnya bagus bang" ucap Dinda saat mereka sudah berada di dalam
"Iya,,," Jawab Dika mengagumi kemewahan yang ada di dalam mobil itu.
"Alhamdulillah,,, rejeki anak anak kita" ucap Dika yang kemudian menjalankan mobil barunya.
"Iya bang,,, Alhamdulillah" jawab Dinda dengan penuh rasa syukur, bukan Hanya karena hadiah itu, tapi rasa syukurnya karena dia bisa berjodoh dengan orang memiliki hati yang baik dan tulus. Dalam rumah tangganya pun Dinda dilimpahi cinta dan kasih sayang yang meluap luap dari suaminya. Pernikahan yang begitu diinginkan setiap wanita.
.
.
.
Maaf yah gaes, semalem gak update, anak lagi rewel, maklumkan yang nulis emak emak beranak 2. Jadi bagi-bagi waktu ðŸ¤ðŸ¤—
__ADS_1