
"Dinda,, kamu kenapa?!" tanya Dika saat Dinda tak bersuara dan memejamkan matanya begitu erat
"Enak bang,," Jawab Dinda yang begitu jujur dengan apa yang dia rasakan. Dika tersenyum dan semakin bersemangat lagi,
"Bang, ini kok gak kayak kemarin ya,,,!" Dinda masih terus mengoceh
"Iya lah, kemarin kan masih tersegel, kalau sekarang udah gak ada hambatan, jalanan nya udah mulus, licin, juga basah" Dika menyauti ucapan Dinda dengan terus bergerak dan mengganti gaya klasik dengan gaya yang lain
"Bang,,, Dinda mau di apain?!" Tanya Dinda bingung
"Abang ajari gaya baru, nanti rasakan bedanya!" Dika menyeringai
"Abangggggggg!" Jeritan Dinda sedikit tertahan saat diserang Dika dengan gaya barunya.
"Gimana?!" tanya Dika masih sempat bertanya
Dinda tak mampu mengoceh lagi, menurutnya sungguh rasanya lebih dari yang biasanya. Peluh membajiri keduanya, tanpa terasa satu jam mereka habiskan untuk penyatuan cinta hingga keduanya berhasil mencapai puncak nirwana bersama.
.
Dika yang baru pulang dari musholah mendapati istrinya yang tengah berada di dapur. Kelihatannya Dinda begitu lelah, sampai Dika melihat beberapa kali Dinda memijit pundak dan pinggangnya sendiri sambil memasak. Kemudian Dika menghampiri Dinda dan memijit pelan pelan bahunya.
"Capek banget yaa?" tanya Dika dengan terus memberi pijitan terbaiknya
"Gak terima capek bang, rasanya remuk tulang ku. Abang masuk kerumah kok gak salam? Dinda gak tau abang masuk" jawab Dinda
"Udah kok tadi, tapi gak di jawab. Mungkin karena kamu disini" Jawab Dika
"Kalau mau cepet jadi adonanya, kita harus rajin buatnya. Minimal Sehari dua kali lah pagi dan malam" Kekeh Dika mengelabui Dinda
__ADS_1
"Itu mah mau nya abang! Kemarin lihat aja Dinda susah jalan kan?! mana lemes, ngantuk! masih untung gak ada yang kepo banget, termasuk Zara!" sungut Dinda
"Tapi kamu nya tetep maksain kuliah! udah tau sakit gitu, bandel yah kamu!" jawab dika tidak mau kalah lalu mencubit pipi Dinda dengan gemas
"Dinda gak mau ketinggalan pelajaran bang! udah sana, Dinda mau hidangin makanannya, kita sarapan bang" sahut Dinda
"Sudah sarapan nanti, Arjuna mau ketemu Dara lagi, boleh ya?" Goda Dika dengan tangannya sangat jahil mereemas kedua melon segar milik istrinya
"Abanggggg,, geli!" Dinda refleks menyikut Dika
"Aw! sakit Din" ucap Dika berpura pura
"Biarin, itu balesan karena abang mesumin aku!" Dinda terlihat sebal dengan kelakuan Dika
Bukan Dika namanya jika tidak bisa mempersatukan Arjuna dan Dara setelah mereka sarapan pagi itu. Meski akhirnya setelah pertemuan itu Dinda tertidur pulas hingga waktu sudah menjelang siang
Dika dan Dinda sudah bersiap untuk ke cafe Cendana tempat janjian Dimas dan Dinda. Begitu sampai, Dinda duduk di meja nomer 9 sementara Dika memilih duduk di meja yang tidak terlalu jauh dari istrinya. Cafe itu tidak terlalu ramai pengunjung, namun cukup menutupi posisi Dika sekarang. Sambil menunggu Dimas, Dinda dan Dika sudah mesan minuman.
"Dinda"
Dinda menoleh ke belakang dan melihat Dimas sudah berdiri di dekatnya dengan membawa buket bunga mawar dan senyum manisnya. Sementara Dika terus mengawasi pergerakan Dimas dan menguping pembicaraan mereka berdua.
"Maaf ya aku sedikit telat, tadi sedikit macet. Oh iya ini bunga buat kamu" Dimas menyerahkan buket bunga nya kepada Dinda.
Dinda menerima dan langsung meletakkan di samping mejanya
"Silahkan duduk" Ucap Dinda dan Dimas langsung duduk di dekat Dinda
"Udah pesen makanan?" tanya Dimas
__ADS_1
"Belum, aku sudah makan tadi" jawab Dinda
"Ohh,,," Kemudian Dimas memesan minuman dan juga cemilan untuk mereka kepada pelayan cafe itu.
"Oh iya Din, aku seneng deh kamu ngajakin aku ketemuan lagi" Ucap Dimas
"Dim, aku mau ngomong serius sama kamu" Ucap Dinda
"Apa? kalau kamu mau bilang , aku harus lupain kamu, aku gak bisa! Jangan paksa aku!" ucap Dimas saat melihat wajah Dingin Dinda
"Kamu harus sadar, kamu buka mata kamu, kita sudah gak ada hubungan spesial lagi! hubungan kita sudah berakhir setelah kamu pergi ninggalin aku! dan aku nikah sama abang mu!" Jawab Dinda dengan tegas
"Kamu gak cinta sama abang ku!" Sahut Dimas
"Ya! awalnya memang aku gak cinta! tapi bang Dika yang sudah menyembuhkan luka dihati ku! Kamu sendiri yang meninggalkan aku, dan sekarang kamu malah seolah gak mau ngerti dan gak mau nerima kenyataan hubungan kita sudah berakhir! mau mu apa?!" Dinda menatap tajam Dimas
"Sudah cukup Dimas! Sudah cukup kamu mengejar ku! Aku dan bang Dika sudah saling cinta, kami sudah bahagia! harusnya kamu juga melupakanku dan coba hubungan yang baru dengan orang lain!, aku capek jika harus berlarian! Tolong lupakan aku!" Ucap Dinda
.
.
.
.
.
Lanjut abis tarawih deh yah🤗 kopi kembangnya jangan lupa, biar semangat double updatenya🤭😍
__ADS_1