Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Pengantin Lawas VS Baru


__ADS_3

Dikamar pengantin lawas,


Fatih terbangun dari tidurnya dan mencari bunda dan ayahnya tidak ada di kamar itu. Lalu Fatih turun dan keluar dari kamar mencari ayah dan bundanya


"Ayah dan bunda kemana?" Fatih membuka pintu dan mencari keduanya di luar. Sedang yang di cari masih berbagi peluh sejak tadi.


Fatih turun dan menuju ke kamar kakek dan neneknya


"Ba,,ng,, nanti,, Fatih,, cariin Kita,, ah,," Dinda kembali teringat jika mereka terlalu lama meninggalkan Fatih tidur sendirian.


Dika berhenti sejenak lalu meraih handuk dan dililitkan pada pinggangnya


"Kamu tunggu disini saja, abang yang akan melihat Fatih" Ucap Dika dan di angguki Dinda. Setidaknya Dinda bisa sedikit bernafas setelah di gempur Dika habis habisan. Sepertinya pria dewasa itu belas dendam karena seminggu tidak mendapat jatahnya sama sekali.


(Sudah seperti mau ujian saja, di rapel jadi satu haha)


Dika membuka pintu dan mengedarkan pandangannya namun tidak melihat putranya di tempat tidur. Lalu Dika keluar dan melihat pintu tidak di tutup rapat


"Ohh,, dia sudah bangun, pasti Fatih ke kamar papa" Ucap Dika yang kemudian menutup pintu kamar dan tak lupa menguncinya, takut jik tiba tiba Fatih masuk kedalam kamar lagi. Kemudian Dika akan mengajak Dinda berpindah ke ranjang saja, kasihan bumil itu jika terus terusan duduk ataupun berdiri, sedang gai rahnya belum terselesaikan sepenuhnya.


Ceklek,,

__ADS_1


"Sayang,,Fatih sudah bangun, mungkin ke kamar papa sekarang, Kita pindah keranjang yuk, abang kasihan sama kamu kalau duduk terus" ucap Dika menarik pelan tangan isterinya


"Abang lama banget sih keluarnya! buruan napa bang udah lemes Dinda?!" cetus Dinda sudah merasa remuk semua badannya, bibirnya sudah manyun saja


"Jadi gak ikhlas nih?!" tanya Dika


"Ikhlas bang, tapi lama banget loh ini, sampai Fatih bangun dan kita gak tau dia bangun. Katanya tadi sebentar?" Tanya Dinda


"Hehe,, gimana ya? dia belum mau keluar, mungkin akan keluar setelah kita pindah ke ranjang ini" jawabnya hanya untuk modus saja pada isterinya.


"Bisa gitu ya?" tanya Dinda yang di tuntun Dika


"Iya mungkin saja bisa. Kita buktikan dulu ya" lalu keduanya kembali beradu ditempat ternyaman, bertukar peluh, berbagi cinta bersama mengarungi samudra cinta. Hanya bibir yang berkata lelah, tapi buktinya masih bisa melanjutkan pertempuran.


...**...


Sementara itu di kamar pengantin baru, Dimas tak henti hentinya berkelana menjajaki setiap tempat, menapaki tempat tempat sensitif menggugah gelora dari dalam diri istrinya. Sekar di buat kelimpungan saat akan mendapatkan pelepasan pertamanya. Ingin berteriak namun dia sangat malu, rupanya


"Uugh!" terdengar lirih namun masih terdengar jelas di telinga Dimas


"Sayang,,, jangan di jepit dong akunya!" kepala Dimas tidak dapat bergerak karena Sekar menjepit dengan kedua kakinya

__ADS_1


"M-a-a-f,, aku gak sengaja sayang,,," Nafas Sekar naik turun, lemas dan tersengal. Dimas menyeringai lalu bangkit dan merangkak naik, mensejajarkan wajah mereka


"Siap ya bu Sekar,, punya bapak mau bertamu!" Ucap Dimas dengan tatapan penuh has rat sedang Sekar membalas tatapan itu dengan anggukan. Dimas menyambar bibir yang sudah terlihat membengkak itu dan mengerahkan tenaganya untuk mendobrak dinding lembut itu dengan pelan. Sudah berusaha pelan saja Sekar masih meringis meski tak bersuara.


"Sabar ya sayang,,, baru setengah ini,," Dimas kembali merayu apa yang bisa dia rayu agar sedikit menghalau rasa sakit yang jelas dirasa Sekar saat ini. Tidak seperti kebanyakan berteriak, Sekar memilih untuk melampiaskan sakitnya pada punggung Dimas dan membungkam mulutnya dengan mengigit bahu Dimas


"Hah! akhirnya masuk sempurna!" Dimas sedikit bernafas lega, akhirnya dia bisa menembus dinding kelembutan itu.


"You are mine baby!" bisikan Dimas membuat Sekar semakin bergetar.


" I'm,, yours!" Dimas menatap Sekar yang saat itu juga menatapnya. Senyumnya terlihat sangat tulus, Dimas pun juga membalasnya dengan penuh ketulusan.


Perlahan Dimas mulai mendayung, membawa Sekar mengarungi samudra cinta yang semakin dalam, Sekar semakin terbuai, dia pun tidak ingin hanya diam. karena sama sama baru pertama dan sama sama masih amatiran, keduanya hanya mengikuti naluri yang menuntun mereka mencapai puncak surga dunia.


"Cie,, mantan perawan!" Kekeh Dimas disela dayungan nya yang semakin dalam


.


.


.

__ADS_1


Ini kan yang kalian tunggu dari semalem?! ngaku aja deh! 🤣


__ADS_2