Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Dosen ku, Suami ku


__ADS_3

"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Deg!


Awalnya Dinda yang tengah cekikikan bersama Zara langsung kicep saat mendengar suara terdengar tegas masuk kedalam ruangan. Meski terdengar tegas namun mengingatkan Dinda dengan suara seseorang, Dinda yang saat itu menghadap kearah Zara sontak dia berbalik badan dan melihat siapa pemilik suara tegas itu.


"Abang?!" Dinda menganga kaget saat melihat Dika masuk dengan membawa beberapa buku di tangan. Penampilannya masih sama saat mengantarkan Dinda tadi, hanya saja di tambah kacamata membuatnya terlihat sangat tegas tapi tampan berkharisma. Dinda masih terbengong bengong menatap Dika dengan tatapan tidak percaya. Begitu juga dengan Zara yang kaget saat melihat Dika yang menjadi dosen bahasa Inggris mereka.


"Good morning everyone, introduce my name Mahardika, you can call me Mr. Dika. I will teach you English courses for the next 1 semester. I don't like people talking when I'm explaining, please ask if I've given you the opportunity to ask questions. I don't like lazy students, not on time and lots of excuses! Before we start this morning's lesson, please introduce yourself one by one starting from the front right"


(Selamat pagi semuanya, perkenalkan nama saya Mahardika, kalian bisa memanggil saya bapak Dika. Saya yang akan mengajar kalian mata kuliah bahasa Inggris selama 1 semester ke depan. Saya tidak suka ada yang bicara saat saya sedang menjelaskan, silahkan bertanya jika saya sudah memberikan kesempatan untuk kalian bertanya. Saya tidak suka mahasiswa pemalas, tidak tepat waktu dan banyak alasan! Sebelum kita memulai pelajaran pagi ini, Silahkan memperkenalkan diri kalian satu persatu dimulai dari sebelah kanan depan)


Dika berbicara panjang lebar menggunakan bahasa inggris dengan aktif dan membuat semua mahasiswa nya diam mencoba mencerna ucapan dosen nya yang dirasa benar benar seperti dosen killer. Suara nya terdengar tegas, tatapan nya tajam dan wajah nya juga terlihat serius meski sangat good looking sekali.


Dinda benar benar masih tidak percaya jika suami nya kini menjelma menjadi dosen killer yang di bicarakan mahasiswa nya dalam forum grup kelas mereka tadi malam. Semua itu terasa seperti mimpi.


"Dinda! itu bukan nya abang mu?!" Zara menyenggol Dinda dan membuyarkan lamunan Dinda


"Coba cubit aku Ra" jawab Dinda


Zara bingung, kenapa Dinda sepertinya juga kaget, Zara bertanya tanya sendiri apa Dinda tidak tau akan hal itu sampai memintanya untuk mencubitnya. Dengan cepat Zara mencubit pipi Dinda yang terlihat sedikit tembem menggemaskan.

__ADS_1


"Ush! sakit!" Dinda meringis sambil mengusap usap pipinya


"Aku ternyata gak lagi mimpi! Itu beneran abang?, jadi Dosen ku suami ku? kayak judul Novel orang aja ini" Batin Dinda yang masih tidak lepas menatap Dika


"Dinda giliran mu!" ucap teman di sebelah Dinda. Kemudian Dinda berdiri dengan sangattttt gugup saat tatapannya bertemu dengan Dika,


"Oh ya ampun,,,, jantungku jadi deg degan gini, lemes ya Allah!" Batin Dinda yang malah jadi gemetar sendiri.


"Emm,,, Nama saya Dinda Asmarani, di panggil Dinda,, pak" Jawab Dinda sambil meremat ujung kemeja nya


"Oke, next" sahut Dika, lalu Dinda duduk kembali dan menetralkan jantungnya yang ingin melompat keluar. Wajah nya pucat pasih dengan keringat bercucuran. Dinda hanya berdiri lalu menyebutkan nama saja, dia sudah seperti habis berlarian mengelilingi lapangan sepak bola. Kemudian Zara berdiri dan memperkenalkan dirinya


"Nama saya Zara Putri Ayu Ningrum, di panggil Zara pak" Zara memperkenalkan diri


"Dinda, aku gak nyangka abang mu jadi dosen kita" Zara menulis di atas kertas dan memberikannya kepada Dinda


Setelah membacanya, Dinda pun membalas pesan Zara


"Aku juga gak tau!" Lalu Dinda balik memberikan kertas itu lagi kepada Zara


"Hah?! yang bener?!" Zara memberikan kertas lagi, namun tidak di balas oleh Dinda karena Dika sudah kembali angkat bicara.


"Okay, everyone is acquainted, let's start this morning's lesson. Please open your notebooks!"

__ADS_1


(Oke, semuanya sudah berkenalan, kita mulai pelajaran pagi ini. Silahkan buka buku catatan kalian!)


Dika berbalik kearah papan tulis dan mengambil spidol lalu menuliskan pelajaran pertama pagi itu. Semua mahasiswa diam, tidak ada satupun yang berbicara termasuk Dinda. Mereka mulai mencatat dan mendengarkan penjelasan yang Dika sampaikan. Bahasa yang di gunakan Dika pun campuran agar mereka juga paham dengan maksud yang dia sampaikan.


Sesekali saja Dika melirik ke arah Dinda yang terlihat begitu fokus melihatnya. Saat tatapan itu tak sengaja bertemu, Dinda menunduk malu dengan tersenyum.


"Abang,,, adek makin cinta! iihhh gemesss!"


batin Dinda jadi senyum senyum sendiri.


Perkuliahan terus berlanjut hingga tanpa terasa 2 jam berlalu dan waktu sudah habis. Baru pertemuan pertama saja Dika sudah memberikan tugas kepada mahasiswanya, dan tentu tidak ada yang berani protes.


"Abang punya hutang penjelasan padaku!"


Tatapan Dinda seolah berkata begitu saat Dika juga menatapnya sebelum keluar kelas.


.


.


.


.

__ADS_1


Aseeeeeekkkkkk, 1 Semester kedepan, Mereka bakal sering ketemu di kelas. Meski begitu harus profesional lah yah🤭


__ADS_2