
Waktu terus berlalu, selama itu pula Dika, istri dan anaknya , juga Dimas dan Sekar tinggal di kediaman keluarga Dirdja untuk bergantian merawat mama Nadira yang terkena stroke hingga tak bisa bergerak sama sekali selain di bantu orang lain. Sanak saudara, para besan juga bergantian untuk menjenguk dan mendoakan kesembuhan mama Nadira.
Selama itu pula, Dika sama sekali tidak mengganggu istrinya di kala malam, karena Dinda juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian semester. Tidak mudah membagi waktu karena Dinda harus mendapatkan nilai tinggi untuk mempertahankan beasiswanya . Setiap malam, Dika lah yang menemani Fatih tidur, sedang Dinda tengah belajar mengulang mata kuliah yang sudah di ajarkan. Setelah Fatih tidur, Dika sebisa mungkin menemani Dinda belajar, membawakan cemilan buah atau membuatkan susu agar Dinda tetap dalam kondisi sehat.
Pagi ini, Dinda akan melaksanakan ujian semester pertamanya. Meski dengan perut yang sudah semakin membesar namun sama sekali tidak menyurutkan semangat Dinda untuk menghadapi ujian hari ini.
Setelah sarapan bersama keluarga, Dinda dan Dika pun pamit kepada papa untuk pergi lebih dulu dan menitipkan Fatih padanya. Sedangkan Dimas sudah berangkat ke empang pagi pagi sekali, dan Sekar bertugas untuk menjaga mama hari ini.
"Sudah siap sayang?" tanya Dika pada Dinda
"Insyaa Allah siap bang!" Jawab Dinda
"Bunda cemangat yah ujiannya" Seru Fatih
"Siapppppp! doain bunda yahh supaya bunda bisa jawab soal soalnya dengan lancar" Ucap Dinda kemudian mengecup pipi Fatih
"Aamiin" Jawab Fatih
"Bunda berangkat ya,, Assalamualaikum" ucap Dinda
"Wa'alaikumsalam" Jawab Fatih dan Papa
"Kami berangkat pa" Ucap Dika, lalu mereka masuk kedalam mobil
"Hati hati" ucap papa
Kemudian Dika menjalankan mobilnya menuju ke kampus. Hari ini, Dinda akan menghadapi ujian semester untuk pertama kali.
...**...
Sampai di kampus...
"Dinda duluan ya bang" Ucap Dinda mengulurkan tangan dan Dika menyambutnya
"Iya sayang, semangat yah ujiannya" Jawab Dika.
__ADS_1
"Semangattttt" Ucap Dinda dengan senyum ceria
Cup!
Kecupan sayang mendarat cepat di pipi gembul Dinda dan membuatnya kaget
"Abangg,,," seru Dinda jadi tersipu
"Biar makin semangat" Dika tersenyum begitu manis untuk isterinya.
"Makasih" Jawab Dinda tersenyum lalu membuka pintu mobil. Lalu Dinda turun lebih dulu dan di ikuti Dika Setelahnya. Dinda melangkah dengan pasti menuju kelasnya. Dia sudah sangat siap untuk ujian pagi ini dan seminggu kedepan. Dengan dukungan penuh dari suami, membuatnya semakin semangat untuk meraih mimpinya menjadi seorang dokter.
"Kita harus semangat anakku, doakan bunda yah nak!" Ucap Dinda sambil mengusap perutnya.
Kemudian Dinda masuk ke dalam kelas yang di dalamnya sudah tersusun kursi dengan jarak yang cukup jauh dengan kursi yang lain. Lalu Dinda mencari kursi sesuai nomer ujiannya, ternyata dia duduk di depan dan terlihat Zara yang sudah tiba lebih dulu malah mendapatkan kursi di belakang.
"Semangattttt!" Teriak Zara pada Dinda saat mereka saling menatap
"Semangatttt" Ucap Dinda, Kemudian dia duduk dan menunggu dosen pengawas masuk ke dalam ruangan.
Selang beberapa menit, Dika masuk dengan membawa amplop coklat besar berisi lembaran soal ujian.
"Pagi pak" Jawab mahasiswa
"Baik, sebelum memulai ujian, silahkan simpan ponsel, buku, kertas contekan, atau apapun yang akan kalian gunakan untuk berbuat curang kedalam tas. Gunakan kemampuan kalian, dan tunjukkan kalian mahasiswa yang berkualitas. Bapak beri waktu 1 menit untuk menyimpan semua tas di depan" Ucap Dika menunjuk pada samping kirinya
Tidak ada yang membantah, satu persatu mahasiswa meletakkan tasnya di depan dan hanya menyisakan alat tulis untuk menjawab soal ujian. Setelah itu Dika membagikan lembaran soal ujian pada mahasiswanya.
"Selamat Ujian" Ucap Dika.
.
.
.
__ADS_1
Uni mau Promosi karya baru nihhh 😍
Yang kangen sama Zara dan Angga, mampir dong ke Novel baru uni " AKU PUNYA PAPA"
Bab 1 Surat Perceraian
BRAAAAKKKKKKKK
Brian menggebrak meja dan membuat semua orang begitu kaget, termasuk Zara.
"Bagaimana bisa kamu gak tau hah?! apa kamu buta?! apa kamu amnesia?! sampai tidak mengingat pria badjingan itu!" Sarkas Brian.
Zara semakin tidak suka dengan Brian, selain pemaksa, dia pun tempramen, dan juga kasar.
"Aku bilang, aku tidak tau! jangan paksa aku untuk mengingatnya!" Jawab Zara
"Apa kamu di leceehkan?" tanya bapak Zara dan Zara langsung mengangguk.
"Aarrrgghhh!" Brian berteriak geram
"Kami benar benar kecewa !" Ucap bapaknya Brian
"Sekarang kamu pilih saja, tetap mempertahankan bayi itu atau kau ku ceraikan?!" Sarkas Brian
Deg!
Semua orang terdiam, Zara menatap Brian tanpa merasa takut sedikitpun
"Aku tidak akan pernah membunuh darah daging ku sendiri!" Jawab Zara dengan sorot mata tajam
"Hari ini juga kau ku ceraikan Zara! aku tidak sudi menjadi ayah dari bayi yang kau kandung! enak saja kau lempar tanggung jawab padaku, jelas kau sudah mengandung anak orang lain!" ucap Brian
"Ya! ceraikan aku! aku tidak masalah!" Jawab Zara
__ADS_1
________
Jangan lupa mampir yahhh😘😍