
Beberapa bulan sudah berlalu, kini kehamilan Dinda semakin besar dan tinggal menghitung hari saja. Dinda pun juga sudah mengambil Stop out 1 semester karena ingin fokus lebih dulu pada kelahiran bayi nya nanti dan juga proses pemulihan pasca melahirkan. Dinda juga sudah berkonsultasi dengan pihak Dekan soal ini, beruntung Nilai ujian Dinda tinggi, jadi Pihak kampus memberikan toleransi pada Dinda untuk mengambil stop out tanpa mencabut beasiswa yang dia dapatkan di kampus itu.
"Bang,, hari ini kita cek ke dokter lagi yuk, Hpl tinggal 3 hari lagi tapi Dinda kok belum ngerasa ada tanda tanda mau lahiran ya?" ucap Dinda saat menghampiri Dika yang tengah bersiap untuk ke kampus
"Boleh tapi abang bisanya siang nanti setelah mengajar. Gak papa kan?" tanya Dika
"Iya gak papa. Nanti siang saja setelah abang pulang" jawab Dinda
"Kalau ada apa apa, segera hubungi abang ya..." Dika mengecup kening Dinda saat akan berpamitan pada isterinya
"Iya,, setelah ini, Dinda mau jalan jalan aja di halaman rumah" jawab Dinda
Kemudian Dinda mengantarkan Dika yang akan berangkat ke kampus. Dibawah sudah ada papa, mama Nadira, Sekar dan Fatih yang duduk bersama di depan rumah, sambil melihat Fatih yang bermain bola bersama kakeknya.
Mama Nadira belum sembuh total, namun sudah mengalami banyak kemajuan. Meski bicaranya belum begitu jelas, namun sudah bisa bicara dengan beberapa kalimat. Menulis pun juga sudah bisa di baca dan di mengerti maksudnya
Dika pamit pada Fatih, mama dan papa, setelah itu dia masuk kedalam mobil dan berangkat ke kampus.
"Masih belum ada tanda tanda melahirkan mba?" tanya Sekar
"Belum, siang nanti aku akan kontrol ke dokter, takut ada apa apa" ucap Dinda
"Iya lebih baik di cek ke dokter" jawab Sekar.
Kemudian Dinda berjalan santai di halaman depan, kata dokter, jalan kaki akan mempercepat proses pembukaan. Karena ini pengalaman pertama Dinda melahirkan, dia pun cukup tegang, namun dia akan berusaha untuk bisa melahirkan dengan normal. Dia akan berusaha sekuat yang dia bisa.
**
Waktu sudah berganti siang, Dika baru saja sampai dirumah. Saat dia sampai, Dika sudah melihat Dinda dan Fatih berpakaian rapi dan siap untuk pergi ke dokter. Dika istirahat sebentar, setelah itu barulah mereka berangkat bersama menuju ke rumah sakit. Mereka berharap semua akan baik baik saja.
__ADS_1
Begitu sampai di rumah sakit, Mereka segera turun dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit
"Mama" Dika dan Dinda menoleh ke samping dan melihat Sierra datang ke rumah sakit bersama Gion.
"Fatih?" Sierra nampak canggung dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Mereka disini juga?" tanya Dinda
"Sepertinya mereka juga akan checkup" sahut Dika.
Dika terlihat tidak peduli, mereka langsung masuk dan mendaftarkan diri, setelah itu mereka duduk mengantri bersama yang lainnya. Tak lama Sierra dan Gion masuk lalu mendaftarkan diri setelah itu keduanya duduk mengantri, namun mereka memilih untuk duduk sedikit jauh dari Dika dan Dinda.
Terlihat wajah Gion dingin dan acuh saja tanpa berbincang apa apa dengan Sierra. Wanita itu pun juga memilih untuk diam dan memainkan ponselnya
Fatih berlari menghampiri mamanya sebentar
"Fatih,, iya nak. Mama mau periksa ke dokter" jawab Sierra
"Jadi di pelut mama ada dedek bayi juga? sepelti bunda?" tanya Fatih pada mama sierra
Sierra menoleh ke arah Gion sedangkan Gion terlihat sibuk saja dengan ponselnya
"Iya sudah ada. Makanya mama kesini" jawab Sierra
"Holee,, Fatih akan punya adik lagi" ucap Fatih dan Sierra mengangguk
"Iya,," jawab Sierra
"Ibu Dinda Asmarani" Suster memanggil nama Dinda terlebih dulu, Lalu Dika membantu Dinda beranjak dari tempat duduk dan mereka berjalan menuju ke ruangan dokter
__ADS_1
"Fatih mau ikut gak?" tanya Dika
"Mau,,, " Fatih berlari menyusul Dika dan Dinda yang masuk kedalam ruangan dokter.
Sierra menatap mereka penuh iri, apalagi Dika terlihat begitu perhatian pada istrinya, sedangkan Gion terlihat sangat acuh. Dulu saja Sierra selalu menolak Dika saat dia ingin mengantarnya ke dokter, ternyata sekarang dia malah ingin di perhatikan seperti Dika memperhatikan istrinya.
"Pagi Dokter Dita,," Sapa Dinda
"Pagi,,, gimana,, pagi ini apa sudah ada tanda tanda?" tanya Dokter
"Belum ada dok,,, padahal setiap pagi saya selalu jalan pagi" jawab Dinda
"Ayo kita periksa dulu" ucap Dokter
Kemudian Dinda dituntun Dika untuk berbaring . Setelah itu Dokter melakukan pemeriksaan
"Detak jantungnya masih normal, air ketubannya juga masih cukup dan bagus. Hpl nya 3 hari lagi ya,, gak papa jangan terlalu di fikirkan, relaks saja yah" ucap Dokter Dita.
Saat dokter selesai memeriksa kondisi kehamilan, Dika membantu Dinda untuk turun, namun saat Dinda turun, mereka di kejutkan saat melihat kaki Dinda yang tiba tiba basah.
"Dokterr,,,, "
.
.
.
Lahh mau lahiran kayaknya😍
__ADS_1