
Mobil Dika sudah memasuki area parkiran mobil tak jauh dari rumah keluarga Sierra. Resepsi pernikahan mereka hanya di adakan di halaman rumah keluarga Sierra namun tetap tempat itu di sulap menjadi begitu cantik. Setelah Dimas memarkirkan mobil Dika, mereka pun turun satu persatu, termasuk Fatih.
"Hati hati sayang" Ucap Dika menggenggam tangan Dinda saat akan turun dari mobil
Setelah itu mereka berjalan bersama menuju ke tenda resepsi. Terlihat disana sudah berkumpul banyak orang dan terdengar dengan jelas doa penutup sudah sedang di bacakan. Mereka sampai di sana benar benar di penghujung acara resepsi itu.
"Fatih cama bunda " Ucap Fatih menggenggam. tangan bundanya.
"Iya sayang" jawab Dinda
Tentu mengundang perhatian semua orang , bagaimana tidak. Mereka cukup mengenal Dika yang notabene mantan suami Sierra. Dulu saat pernikahan mereka berdua yang di selenggarakan di gedung juga mengundang para tetangga di sekitar rumah keluarga Sierra. Nampak beberapa orang yang melihat pun tampak berbisik bisik. Dika memasukkan amplop yang dia bawa dan memasukkan kedalam kotak. Setelah itu dia pun menuliskan nama di buku tamu undangan. Bergantian dengan Dimas
"Nak Dika,," Sapa seorang bapak bapak
"Pak Candra, apa kabar pak?" jawab Dika dengan begitu ramah
"Alhamdulillah baik, kamu bagaimana? bapak kira tidak diundang. Sama siapa ini?" tanya Pak Candra bertubi tubi
"Alhamdulillah baik pak, ini saya bawa istri, anak, adik dan adik ipar. Kami masuk dulu ya pak" Ucap Dika dengan sopan.
"Iya, silahkan masuk" jawab pak Candra
Lalu Dika beserta rombongan masuk kedalam dan tepat disana semua tamu sudah bergerak untuk mengambil hidangan makan siang.
"Kita langsung ke pelaminan saja,," Dika menginstruksi semua keluarga untuk langsung menghampiri pengantin tanpa mau duduk ataupun mengantri untuk mengambil makanan. Beberapa tamu yang kenal Dika pun memusatkan perhatian padanya. Semua terheran heran karena mantan suami Sierra datang ke acara itu
Terlihat Pengantin sedang berfoto keluarga, Dika dan yang lainnya sudah semakin mendekat ke pelaminan dan membuat kaget keluarga Sierra dan juga keluarga Gion, terutama ibu dan bapaknya Gion cukup tercengang melihat kehadiran Sekar disana.
"Kenapa wanita itu ada disini?! apa dia diundang?! mama yakin dia pasti belum bisa move on dari anak kita pa!" Mama Gion pada papanya
Sierra dan Gion pun melihat kedatangan mereka. Keduanya tidak terkejut karena memang mereka sudah mengundang mereka, namun Sierra sedikit kaget karena Sekar juga hadir disana, padahal dia tidak mengundang wanita itu.
Fatih naik lebih dulu, diikuti Dika Naik dengan merengkuh pinggang istrinya, dibelakang ada Dimas yang juga melakukan hal sama pada Sekar.
"Kita tunjukkan pada mereka, jika kamu sudah bahagia" ucap Dimas dengan berbisik pada Sekar
"Iya" Jawab Sekar dengan mantap.
"Fatih,," Papa Sierra menyambut cucunya
"Opa, oma, " Jawab Fatih yang tengah di cium opanya karena rasa kangen mereka
__ADS_1
"Kami datang untuk memberikan selamat atas pernikahan mamanya Fatih" ucap Dika pada orang tua Sierra
"Terima kasih" jawab mama Sierra
"Terima kasih Dika, apa boleh Fatih disini ikut kami?" tanya Papa Sierra
"Terserah fatih saja pak" jawab Dika
"Fatih ikut bunda" jawab Fatih berjalan memeluk kaki bundanya
"Tapi oma dan opa kangen, fatih gak kangen sama kami?" tanya Mama Sierra
"Kangen, tapi Fatih ndak cuka om ion" jawab Fatih dan membuat semua orang yang ada di pelaminan itu menoleh pada Fatih
"Fatih,, gak boleh gitu nak, itu juga papa Fatih sekarang" ucap Dinda menasehati Fatih
"Fatih ikut bunda" jawab Fatih
"Maaf pak sepertinya Fatih tidak ingin tinggal" ucap Dika pada orang tua Sierra
"Ya sudah tidak papa,, kami juga tidak akan memaksanya" ucap papa Sierra
Lalu Dika berjalan dan menghampiri Sierra dan Gion yang sudah menunggunya
"Terima kasih!" Jawab Gion sedang sierra menahan tangisnya dengan berusaha tersenyum dan mengangguk.
Dinda juga mengucapkan selamat pada Sierra dan setelah itu dia mengikuti Dika yang sudah menuju ke orang tua Gion.
"Selamat ya " Ucap Dimas pada Sierra dan Gion
"Iya, terima kasih" jawab Gion
"Semoga kalian bahagia" sambung Sekar
"Tentu" Jawab Gion.
"Ayo sayang,,," ucap Dimas mengajak Sekar untuk pergi dari hadapan keduanya. Kemudian mereka berhadapan dengan keluarga Gion
"Selamat dapet mantu ya pak, bu, semoga mantunya sesuai harapan ibu dan bapak" ucap Sekar pada kedua orang tua Gion
"Tentu,, dia lebih baik" sahut mama Gion
__ADS_1
"Kamu kenapa datang kesini? diundang ya? apa karena belum bisa move on dari anak saya?" cetusnya lagi.
Mama Gion tersenyum sinis sedang Sekar tetap biasa saja
"Kami di undang putra ibu sendiri. Dan apa tadi? ibu bilang saya belum bisa move on? astagfirullah bu,, kurang kerjaan sekali. Kenalkan, ini Dimas suami saya. Dia jauh lebih sempurna dari putra ibu" Ucap Sekar sambil melirik sinis pada Gion
"Apa kamu bilang?!" Ibu Gion terpancing emosi karena ucapan sekar, Gion pun yang juga mendengar menoleh kearah Sekar dan Dimas
"Ya, apa perlu saya mengulang? Ibu ingat baik baik yah, saya sudah mendapatkan suami yang jauh lebih sempurna dan mau menerima saya apa adanya, dan mau memperjuangkan saya" ucap Sekar
"Paling kamu hanya ingin memanfaatkan pria kaya untuk melunasi hutang hutang keluarga kamu. Iya kan!" cetusnya lagi. Mereka pun malah jadi pusat perhatian karena ribut ribut di atas pelaminan, Sedang Dika dan Dinda yang baru saja turun membalikkan badan karena mendengar keributan di belakang mereka
"Saya tidak sepicik seperti yang ibu fikirkan, tapi sudahlah, percuma juga menjelaskan pada orang yang hatinya sudah tertutup kabut hitam. Yang jelas saya sudah bahagia. permisi" ucap Sekar pada ibunya Gion
" Ayo sayang, kita pulang,," Sekar menggandeng lengan Dimas dan mengajaknya untuk pergi dari tempat itu.
"Sok sekali! untung dia tidak jadi mantuku! " gumam ibunya Gion.
Dimas dan Sekar sudah sampai di bawah, mereka pun menghampiri Dika, Dinda dan Fatih
"Ayo pulang" ucap Dimas
"Kalian jadi pusat perhatian karena ribut di pelaminan" ucap Dika
"Terserah, aku gak peduli jika membuat keributan. Toh mereka yang duluan, aku hanya membela diri dan membuktikan jika aku tidak lagi berharap pada dia" Jawab Sekar dengan berapi api.
"Ayo kita pergi , kita makan di siang di restoran saja" ajak Dimas menggandeng Sekar untuk pergi lebih dulu. Kemudian Dika, Dinda dan Fatih mengikuti mereka
"Resiko menghadiri pernikahan mantan ya gini" cetus Dika dan membuat Dinda menoleh.
"Untung abang gak ribut juga tadi" sahut Dinda
"Untuk apa? abang sudah punya kamu dan anak anak kita" Jawab Dika dengan tersenyum
"Meleleh hati Dinda bang,,," Dinda terlihat malu malu
.
.
.
__ADS_1
.
Nah, mereka gak makan di pesta, gagal deh minta bawain rendang🥴