
Dika baru saja sampai dikediaman keluarga sierra. Setelah memarkirkan vespanya, Dika berjalan menuju ke pintu masuk
Tingtung
Beberapa saat menunggu, pintu terbuka dan papa Sierra yang membuka pintu itu dengan sedikit kaget
"Dika?"
"Assalamualaikum pak" ucap Dika
"Wa'alaikumsalam, silahkan masuk.. silahkan duduk" jawabnya, lalu kedua nya duduk di sofa ruang tamu
"Ada apa Dik?" tanya Papa Sierra
"Begini pak, saya tidak ingin basa basi lagi. Saya rasa sierra sangat keterlaluan,,," ucapan Dika terpotong
"Sierra? memangnya apa yang dia lakukan?" tanya nya bingung
"Dia tiba-tiba datang dan tinggal dirumah saya. Apa itu pantas?! meski dia bersama fatih , tapi kami tidak ada hubungan apa-apa lagi. Dan juga saya menjaga perasaan bundanya fatih" ucap Dika terus terang
"Bundanya fatih? kamu sudah menikah lagi?" tanya papa Sierra
"Iya pak, wanita yang pernah saja ajak menjemput fatih waktu itu adalah istri saya. Tolong jemput sierra karena dia bersikeras tidak mau pergi" jawab Dika
"Tapi,,, sierra bilang dia menginap dirumah temannya setelah kami pulang kemarin" jawab Papa Sierra
"Tidak. Dia dirumah saya" jawab Dika
"Dasar anak itu! bisanya bikin malu saja!" Geram papa Sierra
"Ya sudah bapak akan menjemput Sierra pulang!"
"Baik pak, kalau begitu saya pamit pulang" ucap Dika
Setelah pulang nya Dika, papa sierra bersiap-siap untuk menjemput putrinya yang baddung itu. Usianya sudah bukan remaja, tapi tingkahnya masih kekanakan.
"Mau kemana pa?" tanya Mama sierra saat melihat papa mengambil kunci mobil
__ADS_1
"Menjemput anak mu!" Sungut papa
"Maksud papa sierra?!" tanya Mama
"Ya! siapa lagi yang sering bikin malu keluarga?! mama tau, ternyata dia tinggal dirumah Dika!"
"Apa?! bagaimana itu bisa terjadi pa?! apa Sierra akan balik lagi dengan mantan suaminya yang penjual mie ayam itu?! mama Gak mau pa!" sahut mama sierra
"Masih mending penjual mie ayam! daripada si Anton yang kerjanya cuma tukang selingkuh! Si Sony tukang morotin sierra! dan siapa lagi itu Si Donny yang katanya CEO perusahaan tapi ternyata tukang tipu dan sekarang mendekam di penjara! papa rasa Sierra sudah lelah mencari pria pengganti Dika sampai dia mau balik lagi dengannya! Dia yang minta cerai, tapi dia sendiri yang datang kesana lagi! kalau tidak tau mau apa namanya?!" ucap papa sierra
"Gitu-gitu juga anakmu pa!" sahut mama
"Dia terlalu di manjakan sejak kecil! Sudah Mau ikut atau tidak?!" tanya papa
"Ikut! mama mau siap-siap dulu" jawab mama sierra
Setelah selesai bersiap, kedua orang tua itu pun berangkat ke rumah dika untuk menjemput anak mereka.
Sementara itu Dika sudah sampai dirumah. Sampainya dirumah, dia disambut manis oleh Sierra namun lagi-lagi Dika tidak menganggap wanita itu ada. Dika tidak melihat Fatih, mungkin saja anak itu sudah tidur, tak lama Dinda keluar dari dapur dan melihat Dika yang sudah berada didalam rumah
"Iya, fatih mana?" tanya Dika kepada Dinda
"Fatih tidur mas, tadi tidur sama aku" sahut Sierra
"Abang mau ganti baju dulu ya" ucap Dika kepada Dinda
"Iya,, Dinda tadi buat Es lemon tea, mau?" tanya Dinda
"Mau, bawa ke kamar ya"
Setelah mengatakan itu, Dika masuk kekamarnya sementara Dinda ke dapur. Sierra yang tidak dianggap pun semakin geram dibuatnya. Lalu Sierra menyusul Dinda ke dapur
"Sini, biar aku yang memberikannya pada mas Dika!" ucap Sierra
"Kenapa harus mba? istrinya bang Dika itu aku, bukan mba! Mba itu cuma mantan !" Sahut Dinda yang kemudian meninggalkan Sierra memanas.
"Sial!! Beraninya dia sama aku!"
__ADS_1
Dinda masuk kedalam kamar dan dia melihat Dika yang sudah berganti pakaian.
"Bang,, ini es nya" Dinda ikut duduk di tepian tempat tidur bersama Dika yang kemudian mengambil gelas dan meminum es buatan dinda lalu berdoa dan meminumnya
Cegluk cegluk cegluk
"Emmm segerrrr" ucap Dika yang kemudian meletakkan gelasnya.
"Makasih ya,," ucap Dika
"Sama-sama ba,,,," Dinda terdiam tidak bisa melanjutkan ucapannya saat Dika sudah menyatukan bibir mereka. Dika menarik Dinda pelan dan semakin memperdalam nya. Dinda yang belajar dari Dika pun mencoba membalasnya. Mendapat respon dari Dinda, Dika pun semakin membuat Dinda hanyut kedalamnya.
Perlahan Dika mendorong Dinda hingga terlentang di atas tempat tidur mereka tanpa disadari oleh Dinda, di terhanyut hingga menurut saja dan membuat Dika semakin berani menyentuhnya.
"Abangg,,,,"
Panggilan itu sangat Indah, membuat Dika yang awalnya hanya ingin menyentuhnya sedikit, jadi kebanyakan.
Sierra yang sedari tadi mengintip, semakin dibuat kesal saat matanya melihat sendiri Dika menyentuh wanita lain selain dirinya.
"Abanggg,,,,,"
Blam!
Sierra yang kesal dan marah pun langsung membanting pintu kamar Dika.
.
.
.
.
.
Selamat menunaikan ibadah puasa yah semua🙏 Mungkin updatenya ganti malam yah,,,, ☺️
__ADS_1