Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Mantanmu


__ADS_3

Zara yang baru saja keluar dari kelas, langsung di kaget kan saat melihat Angga yang duduk di depan kelasnya. Tatapan keduanya bertemu, namun Zara segera menunduk lalu membuang pandangannya kesamping sebentar lalu mengangkat wajahnya dan berjalan menghampiri Angga. Sebenarnya Zara sedikit gugup


"Kita berangkat sekarang kak?" tanya Zara


"Iya" Jawab Angga


Kemudian keduanya berjalan beriringan menuju ke parkiran


"Naik mobil ku saja kak" ucap Zara


"Lama, jalanan juga macet. Kita naik motorku saja, biar mobilmu disini, nanti kita balik lagi ke kampus setelahnya" jawab Angga


"Oh iya, boleh. Ini alamat rumah pak Dika" jawab Zara yang kemudian memberikan kertas kecil pada Angga. Lalu Angga membaca alamat itu dan memberikan helm yang di pinjamnya dari satpam kampus untuk Zara.


"Ayo naik" Ucap Angga dan Zara sedikit kesulitan, karena baru pertama kali menaiki motor Ninja milik Angga.


"Cepat naik" Angga menoleh pada Zara yang masih berdiri menatap motornya


"Anu kak, ini tinggi banget e. Susah naiknya. Naik mobilku aja ya kak. Gak papa aku yang nyetir" Zara menggaruk kepalanya dengan cengir kuda


"Udah naik ini aja! naikin satu kaki kiri kamu, kamu pegangan bahu aku terus naik!" tutur angga


Zara menurut dan mencoba untuk naik dengan mengikuti instruksi Angga, benar benar menyiksa sampai saat Zara berhasil naik malah dia hampir jatuh ke samping, untung saja Zara langsung berpegang erat satu tangannya pada pundak Angga sebelah.


"Hah! untung gak jatuh!" Ucap Zara deg deg an karena takut jatuh


Sementara Angga tersenyum kecil melihat begitu takutnya Zara naik motor ninjanya. Angga menebak pasti ini adalah pertama kali bagi Zara


"Baru pertama kali naik motor?!" tanya Angga


"Enggak sih! biasanya aku naik motor matic gak setinggi ini" Jawab Zara sambil membenarkan helmnya


"Pegangan, nanti kamu terbang lagi kebawa angin!" kekeh Angga


"Oh iya!" Jawab Zara bingung lagi harus berpegang apa. Belum sadar dari lamunannya Angga sudah menjalankan motornya hingga membuat Zara limbung kedepan dan langsung membuatnya menabrak punggung lelaki itu. Spontan saja Zara memeluknya dan membuat keduanya diam dan hanyut dalam fikiran masing masing. Zara sangat ketakutan karena benar, anginnya begitu kencang sementara Angga sekilas menatap tangan mungil gadis itu yang memeluknya semakin erat.


Di tempat lain,,,,


Dinda baru saja keluar setelah menidurkan Fatih di kamarnya. Kemudian Dinda menghampiri Dika dan membantu nya melayani para pembeli.


"Ini pesanannya ya pak," Dinda memberikan kantong plastik putih pada tukang ojol


"Ini uangnya mbak"


"Terima kasih" Dinda mengambil uang itu dan memasukkan kedalam laci.


Sementara Dika mengantarkan mie ayam ke meja pembelinya.

__ADS_1


"Dinda,, abang ke apotek depan dulu ya. Abang mau belikan vitamin buat kamu" ucap Dika melepas celemek yang di kenakannya


"Iya bang, Dinda bisa kok ngeracik mie ayam kalau ada yang beli" jawab Dinda


"Gak papa ya, abang tinggal sendiri sebentar?" ucap Dika


"Iyah" Jawab Dinda dengan tersenyum


Kemudian Dika pamit dan pergi meninggalkan Dinda untuk membelikannya Vitamin di apotek. Sementara Dinda masih duduk di meja kasir sambil menunggu datangnya pembeli.


Satu persatu pembeli sudah selesai makan dan membayar di meja kasir, setelah itu mereka pulang dan Dinda membereskan bekas makan mereka dan membawanya ke belakang. Tak lama Zara dan Angga sampai juga di depan rumah Dika


"Kayaknya ini rumahnya" ucap Angga saat melihat sebuah rumah yang di depannya tempat jualan mie ayam


"Iya kak, kayaknya ini. Itu ada benner nya" Jawab Zara yang kemudian dengan cepat turun .


"Itu Dinda" Ucap Zara saat melihat Dinda keluar rumah


"Dinda!"


Dinda melihat ke jalan dan disana Zara melambai lambai sembari berlari menghampirinya, sementara Angga memarkirkan motornya di depan jalan


"Zara?!" Dinda terlihat kaget melihat kedatangan Zara dan Angga yang tak biasa


"Kamu lagi apa?! kamu buka warung mie ayam ya?!" Ucap Zara


"Terserah kamu aja" jawab zara melihat lihat tempat itu


"Oke tunggu sebentar ya" jawab Dinda yang kemudian akan membuatkan minum untuk Zara dan angga.


"Kalian kenapa kesini? barengan lagi,," kekeh Dinda


Zara terlihat salah tingkah, sedang Angga bersikap biasa saja. Lalu Dinda membawakan es teh dan menyuguhkan untuk teman temannya


"Diminum dulu, pasti haus kan? habis panas panasan tadi" ucap Dinda


"Makasih" Jawab Zara dan Angga bergantian


"Dinda,, ada hal penting yang ingin kami tanyakan" ucap Zara


"Apa?" tanya Dinda penasaran


"Kamu kenal Tasya anaknya pak Sekda?!" tanya Angga buka suara


"Tasya?!"


"Oh,, kenal cuma gak deket. Aku pernah ketemu waktu makan malam dirumah keluarga pak Dika. Dia dijodohkan sama Dimas, adiknya pak Dika" Jawab Dinda

__ADS_1


"Mantan kamu itu?!" Sungut Angga


"Iya. Memangnya ada apa sih?! kok tanya dia?!" Jawab Dinda bingung


"Wah kayaknya, ada kemungkinan Tasya yang pengen jatuhin kamu Din! Soalnya sehari sebelum kamu di keluarkan, Dia nemuin pak Dekan di kampus. Aku dapet info ini dari mba Sari yang jaga didepan ruangan Dekan" Sambung Zara


"Ya! aku juga sependapat dengan Zara. Ada kemungkinan begitu. Karena dari hasil ujian kamu juga semuanya tidak ada manipulasi. Ini lihat, hasil pemeriksaan tim penerimaan mahasiswa baru" Angga memberikan bukti yang dia punya.


"Tapi kenapa dia melakukan itu?!" ucap Dinda


"Kalian ada disini?!" Dika baru saja kembali dan melihat ada Zara dan Angga


"Pak Dika,,, iya pak, kami ada perlu sama Dinda" jawab Zara dengan tersenyum santun


"Oh,, kalian sudah makan? saya buatkan mie ayam ya" tawar Dika lagi


"Boleh pak, kalau gak ngerepotin" Jawab Zara lagi sementara Dinda dan Angga diam saja


"Ini Vitamin nya sayang" Dika memberikan vitamin yang di belinya tadi kepada Dinda


"Makasih yah" jawab Dinda dengan tersenyum


"Iya" Jawab Dika yang kemudian meninggalkan mereka bertiga


"Sweet banget yah pak Dika!" ucap Zara menatap kepergian Dika


"Kamu sakit?" tanya Angga


"Kecapekan aja, Eh sampai mana tadi?" ucap Dinda kembali pada topik utama


"Menurutku, ada hubungannya dengan tasya tadi,,! ada masalah apa kamu sama dia?" tanya Zara


"Apa ya? aku gak ngerti juga" jawab Dinda


"Menurutku! ini ada kaitannya dengan mantanmu!" sahut Angga


.


.


.


.


.


Selamat pagi,😍

__ADS_1


Makasih yahh yang sudah mampir🤗


__ADS_2