
Sekar benar benar malu dan tak sanggup untuk menjawab pertanyaan bocil satu itu. Rasa nya dia ingin tenggelam saja ke dasar lautan karena sangat malunya. Wajah nya pun sudah sangat memerah dan hanya bisa bersembunyi di balik lengan Dimas yang berdiri di samping nya
"Fatih,, kaki nya aunty lagi sakit. Udah biarkan aunty ke kamar, jangan tanya tanya lagi" ucap Dimas menjawab pertanyaan Fatih
"Fatih cuma tanya aja, om mac kok malah?!" sahut Fatih
"Om gak marah" jawab Dimas
Dengan cepat Dimas mengantar Sekar ke kamar mama.
"Bahahahaha!" Dika sudah tidak kuat lagi untuk tidak tertawa
"Ayah napa teltawa?" tanya Fatih
"Gak papa,, Ayah hanya mengingat hal lucu saja" Kilah nya.
Tak lama Dimas sudah keluar dari kamar mama dan menghampiri Dika dan Papa
"Apa ketawa?! abang kira aku gak denger?!" Dimas terlihat sebal pada Dika
"Gak papa,, haha haha" kekeh Dika lagi
"Sudah sudah, kita bahas hal lain saja" Papa menengahi keduanya, lalu Dimas duduk bersama yang lain nya.
Sedangkan Sekar tengah baru masuk ke dalam di kamar mama. Dinda melihat Sekar pun terlihat menahan senyum
" Mba kenapa begitu?" tanya Sekar pada Dinda saat melihat Dinda menahan senyum
"Itu,, kelihat ada bekas,,," Dinda menunjuk pada leher nya dan Sekar pun ikut memegang lehernya sendiri
Deg!
"Maksud mba?" ucap Sekar baru mengerti
"Iya,," Kekeh Dinda
Sekar membulat lalu menurunkan rambut nya yang tengah di ikat. Sekar merasa sangat malu, benar benar malu hari itu. Dalam hati dia merutuki Dimas yang bisa bisanya meminta hak nya di siang bolong seperti ini. Akhir nya kan malah membuat malu begini.
__ADS_1
"Menyebalkan" gumam Sekar lirih
"Siapa yang menyebalkan?" tanya Dinda
"Eh,, em itu,, Dimas hehe" Ucap Sekar
"Hehe,, maklum pengantin baru" kekeh Dinda dan Sekar tersenyum tak enak.
Kemudian Sekar ikut duduk dan berbincang bersama Dinda
"Mama belum bangun?" tanya Sekar
"Belum,," jawab Dinda
"Gimana kalau nanti mama sudah sadar tapi tidak mau kita temani? aku sampai kepikiran" ucap Sekar
"Mudah mudahan gak begitu, kita doakan saja mama segera sembuh dan bisa menerima kita jadi mantunya" jawab Dinda
"Iyah,, tapi kan bisa saja mama masih gak mau nerima" ucap Sekar
"Ya sudah kalau belum mau tinggal kita keluar dari rumah ini dan kembali ke rumah masing masing,, itu kalau mama masih gak mau lihat kita hehe" jawab Dinda
Mereka terus berbincang sambil sesekali melihat mama. Sementara di luar, para pria juga tengah berbincang bincang, banyak hal yang mereka bahas, sesekali terdengar gelegar tawa. Kemudian Fatih berlari ke kamar neneknya karena merasa tidak di perhatikan oleh ke tiga pria dewasa disana.
"Oh iya bang, Aku bertemu dengan,, emm siapa ya,, emm ,, ah iya Gion. Mantan nya Sekar" ucap Dimas
"Gion?! ketemu dimana?" tanya Dika
"Dirumah sakit, dia mau nikah sama mba Sierra besok. dan kami di undang. Cih kalau aku gak akan datang!" ucap Dimas
"Abang sudah tau itu,, saat kami bertemu di Bintaro, dia mengundang abang juga" ucap Dika
"Ngapain ke Bintaro?" tanya Papa
"Dika ada kerjaan Sedikit pa, sekalian ngajakin Dinda libur weekend, eh disana malah ketemu Gion dan Sierra. Ada Fatih juga lagi disana" jawab Dika
"Jadi abang akan datang? kalau aku ogah" tanya Dimas
__ADS_1
"Kenapa begitu? tidak boleh menaruh dendam pada orang lain. Mungkin besok abang akan tetap datang. Bagaimanapun dia tetap mamanya Fatih" Jawab Dika
"Aku cuma gak seneng aja dengan si Gion itu! lagaknya sok banget! yah 11 12 lah, cocok" ucap Dimas
"Mungkin sudah jodoh nya" sahut Dika
"Jadi kamu besok gak dateng sama Sekar?" tanya papa
"Kayaknya gak pa, tapi ntahlah gimana Sekar" jawab Dimas
"Kalau kamu dateng, kamu bisa nunjukin ke mereka kalau Sekar sudah move on dan dapet pria yang lebih baik dari Gion" ucap papa
"Papa bener juga ya! kayak abang, yang sudah bisa benar benar move on dari wanita itu! baik lah,, Dimas akan fikir fikir lagi ide papa" Jawab Dimas
"Tapi mama gimana pa?" tanya Dika
"Besok kan hari minggu, papa dirumah, dan dirumah ini juga banyak orang. Kalian tidak perlu khawatir. Toh hanya sebentar, memangnya kalian mau berapa lama kondangannya? mau sampai bantu bersih bersih? enggak kan?" kekeh papa
"Haahaha,, Dateng nya agak siang, pas sampai langsung makan! ahahahah!" Dimas tertawa terbahak bahak
"Itu kebanyakan orang pada umumnya. Datang belakangan tapi makan maunya duluan. Cukup datang dan bertemu sebentar, setelah itu langsung pulang. Abang rasa itu sudah lebih dari cukup" jawab Dika
"Ya abang benar,,, daripada harus berdesak desakan mengantri makanan, makan di rumah sendiri lebih puas" jawab Dimas
"Padahal papa mau bilang, jangan lupa bawain papa rendang"
"Hahahaaahahahaahha!"
ketiganya kembali tertawa bersama mendengar ucapan papa Dirdja. Jadi besok Dika dan Dimas memutuskan untuk menghadiri pesta pernikahan Gion dan Sierra.
.
.
.
.
__ADS_1
Kalian mau ikut gak?! kalau mau ikut, siap siap gih🤭🤣
Maaf baru update, nulisnya nunggu anak bayi tidur☺️🤗 Boleh dong uni minta di Vote hehe hari senin ini, makasih sayangku😍