Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Emansipasi Wanita


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Dika, Dinda dan Fatih sudah sampai di kampus. Lalu Dinda berpamitan kepada Dika "Bang, Dinda masuk dulu ya,,," Ucap Dinda sambil mencium punggung tangan Dika


"Iya, semangat ya belajar nya" Jawab Dika dan mereka saling melempar senyum


"Iya bang, Abang juga yang semangat jualannya. Semoga warungnya hari ini rame!" ucap Dinda


"Aamiin" jawab Keduanya


"Fatih, Bunda kuliah dulu ya. Jangan buat pusing ayah. Nanti kita sama sama lagi setelah bunda selesai kuliah." Ucap Dinda sambil mengusap usap kepala putra sambungan itu


"Oke Unda!" Jawab Fatih dengan cepat dan tersenyum manis kepada bundanya


"Good boy!" sahut Dinda


"Assalamualaikum" Ucap Dinda dengan melambaikan tangan kearah Dika dan Fatih


"Wa'alaikumsalam" Jawab Dika membalas salam Dinda dan setelah itu Dinda berjalan cepat menuju ke kelasnya. Hari ini Dinda ingin berbaikan dengan Zara. Dia tidak mau memiliki masalah dengan siapapun di kampus itu, apalagi Dinda masih mahasiswa baru. Niat nya kuliah untuk menuntut ilmu dan mengejar cita cita nya bukan mencari musuh.


Melihat Dinda sudah semakin jauh, Dika mengajak Fatih untuk keruang Dosen.


"Do, nitip Fatih ya, aku mau ngajar kelas pagi" ucap Dika kepada Edo


"Oke!" Jawab Edo yang tengah mengetik berkas mahasiswa nya


"Boy! ayah Ngajar dulu ya, kamu disini jangan rewel. Ini mainan mu" Dika mengeluarkan mainan Fatih dari dalam tasnya, selain mainan Dika juga mengeluarkan cemilan dan susu untuk putranya, setelah itu Dika mengambil buku dan absen lalu berjalan keluar menuju ke kelas.


Dinda yang baru masuk kedalam kelas melihat Zara yang tengah berbincang bersama salah satu teman kelas mereka, lalu Dinda menghampiri Zara dan duduk di sebelahnya.


"Ra, aku mau ngomong sama kamu" ucap Dinda


"Ngomong apa sih?!" cetus Zara


"Kamu kenapa sih jauhin aku gini? apa salahku? kalau kamu gak bilang, aku gak ngerti. Aku udah mikir sejak kemarin, tapi aku masih gak ngerti, salahku dimana?. Kalau perkataan ku menyinggung perasaanmu, aku minta maaf" ucap Dinda

__ADS_1


Zara memutar mata jengah pada Dinda


"Aku males temenan sama kamu! wajah aja sok lugu, tapi gak selugu itu ternyata! gak setia kawan!" sungut Zara


"Maksud kamu apa Ra? gak setia kawan gimana? dari awal kita kenal, aku bareng terus sama kamu, aku temenin kamu kemana mana" Jawab Dinda


"Oh iya?! terus kemarin apa?! kamu bilang gak bisa nemenin aku ke kantin, ternyata sibuk pacaran di belakang gedung perpustakaan!" jawab Zara dengan nada ketus


"Pacaran?!"


Deg!


Dinda langsung teringat, kemarin dia bertemu dengan Angga dan di seret ke belakang gedung perpustakaan.


"Ohh kemarin, aku,, aku gak pacaran Ra, aku cuma ngobrol sebentar sama Angga. Aku,,,"


"Apa?!"


"Udah lah, jujur aja kalau kamu juga suka sama kak Angga kan?!" ucap Zara


"Ha ha ha! kamu suka yah?! jujur deh!" ledek Dinda pada Zara


"Jadi ceritanya kamu cemburu sama aku?! hahaha,, tenang aja Zaraaaa, aku gak suka sama Angga. Beneran aku kemarin gak pacaran sama Angga, cuma ada sedikit masalah aja, jadi aku mau memperjelas aja kemarin. Udah tenang aja,,, kalau suka sama angga bilang dong!" ucap Dinda dengan terkekeh


"DINDA ASMARANI!!!!"


"Mulut kamu yah!!" Sahut Zara malu karena Dinda bicara terlalu keras. Zara pun menutup mulut Dinda yang masih terus tertawa


"Udah ah males!" Zara melepaskan Dinda dan bersikap kesal untuk menutupi rasa malunya


"Hehe,,, jadi kamu gak marah lagi? kita baikan lagi?" tanya Dinda menyenggol lengan Zara


"Hem" Sahut Zara

__ADS_1


"Hem apa Ra? aku gak ngerti? haha" jawab Dinda


"Ck! iya iya,,, kita baikan" Jawab Zara


"Maafin aku ya,,udah kasar sama kamu kemarin" Ucap Zara mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Dinda


"Iya, maafin aku juga ya Zara" Jawab Dinda dan mereka berdua tersenyum.


"Kalau kamu mau di comblangin sama Angga, aku mau jadi makcomblangnya, hahaha" kekeh Dinda lagi


"Apaan sih! gak perlu!" ketus Zara merasa malu


"Iya juga gak papa sih Ra! mungkin Angga masih jomblo! siapa tau jodoh!" jawab Dinda


"Ish! memalukan! mau di taruh dimana muka ku hah? masak aku duluan yang deketin dia!" jawab Zara menutup wajahnya dengan buku dan Dinda tertawa saja melihat Zara salah tingkah


"Ck! Emansipasi wanita Ra!" Jawab Dinda


"Auk ah gelep!" Sahut Zara masih malu


"Hihihihi" Dinda cekikikan


"Assalamualaikum"


Deg!


.


.


.


.

__ADS_1


Pak Dosen udah masuk kelas, semua orang terdiam!🤐


__ADS_2