Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Suka yang Kecil daripada yang Besar


__ADS_3

Dika baru saja sampai di sebuah gedung perkantoran milik pak Agung. Begitu masuk ke lobby, Dika sudah di sambut ramah oleh resepsionis. Kemudian Dika diantarkan oleh pegawai resepsionis itu menuju keruangan pak Agung.


"Sebentar ya pak" ucapnya sopan lalu pegawai itu mengetuk pintu ruangan bossnya dan menyampaikan bahwa Dika sudah sampai. Tak menunggu lama Mas Tedja mempersilahkan Dika untuk masuk.


"Assalamualaikum mas Tedja" sapa Dika dengan ramah


"Wa'alaikumsalam mas Dika, silahkan duduk" ucap nya, kemudian keduanya duduk di sofa tamu


"Mau minum apa?" tanya Tedja


"Tidak perlu repot repot mas" jawab Dika


Lalu Tedja mengambil minuman dingin yang ada di ruangannya dan memberikan kepada Dika


"Oh iya mas Dika, saya sudah buatkan kontrak perjanjian kerjasama kita. Sebentar ya" ucap Tedja yang kemudian mengambil map coklat dan memberikan kepada Dika


"Ini penawaran yang kami ajukan mas, silahkan pelajari dulu" ucap Tedja


Dika membaca dengan teliti perjanjian kerjasama diantara mereka berdua


"Loh mas, kok anda hanya mengambil 5% dari laba bersih?" tanya Dika


"Tidak apa apa,, bagi kami sudah cukup mas Dika. Amanah bapak pada saya, kami hanya ingin membantu mengembangkan usaha mas Dika. Anggap saja 5% itu nanti untuk membantu menggaji pelayan resto yang dibagian mie ayam mas Dika" ucap Tedja


"MaasyaaAllah,, sungguh baik hati pak Agung dan mas Tedja, saya sampai bingung mau bagaimana lagi untuk berterima kasih" ucap Dika


"Kami yang harusnya berterima kasih pada mas Dika, Mas Dika orang yang baik. Maka Allah balas dengan kebaikan juga. Kami pun banyak belajar dari kebaikan yang mas Dika berikan pada kami. Jadi bagaimana? apa mas Dika sudah setuju? jika sudah silahkan tanda tangan" ucap Tedja


Dika masih tidak percaya dengan semua yang dia terima,


"Mas,," ucap Tedja mengagetkan Dika


"Oh iya iya,, terserah mas saja" jawab Dika


"Hehe,,, silahkan tanda tangan mas,, setelah itu saya" ucap Tedja

__ADS_1


Kemudian Dika menandatangani kontrak kerja sama itu lalu di sambung Tedja.


"Kapan mas Dika ada waktu untuk ke berkunjung ke resto saya yang Bintaro?" tanya Tedja


"Weekend bagaimana?" jawab Dika


"Boleh juga, sekalian kita persiapan untuk disama mas" jawabnya


"Tapi saya izin istri saya dulu ya mas, soalnya istri sedang hamil dan agak susah di tinggal jauh" ucap Dika


"Hahaha,, iya mas tanya saja dulu ke mba Dinda. Saya juga sudah pengalaman, istri saya hamil maunya nempel terus, cemburuan lagi. Hahah jadi nostalgia deh" jawab Tedja


"Hehe iya mas" Jawab Dika


Obrolan terus berlanjut hampir satu jam lebih Dika berada di kantor pak Agung. Kemudian Dika pamit karena waktu juga semakin sore dan dia harus menjemput Dinda dan Fatih di rumah mertuanya. Setelah berpamitan, Dika pun langsung menjalankan mobilnya meninggalkan perusahaan itu.


**


Dimas sudah bersiap untuk pulang, namun gerakannya tertahan saat pintu ruangannya bergerak karena ada seseorang yang mendorongnya.


"Dimas,, apa saya boleh masuk?" tanya Monica


"Silahkan bu, ada apa?" tanya Dimas yang kemudian menghampiri Monica yang duduk di sofa, lalu Dimas juga ikut duduk disana. Tak tanggung, ibu Monica menggeserkan duduknya hingga merapat pada Dimas


Dimas merasa tidak nyaman dengan posisinya saat ini


"Ada apa ya bu?" tanya Dimas langsung


"Jangan panggil ibu, saya jadi merasa tua. Panggil saja monic" ucapnya


Dimas mengernyitkan keningnya


"Saya tidak enak jika hanya memanggil nama saja. Ada apa?" tanya Dimas lagi


"Emm,, minggu depan perjalanan ke Singapur, kamu temani saya ya,," ucap Monic

__ADS_1


"Hah?!!" Dimas kaget didalam hatinya. Dia sedikit ilfil dengan bossnya yang lebih tua darinya itu, terlebih seorang janda yang terlihat genit.


" Maaf bu, Saya di kantor saja. Kan ada Adam yang biasa nemenin ibu. Dia kan assisten ibu" ucap Dimas dengan sopan


"Ah, kamu ini, saya pengennya ditemenin kamu" Monic menjatuhkan Tangannya di paha dimas dan membuat Dimas merinding


"Tidak bisa bu, karena saya sudah ada janji dengan calon isteri saya untuk kerumah" Dimas menyingkirkan tangan nakal monic diatas pahanya.


"Calon isteri?!" Monica terlihat kaget


"Iya bu, Tolong jangan begini" ucap Dimas


"Bukannya kamu gagal nikah?!" tanya monic dengan memepet Dimas hingga memperlihatkan belahan besar dan pahaa mulus miliknya.


"Ini tidak betul!" batin Dimas berontak


"Itu dulu bu, sekarang tidak, saya baru saja melamar kekasih saya" jawab Dimas dengan tegas


"Apa dia lebih cantik , lebih besar dan seksii dari saya?" tanya Monic masih memojokkan Dimas sambil menempelkan tangan dimas diatas pahaanya


Dimas gelagepan dan langsung menarik tangannya


"Maaf bu, saya suka yang kecil daripada yang besar!" jawab Dimas yang terlihat sangat gugup


"Ya Sudah kalau begitu!" Jawaban ketus Monic sebelum pergi


.


.


.


.


Senin ini, uni boleh dong minta di kasih Vote kalian😍

__ADS_1


__ADS_2