
Dinda membuka kulkas dan melihat bahan makanan didalam sana. Dia berfikir sejenak tentang makanan apa yang akan dibuatnya siang ini.
"Masak apa?!" tanya Dika membuat dinda kaget dan meremang saat dika terlampau dekat di belakangnya. Bahkan wajah dika sejajar dengan wajah dinda yang tengah melihat isi kulkas.
"Ka..lau ikan Gurame asam ma..nis gimana bang?" sungguh jantung dinda kembali berdetak begitu cepat, pikirannya kembali pada beberapa saat lalu saat Dika menyentuhnya lebih
"Boleh, Fatih juga suka" jawab Dika dengan sengaja menjulurkan tangannya menuju ke dalam kulkas untuk mengambil ikan gurame, Sementara Dinda tidak berani bergerak sama sekali bahkan kini pipi keduanya sudah saling bergesek
"Abang yang bersihin ikannya ya" ucap dika bersikap biasa saja. Padahal dia bisa merasakan saat ini Dinda begitu tegang dengan wajah sudah merona parah.
"I,,iya" jawab Dinda
Dika tersenyum kecil lalu mengambil pisau dan mulai membersihkan ikan gurame, barulah Dinda bisa bernafas lega saat dika tak lagi mengungkungnya. Dengan cepat dinda menyiapkan bumbu untuk ikan dan juga saosnya.
"Din,, ini di fillet ya ikannya?" tanya Dika
"Iya bang,,," jawab Dinda
Keduanya sama-sama fokus pada tugas mereka masing-masing. Tidak membutuhkan waktu lama, dika sudah menyelesaikan tugasnya
"Ini ikannya" ucap Dika
"Taruh disitu aja bang, nanti dinda goreng pake tepung" jawab dinda sedang mengulek bumbu. Pikiran Dika sudah menjalar kemana-mana saat melihat Dinda memegang ulekan itu dan mengulek bumbu-bumbu.
"Sayurnya apa nanti" ucap dika mengalihkan pikirannya ke hal yang lain
"Cah kangkung udang, nanti ada tempe dan tahu goreng juga. Itu udang sama Kangkungnya udah dinda bersihkan bang didalam wadah toverweree, tahunya juga udah di bumbu, tinggal tempe aja yang belum di potong" ucap dinda
"Ohh begitu,,," lalu Dika mengeluarkan bahan makanan yang akan dinda masak tadi dan membawanya di atas meja. Dika begitu senang karena dinda ternyata sangat rajin dan bersih dalam kerjaan dapur. Semua bahan makanan tersimpan rapi didalam kulkas dengan post masing-masing, sehingga kulkas tetap rapi dan tidak bau. Semua bahan pun juga tinggal ambil dan tinggal memasak saja.
"Bener-bener Istri idaman" batin dika saja
Dika terlihat mondar mandir mengambil ini dan itu. Hal itu cukup membuat gerakan dinda sedikit terbatas.
"Abang,,,,"
"Iya din? ada apa?" tanya dika saat berada di dekat dinda dan tengah memotong Cabai
"Abang mondar mandir terus, dinda gak biasa masak berdua, jadi agak riweh" jawab Dinda
"Jadi abang ganggu nih?" tanya dika
"Enggak,,, maksud dinda, abang jangan mondar mandir terus, nanti ketabrak, gitu aja" jawab Dinda
"Gak papa abang rela di tabrak kamu" jawab dika setengah menggoda dinda
"Bang,,,,,!"
"Iyaaa dinda,,,,,?!"
Dinda menghela nafas berat dan memilih tidak berkomentar lagi. Lebih baik dia fokus pada masakannya. Sementara dika terlihat begitu senang saat setelah menggoda dinda.
Beberapa saat kemudian makanan sudah terhidang diatas meja, Dika sudah menunggu di meja makan sementara dinda memanggil fatih dan mengajaknya makan siang bersama. Semua terlihat begitu lahap saat menyantap makan siang mereka kali ini. Semuanya dibuat dengan penuh cinta.
"Macakam unda enyaaaaakkkkkk, antap!" ucap Fatih mengacungi 2 jempolnya untuk Dinda
__ADS_1
"Makasihhh ,," ucap Dinda dengan tersenyum
"Ohh jadi cuma bunda ya yang masak tadi?" protes Dika
"Eh iya,, tadi kan ayah juga ikut masak, nilainya di bagi deh, 50:50 ya" ucap Dinda dan mereka tersenyum bersama.
Makan siang bersama telah usai, Dika sudah bersiap ke musholah, sementara Dinda membereskan meja makan dan setelah itu juga bersiap untuk beribadah.
**
"Abang mau kemana?" tanya dinda saat melihat dika yang sudah rapi keluar dari kamarnya
"Abang ada kerjaan, gak papa kan abang tinggal sama fatih?"
"Iya bang gak papa" jawab Dinda
"Assalamualaikum" ucap Dika
"Wa'alaikumsalam" jawab Dinda mengantarkan ke depan
"Abang tunggu" ucap Dinda dan Dika menoleh
"Ada apa?!" tanya Dika
Dinda mengulurkan tangannya dan disambut oleh Dika dengan bingung, lalu Dinda mencium punggung tangan Dika sebentar lalu melepaskannya
"Hati-hati yaa" ucap Dinda
Dinda mematung saat Dika mengecup kening Dinda sesaat
"Iya,, " jawab Dika mengintip dengan tersenyum pada wajah dinda yang sudah merona
"Abangggggg!" ucap Dinda malu dan langsing menutup kedua pipinya.
Dika tersenyum manis lalu berjalan keluar menuju vespanya. Sebelum melajukan vespanya, Dika melihat Dinda lagi lalu meninggalkannya sendiri di depan rumah. Setelah Dika pergi, dinda kembali masuk kedalam rumah dengan wajah berseri-seri.
Dika sudah sampai di kampus, dia pun langsung masuk ke ruang kelas untuk mengajar seperti biasa. Berlangsung 2 jam perkuliahan itu selesai dan sebelum ke warung untuk interview pegawai baru, Dika ke kampus kedokteran untuk menyelesaikan sesuatu.
Dika masuk keruang wakil dekan 4 dan menemui wakil dekan kedokteran, namanya ibu Ida.
"Selamat siang bu" ucap Dika ramah
"Siang pak Dika. Silahkan duduk" ucap ibu Ida
"Soal beasiswa Dinda bu,,," ucap Dika
"Begini pak, untuk uang pangkal memang tidak 100%, hanya biaya pendidikan setelah kuliah sampai selesai yang gratis. Jadi kewajiban penerima beasiswa harus membayar 25% dari total uang pangkalnya" ucap ibu Ida
"Tapi Dinda tidak tau soal ini kan bu?" tanya Dika
"Tidak, Dinda hanya tau semuanya full gratis dari beasiswa itu"
"Terima kasih bu, saya sebagai wali Dinda akan melunasi pembayaran itu" ucap Dika yang kemudian mengeluarkan ponselnya dan melakukan pembayaran uang pangkal kuliah dinda, setelah selesai membayarnya, pegawai wakil dekan pun membuatkan kwitansi dan memberikannya kepada Dika.
"Terima kasih bu atas kerjasamanya"
__ADS_1
"Sama-sama pak Dika"
"Kalau begitu saya permisi"
Kemudian Dika keluar dari ruangan wakil dekan 4 dan langsung menuju ke warung. Sore ini Dika akan mewawancarai pegawai baru.
**
Sampainya di warung, Dika sudah ditunggu para pegawainya. Warung juga terlihat cukup ramai sore itu, ditambah banyak ojek online yang mengantri di tempat duduk
"Pak, maaf,,, karena banyaknya ojek online mengantri, jadi saya kasih tempat duduk, kasihan kalau berdiri terus atau duduk dimotor panas" ucap Daru saat Dika sampai
"Gak papa, besok kita buatkan tempat khusus untuk tempat mangkal mereka, jadi mereka pun bisa sedikit istirahat sambil menunggu orderan" jawab Dika
"Baik pak,,,"
"Kita butuh beli kursi, mungkin bisa beli semacam payung besar kita taruh didepan situ atau gimana nanti kita atur ulang saja" jawab Dika
"Baik pak"
"Oke, mana yang mau interview?" tanya Dika
"Itu pak, Susi ada di belakang" jawab Daru
"Oh oke,, " jawab Dika yang kemudian berjalan kebelakang untuk mewawancarai calon pegawai baru.
Dika melihat seorang gadis tengah duduk di bangku belakang. Tampilannya sederhana namun tetap rapi
"Sus,,, itu pak Dika sudah datang, kamu temui dia sana" kata Daru
"Iya kak" jawab Susi
Lalu Susi berjalan menuju keruangan kecil tempat Fatih biasa bermain
"Assalamualaikum pak" sapa Susi
"Wa'alaikumsalam, silahkan masuk" ucap Dika
Susi masuk dan cukup kaget melihat calon bossnya itu ternyata masih muda dan terlihat sangat good looking. Dika langsing bicara tanpa bada basi, menanyakan beberapa hal kepada susi dan susi cukup antusias ketika mendapati calon bossnya itu selain good looking juga sangat ramah. Susi merasa dia akan sangat betah bekerja di tempat itu nantinya. Dika pun juga tidak melihat dan menilai cara Susi bicara, dan sikap di cukup sopan dan sepertinya cepat menangkap dengan tugas yang dijelaskan Dika .
"Ya sudah, kita coba dulu ya satu minggu kedepan, kalau kerjamu bagus maka akan lanjut, tapi jika tidak maka tidak akan lanjut"
"Baik pak, saya mengerti"
"Ya sudah, besok kamu sudah mulai bekerja" ucap Dika
Lalu susi pamit dan Dika kembali kedepan untuk melihat kinerja pegawainya.
.
.
.
.
__ADS_1
To Be Continue gaesssssð€â€ïž
Jangan lupa tinggalin jejak kalian yahhhhð