Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Menjaga Mama


__ADS_3

Dimas dan Sekar pamit pulang sebentar untuk membersihkan diri mereka, sedangkan papa, Dika dan Dinda bergantian menjaga mama Nadira di rumah sakit .


"Pa,, papa lebih baik pulang dan istirahat dirumah, biar Dika dan Dimas bergantian menjaga mama" ucap Dika yang melihat papa terlihat lelah,


"Hum,, ya sudah kalau begitu, papa pulang. Besok pagi papa kesini lagi. Fatih ayo ikut kakek pulang" ucap papa yang kemudian bangkit dan setelah itu keluar dari ruangan mama karena akan pulang kerumah bersama Fatih. Sekarang di ruangan itu tinggal Mama, Dinda dan Dika. Dika duduk di sofa sedang Dinda duduk di kursi samping ranjang mama Nadira berbaring


"Mama sudah bangun?" Ucap Dinda saat melihat mama Nadira membuka mata, namun mama tidak menjawab apa apa. Kemudian pintu ruangan itu terbuka, seorang suster masuk karena akan memandikan mama


"Permisi,, maaf kami akan memandikan pasien" ucap Suster


"Suster, boleh aya saja yang memandikan ibu saya?" tanya Dinda


"Ohh boleh,, kalau begitu kita dudukkan ibu Nadira ke kursi roda dulu ya" ucap Suster


Kemudian Dika berdiri dan menghampiri mereka


"Biar saya saja yang mengangkatnya" ucap Dika mengambil alih untuk menggendong mama Nad ke kursi roda. Setelah itu Suster mendorong kursi roda itu ke kamar mandi.


"Kalau begitu saya siapkan pakaian gantinya ya mba" ucap suster


"Abang tunggu di luar, kalau butuh apa apa panggil saja ya sayang" ucap Dika dan Dinda mengangguk.


Setelah Dika keluar, Dinda menutup pintu kamar mandi.


"Mama,, kita mandi dulu ya ma,," Dinda melepas pakaian mama perlahan dan mama nad diam saja dengan tubuh yang tidak bisa bergerak


"Mama cantik,, terlihat masih awet muda,, Dinda yakin mama pasti akan sembuh" ucap Dinda dengan terus melepas pakaian mama, kemudian Dinda memandikan mama Nadira dengan menggunakan shower.


"Rambutnya dinda basahin ya ma,," Kemudian Dinda memijat kepala mama dengan pelan namun dengan tekanan yang pas


"Oh iya, tadi Dinda buatkan mama bubur, tenang aja gak dinda kasih racun kok ma. Mama nanti makan ya,, biar mama cepet sembuh" ucap Dinda


Setelah memandikan mama nadira, Dinda mengambil pakaian ganti mama dan segera memakaikannya. Lalu Dinda memanggil suster untuk membantunya mendorong kursi roda mama keluar dari kamar mandi. Dinda sedikit kesusahan karena perutnya yang buncit. Kemudian Dinda mengambil hairdryer dan mengeringkan rambut mama dan menyisirnya.

__ADS_1


"Kita makan ya ma" Dinda membuka kotak makanan yang dia bawa dan akan menyuapi mama nadira.


"Mama coba buka pelan pelan ya,, aaa" Dinda menyuapkan bubur yang dia bawa pada mulut mama yang bisa terbuka sedikit.


"Enak kan ma? mama harus banyak makan ya,, setelah ini habis kita minum obat" ucap Dinda terus menyuapi mama Nadira hingga hampir habis bubur yang ada di kotak makanan itu


Setelah itu Dinda memberikan obat yang sudah di siapkan suster sebelumnya.


Tak lama Dika masuk dan izin pada Dinda untuk ke musholah rumah sakit.


"Abang tinggal sholat dulu ya,,," ucap Dika saat melihat Dinda yang sedang menemani mama


"Iya bang, biar Dinda yang jagain mama. Nanti Dinda bisa sholat disini" jawab Dinda


"Mau dibelikan apa kamu nanti?" tanya Dika


"Apa ya? umm,, jus alpukat boleh" jawab Dinda


"Ya sudah abang pergi dulu. Kalau ada apa apa kamu langsung telfon abang " ucap Dika pada isterinya


Sama sekali Dika tidak menyapa sang ibu, dia hanya melihat sekilas dan langsung pergi meninggalkan mereka


Sementara itu di pondok,,,


Sekar tengah bersiap siap untuk ke rumah sakit, dia menyiapkan makanan untuk Dinda dan Dika sebisa yang dia buat. Sedangkan Dimas belum kembali dari musholah. Tak berselang lama terdengar suara motor Sekar berhenti didepan pondok


"Assalamualaikum" Dimas membuka pintu pondok dan masuk kedalam melihat isterinya


"Wa'alaikumsalam,,," Jawab Sekar


"Lagi apa sayang?" tanya Dimas menghampiri sekar,


"Ini nyiapin makanan untuk di bawa kerumah sakit" jawab Sekar

__ADS_1


"Buat mama?" tanya Dimas


"Bukan,, aku rasa mama pasti sudah makan kalau jam segini, ini untuk kita dan Yang nunggu disana. " ucap Sekar


"Ohhh gitu,,,," sahut Dimas sambil mengigit tempe goreng


"Yuk berangkat sekarang? kita makan dirumah sakit aja" ucap Sekar


"Oke, aku siap siap dulu ya" ucap Dimas yang kemudian beranjak dari dapur dan akan berganti pakaian.


Saat Sekar akan beranjak dari meja dapur, Dia di kagetkan dengan apa yang dia lihat sekarang


"Pakkk! kok buka baju disini sih?!" Sekar kaget dan langsung memalingkan wajahnya saat melihat Dimas yang saat itu hanya memakai ce lana da lamnya.


"Gak papa kali sayanggg, mau lihat sang junior gak ?" kekeh Dimas


"Ck! udah jangan macem macem! kita harus ke rumah sakit!" jawab Sekar dengan sebal, bisa bisanya Dimas menggoda dirinya. Sekar wanita dewasa jelas dia tidak polos seperti gadis remaja.


"Lihat aja dulu bu,,, untuk memastikan sesuai ekspetasi ibu sekar apa enggak!" kekeh Dimas sambil memilih pakaian yang akan di pakainya


" Ogah! cepetan ganti baju!" Sekar sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya pada Dimas yang terus menggodanya


"Hahahahaahhahaahaha!" Terdengar gelegar tawa dimas memenuhi ruangan sempit itu.


Tidak ingin berdebat lagi, Dimas segera memakai pakaiannya sebelum isterinya ngamuk


.


.


.


Bisa bisanya si Dimas godain ibu Sekar terosss! 🤣😅

__ADS_1


Cuma mau bilang,


"Bu Nanad, tuh mantu yang dulu ibu tolak jadi mantu nyatanya mantu baik! kalau masih gak sadar juga, beneran ku buat koit aja dari cerita ini biar beres!"


__ADS_2