Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Jurus Andalan Dinda


__ADS_3

Pagi pagi sekali Dimas sudah bangun, dia juga sudah bersiap ke empang sekar untuk menjaring ikan. Dimas mengambil pakaian kerja dan juga segala keperluannya di kantor dan membawanya ke dalam mobil.


"Loh kamu gak kerja Dim?" tanya pak Dirdja yang tengah menyiram tanamannya


"Kerja pa, tapi Dimas ke empang Sekar dulu buat jaring ikan gurame!" cetus dimas dengan nada kesal


"Kenapa harus kesana?! kan bisa minta anter" Sahut mama yang baru keluar dengan membawakan teh hangat untuk pak Dirdja


"Sekar gak mau pasok ikan ke restauran kita lagi. Kalau mau Dimas di suruh nangkep sendiri dari empang!!" Cetus Dimas


"Memang kamu bisa nangkep ikan?" mama nadira merasa kasihan juga pada putranya


"Nanti di coba lagi, kemarin Dimas seharian di sana cuma belajar jaring ikan!" Dimas terus saja menjawabi pertanyaan orang tuanya


"Bagus! kamu harus belajar bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu lakukan! papa lebih senang kamu begini daripada hanya mengandalkan orang tua! " ucap pak Dirdja.


"Tapi pa, Kasihan juga Dimas, masak anak kita harus jaring ikan setiap pagi?! dia akan harus ke kantor" jawab mama


"Biarkan! dia sudah besar!, jangan di manjakan terus! Biar dia semakin Dewasa dalam berfikir!" jawab Pak Dirja


Dimas berpamitan lalu akan masuk kedalam mobilnya dan pergi menuju ke empang Sekar pagi itu.


Sementara itu dirumah Dika


Dinda tengah menata sarapan diatas meja makan, sementara Dika masih bersiap siap akan ke kampus pagi ini. Sedang di garasi, Santo dan Daru sudah bersiap siap untuk jualan.


"Abang,,, sarapannya sudah siap" Ucap Dinda dan tak lama Dika sampai di dapur


"Kita sarapan bareng sama pegawai abang juga ya, tadi Dinda masaknya banyak" Ucap Dinda

__ADS_1


"Boleh, sebentar abang panggil mereka"


Lalu Dika berjalan menuju ke garasi melalui pintu belakang


"Santo, Daru,, ayo kita sarapan bareng. Itu kerjaannya di sambung nanti" Ucap Dika


"Oh iya pak, bapak dan ibu saja duluan. Kami mau menyelesaikan ini dulu. Kami bisa sarapan nanti pak" jawab Santo


"Iya pak, kami nanti saja" Jawab Daru yang merasa malu jika makan bersama Dinda.


"Ya sudah kalau begitu" Jawab Dika yang kemudian kembali ke dapur dan menghampiri istrinya.


"Kata mereka nanti kalau sudah selesai kerjaan baru sarapan. Kita sarapan duluan saja ya" Ucap Dika


"Oh gitu,,, ya sudah kita duluan saja bang,,," Kemudian Dinda melayani suaminya makan dan juga mengambilkan air minumnya. Setelah itu mereka sarapan bersama.


"Abang,,," panggil Dinda sambil mengaduk aduk nasi uduknya


"Dinda kok pengen ikan gurame ya bang" ucap Dinda balas menatap Dika dengan wajah memohon


"Ohh,, nanti abang minta Daru untuk beli ikan gurame di pasar ya" jawab Dika akan kembali melanjutkan makannya


"Tapi bang,,, Dinda maunya abang tangkep sendiri ikannya" jawab Dinda dengan memasang muka sedih


"Hah?! nangkep dimana?" jawab Dika dengan wajah kaget


"Dimana kek! Dinda mana tau? ini Pertama Dinda ngidam loh bang, kata orang tua, kalau istri ngidam gak di turutin, nanti anaknya ileran. Abang mau anak kita nanti ileran?" tanya Dinda yang sudah hampir menangis


"Hus! ngomong apa sih kamu!. Jangan ngomong gitu, gak baik." Sahut Dika lantas berfikir. Sedangkan Dinda langsung diam setelah di peringati bahkan embun embun dari pelupuk matanya sudah akan jatuh

__ADS_1


"Yah! abang baru inget, Sekar kan punya empang! dia juga jual ikan gurame! abang akan kesana!" Dika baru teringat jika sekar juga menjual ikan gurame


"Beneran bang?" wajah Dinda langsung berseri seri


"Iya! nanti sepulang ngajar abang ke tempat Sekar ya. Abang akan jaringin buat kamu. Abang jago kalau cuma jaring jaring ikan saja! sedang jaring hati kamu saja abang sanggup!" kekeh Dika terlihat menggoda istrinya


"Ck! Dinda mau sekarang bukan nanti siang!" Dinda kembali terduduk lesu


"Sekarang?! tapi,,, abang kan mau ke kampus" jawab Dika


Dinda kembali mengeluarkan jurus andalan mata berembunnya untuk meluluhkan hati suaminya.


"Hem!"


"Baiklah, abang ke tempat sekar pagi ini,, semua abang lakukan demi istri dan calon anak abang tercinta" Jawab Dika


CUP!


"Makasih" Dinda tersenyum setelah menghadiahkan kecupan manis di pipi suaminya


"Sama sama" Jawab Dika juga tersenyum


Setelah menyelesaikan sarapannya, Dika pun segera ke empang sekar untuk menangkap kan ikan gurame yang di idamkan Dinda. Untung saja Dika masih memiliki waktu 2 jam longgar sebelum jadwal Dika mengajar pagi itu.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2