Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Babymoon


__ADS_3

Pikiran Dika buyar saat merasakan ada getaran di saku celananya. Lalu Dika merogoh saku celana dan mengambil ponselnya.


"Siapa yang nelfon?!" tanya Dinda berbalik badan dan melihat Dika tengah fokus pada ponselnya


"Bukan nelfon, mamanya Fatih kirim pesan ke abang" jawab Dika


"Tuh kan!! ngeselinnn!" ucap Dinda sudah akan pergi namun ditahan oleh Dika dengan cepat


"Tunggu yang,, sabar,,, Sierra cuma bilang dia akan mengajak Fatih ke luar kota weekend nanti. Beneran, baca sendiri deh" ucap Dika menunjukkan layar ponselnya pada Dinda. Lalu Dinda membaca sendiri isi pesannya


+628xxxxxxxxxx


Mas, maaf fatih aku bawa ke luar kota sampai akhir weekend nanti setelah acara dirumah. Aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersama Fatih sebelum aku pindah nanti setelah menikah dengan Gion. Tolong izinkan aku ya mas.


Bahkan Dika sama sekali tidak menyimpan nomer ponsel Sierra lagi.


"Udah percaya?! masih mau marah?" tanya Dika


"Emm,,, iya iya percayaaa,,, tapi kencannya?!" tanya Dinda


"Ck! bumil ini ingatannya kuat juga! masih saja ingat" Dika membatin


"Um,, begini deh, gimana kencannya kita keluar kota?! kan weekend libur tanggal merah, gimana mau?" tanya Dika


"Luar kota? dimana bang?" tanya Dinda


**


Weekend telah tiba, Dika dan Dinda pun sudah berada di perjalanan menuju ke daerah Bintaro, Jaksel. Selama berhari hari Dika merahasiakan kemana mereka akan pergi berkencan sampai membuat bumil alemannya itu semakin penasaran. Sementara itu Tedja dan juga keluarga kecilnya sudah menunggu kedatangan Dika di restorannya.


Beberapa jam berlalu mobil Dika sudah berhenti di sebuah restoran mewah yang membuat Dinda menganga. Daerah itu saja Dinda tidak tau karena memang Dia tidak pernah pergi jalan jalan.


"Bang,,, kita kenapa berhenti disini? mau makan disini?! beneran bang? kayaknya makanan disini mahal mahal pasti bang makanannya. Mending kita makan di tempat lain bang" ucap Dinda namun Dika hanya tersenyum


"Ayo turun, sekali kali kita makan di tempat mewah" ucap Dika


"Tapi bang,,,"


"Ayo sayang,,, kita turun" ucap Dika yang kemudian turun lebih dulu lalu membuka kan pintu mobil istrinya


"Ayo turun" ucap Dika dan perlahan Dinda turun dari mobil . Setelah itu keduanya masuk kedalam restoran itu bersama.


"Selamat datang pak Dika, ibu Dinda,, silahkan masuk,, mari saya antar" seorang resepsionis bahkan menyapa mereka dengan memanggil nama


"Bang, dia kok kenal sama kita? memangnya ini restoran abang?" tanya Dinda bingung

__ADS_1


"Bukan sayang,,, ikuti dia saja mau bawa kita kemana" jawab Dika dengan tersenyum


"Iihh abang, main rahasia rahasiaan terus!" ucap Dinda dengan sebal namun Dika hanya tersenyum sambil terus menggandeng tangan istrinya


"Selamat datang mas Dika" Ucap Tedja saat melihat kedatangan Dika dan Dinda


"Assalamualaikum mas" ucap Dika


"Wa'alaikumsalam,, bagaimana perjalanannya?" tanya Tedja


"Alhamdulillah lancar" jawab Dika


"Loh bang,, jadi kita,," tanya Dinda belum selesai


"Iya,, kita lagi di Bintaro, di restonya mas Tedja" ucap Dika


"Selamat datang yah mba Dinda di Bintari, kenalkan ini Yulia istri saya, dan ini Bryan putra kami" ucap Tedja memperkenalkan


"Um,, salam kenal yah mba Yulia,, Saya Dinda" ucap Dinda memperkenalkan diri


"Saya yulia,,," jawabnya dengan nada sopan


"Mari mari kita keruangan saya saja,, biar enak ngobrolnya" ucap Tedja


Kemudian mereka semua masuk kedalam ruangan Tedja.


Tedja dan Dika tengah berbincang soal kerjasama diantara mereka. Dia juga menjelaskan banyak hal mengenai restoran yang dia kelola sebenarnya Tedja bangun dengan bantuan bapaknya.


"Bagaimana kalau kita langsung ke kitchen mas? Bisa ketemu langsung sama Chef di resto saya" ucap Tedja


"Boleh mas" jawab Dika


Kemudian Tedja mengajak Dika menuju ke kitchen restoran. Di sana, Dika mendemokan cara memasak mie ayam yang dia jual di warung mie ayamnya kepada Chef di resto itu. Bagaimanapun rasanya harus dipastikan sama, dari mie, rasa ayamnya, kuah kaldunya. Setelah Dika, Chef di resto itu pun mempraktekkan sendiri sesuai arahan dari Dika.


Beberapa menit berlalu,,,


"Bagaimana rasanya tuan?" tanya Chef pada Tedja


"Hampir mirip,, mungkin kurang sedikit salt nya" ucap Tedja saat mencicipi kedua hidangan mie ayam milik Dika dan Chef nya


"Baik tuan" ucap Chef


"Kalau untuk ketajaman rasa, mungkin bisa di tambah tambah saja mas,," ucap Dika


"Iya,, oke oke,, sekarang kita makan siang saja dulu ya" ucap Tedja

__ADS_1


"Baik mas" Jawab Dika


Kemudian mereka keluar dari kitchen dan mereka akan makan siang bersama. Di ruangan yang sudah di siapkan untuk makan siang, Dinda bersama Yulia sudah menunggu mereka


"Ayo mas kita makan siang" ucap Yulia


"Iya,," Jawab Tedja


Setelah itu mereka makan siang bersama.


"Apa setelah ini mas Dika mau langsung pulang?" tanya Tedja


"Sepertinya kami akan menginap satu malam di sini mas,," jawab Dika


"Menginap saja di rumah kami" jawab Yulia begitu antusias


"Nanti jadi merepotkan mba, kami cari penginapan disekitar sini saja" jawab Dinda langsung dan Dika mengulum senyum


"Bunda nih kayak gak pernah aja jadi pengantin baru" Kekeh Tedja


Dan semuanya tertawa kecuali Ryan yang tak paham dan hanya fokus pada makanannya.


Selang beberapa menit, Dika dan Dinda pamit pada Tedja dan juga Yulia. Setelah itu keduanya pun berjalan keluar dan akan meninggalkan restoran.


"Mas Dika?"


Dika dan Dinda menoleh ke samping saat mendengar Dika di panggil namanya


"Sierra?! Fatih?!" ucap Dika kaget saat melihat Sierra dan Fatih ada di tempat itu juga


"Ayah,, bunda,," ucap Fatih yang berhambur memeluk Dinda


"Sayang,, kamu disini? kebetulan sekali?" ucap Dinda


"Mas kok disini?" tanya Sierra


"Kami ada kerjaan disini,,," jawab Dika


"Ooh,," sahut Sierra


"Makin sukses saja sekarang kamu mas" batin Sierra


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2