
"Boleh gabung?" Angga membawa nampan yang berisikan makanan dan minuman di samping Dinda dan Zara
"Boleh kak, duduk aja" Sahut Zara dengan ramah sementara Dinda hanya mengangguk.
"Terima kasih,,," Lalu Angga duduk di sebelah Dinda
"Din, udah lama ya kita gak ketemu, mungkin terakhir kita ketemu pas ambil ijazah waktu itu" Ucap Angga membuka obrolan
"Iya,," jawab Dinda
"Kamu setelah lulus ngapain aja? dan kok bisa sih kamu dapet beasiswa disini, keren loh din! tapi kamu juga udah pinter dari SMA ya" Angga terus bicara sambil makan, sementara Zara sibuk memandangi Angga yang menurutnya sangat tampan itu.
"Aku kerja, dan aku di kasih tau abang kalau kampus ini ada beasiswanya. Abang semangatin aku dan aku coba deh ikut tes, alhamdulillah lulus ternyata" Jawab Dinda
Angga mengira, Abang yang di maksud Dinda adalah kakaknya
"Kak Angga rencananya mau jadi dokter apa?" tanya Zara
"Jantung" jawab Angga
"Wihhh kerenn! kalau aku pengennya obgyn. Kalau kak Dinda?" tanya Zara
"Anak" Jawab Dinda
"Semoga kita semua bisa mencapai cita cita kita yah. Aamiin" Ucap Zara dan di aamiin kan Dinda dan Angga.
Setelah selesai makan, mereka pun kembali ke lapangan untuk melanjutkan ospek sesi kedua. Zara terlihat semakin senang berteman dengan Dinda karena Angga sesekali menghampiri mereka.
Hingga tanpa terasa waktu ospek sudah berakhir, masing-masing mahasiswa baru sudah di perbolehkan untuk pulang. Lalu Dinda menghubungi Dika dan mengabarkan jika Ospek sudah selesai.
"Kak Dinda mau pulang bareng gak? aku bawa mobil kak" tanya Zara
__ADS_1
"Gak Ra, aku di jemput" jawab Dinda
"Oh ya sudah,, aku duluan yah, sampai ketemu besok" ucap Zara
"Iya, hati hati" jawab Dinda , kemudian Zara pergi meninggalkan Dinda di koridor kampus. Tak lama Angga pun sepertinya juga akan pulang dan melihat Dinda yang tengah duduk sendiri di kursi tunggu
"Hai Din, sendiri aja? belum pulang?" tanya Angga
"Lagi nunggu jemputan" jawab Dinda sedikit bergeser karena Angga duduk terlalu dekat dengannya.
"Ohh,, kalau gak ada yang jemput, aku anterin pulang"
"Sudah ada jemput Ngga" jawab Dinda
"Ohh gitu, siapa? pacar?" tanya Angga
"Dinda"
"Abang!" Batin Dinda
Dinda langsung berdiri dan tidak ingin Dika sampai salah paham.
"Angga, aku duluan ya,, " Ucap Dinda cepat cepat pamitan sementara Angga masih diam mematung menatap Dinda yang pergi.
"Ayo bang kita pulang" Ucap Dinda cepat seperti seorang pacar yang ketahuan selingkuh.
Dika tidak menolak saat Dinda menariknya untuk pergi dari tempat itu, tapi yang buat Dika bingung kenapa Dinda bisa bersama Angga dan terlihat begitu dekat. Tapi wajar saja Dinda banyak yang suka, wajahnya cantik dan manis di pandang mata, tentu banyak lelaki yang melihat juga bisa saja menaruh perasaan begitu cepat, itu pikiran Dika.
"Kenapa Dinda bisa bersama pak Dika?!" Batin Angga bertanya tanya
Dinda cepat cepat naik ke vespa Dika dan memakai helmnya dengan cepat.
__ADS_1
"Ayo bang, Kita jemput fatih dulu kan bang?" tanya Dinda gugup
"Iya" Jawab Dika singkat dengan masih bingung sikap Dinda saat itu.
Kemudian Dika menjalankan vespanya meninggalkan kampus itu. Sepeninggalan Dika dan Dinda, Angga berdiri melihat keduanya yang pergi meninggalkan kampus.
"Aku harus cari tau hubungan mereka" ucap Angga
Sementara itu, sepanjang perjalanan Dika lebih memilih diam saja sedangkan Dinda malah jadi merasa bersalah.
"Bang,,, abang tadi sudah lama ya nungguin Dinda?" tanya Dinda
"Gak " jawab Dika
"Tuh kan, dia marah! pasti gara-gara tadi!" Batin Dinda
"Ohh,,,," Sahut Dinda
"Aku harus menjelaskan nanti setelah sampai dirumah" batin Dinda, menjelaskan sekarang rasanya percuma, karena jalanan sangat bising dan tidak kondusif. Begitu sampai di rumah orang tua Dika, mereka menjemput Fatih dan langsung pulang kerumah. Sesekali Dinda melirik kearah Dika namun sepertinya wajahnya sedikit mendung
"Fix abang cemburu!"
.
.
.
.
Abang Dika lagi cemburu kayaknya🤭
__ADS_1