
Dika sudah sampai di kampus Tunas Bangsa setelah tadi mengantarkan Dinda kuliah di kampus kedokteran. Jadwal Dika hari itu bukan di kampus yang sama dengan istrinya. Saat dia baru saja masuk keruang dosen, Dika di hampiri oleh teman seprofesinya
"Dika"
"Iya pak Aland?" Jawab Dika sambil meletakkan tasnya sedangkan Fatih sudah duduk di kursi kerja ayahnya
"Tadi kamu di cari pak Dekan," Jawab pak Aland
"Oh gitu, saya titip Fatih sebentar ya pak" ucap Dika
"Oke, sini Fatih ikut bapak" ucap pak Aland mengajak Fatih. Kemudian Dika pergi ke ruang Dekan untuk memenuhi panggilannya.
Sampainya di depan ruangan Dekan, Dika dipersilahkan masuk kedalam oleh pegawai yang berjaga di depan ruangan itu. Lalu Dika masuk dan menyapa ramah pak Dekan yang tengah mengerjakan sesuatu. Pak Dekan pun mempersilahkan Dika masuk dan duduk di hadapannya.
"Maaf pak, ada apa ya pak, bapak mencari saya?" tanya Dika langsung karena dia tidak memiliki waktu yang banyak karena ada jadwal mengajar pagi itu
"Begini pak Dika. Dengan berat hati saya sampaikan Mulai hari ini, anda diberhentikan untuk mengajar di kampus ini " Pak Dekan menyerahkan amplop coklat kepada Dika
"Apa pak?! kok bisa mendadak begini pak? memangnya apa salah saya pak?" tanya Dika kaget bukan main karena di berhentikan dengan tiba tiba
"Pihak atasan mengganti sistem kampus ini dan memangkas semua dosen honorer semua jadwal yang sudah ada akan digantikan oleh dosen dosen tetap di kampus ini" jawab pak Dekan tanpa ekspresi
"Jika pihak atasan sudah memutuskan kami bisa apa pak Dika? kami hanya menjalankan perintah yang sudah di putuskan" jawab pak Dekan
Dika benar benar dibuat tidak mengerti dengan kondisi saat ini. Karena begitu mendadak dan tidak ada wacana apapun di minggu kemarin. Tapi Dika juga tidak bisa berbuat banyak karena statusnya juga hanya dosen honorer. Setelah pembicaraan Dika dan pak Dekan, Dika pamit untuk mengemasi barang barangnya karena jadwal Dika mengajar pagi itu juga sudah di gantikan oleh Dosen lain. Ada rasa sedih dan kecewa di hati Dika, namun semuanya harus dia terima dengan lapang dada. Setelah berpamitan dengan dosen dosen yang ada di ruangan itu, Dika mengajak Fatih untuk pulang kerumah.
"Kini ujian ku bertambah lagi, belum selesai satu masalah, kini sudah datang lagi. Kenapa semua terjadi seperti ini?" Dika terus berfikir dalam. Semua terjadi secara tiba tiba dan dalam waktu yang berdekatan. Kini tinggal 2 kampus yang masih memberikannya pekerjaan.
__ADS_1
"Ayah jangan cedih" Fatih mencoba menghibur ayahnya
"Ayah gak sedih kok, gak papa mungkin rejeki kita ada di tempat lain. Ayah akan coba untuk melamar di kampus lain lagi nanti" Dika tersenyum di depan anaknya, berusaha kuat meski harinya tidak sedang baik baik saja saat ini.
Siang itu, Dika dan Fatih menjemput Dinda di kampus. Keduanya tidak terlambat dan menunggu Dinda di parkiran.
"Abang,,, Fatih,,," Sapa Dinda dengan begitu ceria, senyumnya mengembang sempurna dan tampak begitu bersemangat.
"Unda,," jawab Fatih tak kalah semangat
"Ayo pulang" ajak Dika yang kemudian memasangkan helm di kepala Dinda
"Iya bang" jawab Dinda yang kemudian duduk di belakang dan Dika menjalankan motornya meninggalkan area kampus.
Dinda berpegangan erat di pinggang Dika dan mendekat sedikit pada suaminya.
"Iya Din?" jawab Dika
"Dinda di suruh beli stetoskop, dan tensimeter atau sfigmomanometer yang untuk mengukur tekanan darah Bang" ucap Dinda
"Oh gitu, besok kita coba cari di toko yang jual alat alat kesehatan ya. Biasanya ada disana" jawab Dika
"Iya bang, terima kasih" Jawab Dinda begitu senang.
Motor vespa yang mereka kendarai terus melaju hingga sampailah mereka di rumah. Kemudian ketiganya turun dan masuk kedalam rumah.
"Dinda" Panggil Dika
__ADS_1
"Iya bang, ada apa?" tanya Dinda
"Tadi abang di berhentikan mengajar di kampus Tunas Bangsa" ucap Dika
Deg!
Dinda kaget
.
.
.
.
.
Ayo semangatin bang Dika yang lagi di terpa ujian bertubi tubi😭Kayaknya Dika dan Dinda bakal menghadapi situasi yang semakin sulit dan pelik. Cinta mereka akan diuji dalam situasi saat ini. Akankah mereka bisa melalui semuanya? dan apakah Dinda akan tetap bersama Dika?
Satu pelajaran yang bisa kita ambil👇🏻
Semua ini hanya titipan dan setiap saat bisa saja Allah ambil dengan begitu mudah dan cepat dengan cara yang tidak akan pernah kita duga sebelumnya. Harta, pekerjaan, kedudukan, keluarga semua hanya titipan yang suatu saat akan diambil oleh pemiliknya ketika masanya sudah tiba. Jadi ingat yah, bergantung lah pada yang menciptakan kita bukan pada manusia 💖
.
.
__ADS_1