Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Kamu Bukan Anak Kecil


__ADS_3

Dimas terdiam sesaat saat mendengar ucapan Dika. Harapannya benar benar pupus untuk kembali mendapatkan Dinda.


"Berapa sekilo?" tanya Dika yang kemudian mengambil jaring yang di bawa sekar


"65ribu yang super" jawab Sekar


"Oke,,," Kemudian Dika mengambil posisi dan mengamati pergerakan ikan di kolam itu.


Sekali celup jaring yang Dika bawa


"Yess!! dapet!" Dika begitu senang karena sekali memasukkan jaring dia langsung mendapatkan ikan


"Ck! begitu saja aku juga bisa!" Cetus Dimas yang tidak ingin kalah saingan. Dia pun memposisikan dirinya dan langsung menceburkan jaringnya ke dalam empang, bergerak gerak sedikit lalu dia mengangkat jaringnya.


"Bahahaha,,,,dapet sendal jepit dia!" Sekar Tertawa terpingkal pingkal melihat Dimas malah mendapatkan Sandal jepit sebelah. Bukan hanya Sekar, Dika pun ingin tertawa namun dia tahan sekuat yang dia bisa agar adiknya tidak malu.


"Ck! Sial! kenapa susah sekali sih!" Gerutu Dimas yang kemudian membanting Jaring itu dan memilih pergi. Sementara Sekar langsung terdiam saat melihat tatapan tak mengenakkan yang di layangkan Dimas padanya


"Biar aku yang bicara dengannya" Dika memberikan jaringnya yang berisi ikan gurame jumbo kepada sekar. Lalu Dika mengikuti Dimas yang berjalan menuju pondok.


Sekar bergeming saja melihat keduanya seperti terhalang Dinding yang tinggi dan kokoh. Seperti ada masalah besar di antara mereka berdua. Dimas duduk dengan raut wajah kesalnya, dia pun terlihat tidak suka saat melihat Dika menghampirinya

__ADS_1


"Ngapain abang kesini?!" Cetus Dimas


"Kamu kenapa sih?! kapan kamu akan berubah hah??" jawab Dika


"Aku ya begini, gak akan bisa berubah!" jawab Dimas tanpa melihat Dika


"Mau sampai kapan kamu berharap Dinda akan kembali padamu?!" Ucap Dika tanpa basa basi


"Buka mata dan hati kamu! lihat sendiri dengan mata kepala mu, Dinda sudah memilih abang dan sudah melupakan kamu!. Tidak ada yang bisa kamu harapkan lagi Dimas, lebih baik kamu buka lembaran baru bersama orang lain yang bisa memberi cinta yang banyak untukmu"


"Satu pesan abang, ketika kamu sudah mendapatkan orang itu, jangan pernah kamu perlakukan sama seperti apa yang kamu lakukan pada Dinda. Berfikirlah dengan Dewasa karena kamu bukan anak kecil lagi!" Dika menasehati adiknya agar pikirannya lebih terbuka. Sementara Dimas hanya diam dan mendengarkan ucapan Dika saat itu


"Jadi,, Dika sama Dimas rebutan satu wanita?! Dimas suka sama istrinya Dika? apa gimana sih maksudnya?" batin Sekar yang tidak sengaja mendengar obrolan mereka.


"Beneran? ntar rugi kamu" ucap Dika sembari mengeluarkan dompet dan membayar ikannya


"Udah gak papa, salam ya buat istrimu" ucap Sekar memberikan ikan itu kepada Dika dan menerima uangnya


"Iya, nanti aku sampaikan, Aku pamit dulu ya. Abang balik duluan. Assalamualaikum" Ucap Dika melihat Sekar dan Dimas bergantian.


"Wa'alaikumsalam" Jawab Sekar dan Dimas bersamaan

__ADS_1


Kemudian Dika meninggalkan keduanya dan akan segera pulang kerumah membawakan ikan gurame super untuk istri tercintanya.


"Ngapain lihatin bang Dika?! naksir kamu?!" Sungut Dimas


"Ck! siapa juga yang naksir Dika!" jawab Sekar


"Terus ngapain lihatnya kayak gitu! gak kedip lagi!" Sungut Dimas


"Aku yang punya mata, jadi terserah aku sih! lagian kepo banget!" sarkas Sekar


"Kalau suka ngomong aja! aku bisa deketin kamu sama bang dika!" jawab Dimas


"Gundulmu! asal kamu tau ya Dimassss! Aku sama Dika itu sudah kenal lama! udah deket dari tahun tahun lalu! kami berteman lama dan gak akan lebih dari sekedar berteman! Oh iya yah, aku jadi heran aja, Dika kok punya adik yang belagu banget kayak kamu! jauh 180° sifatnya dari Dia!" Sindir sekar


"Apa kamu bilang?! aku belagu ?!" Dimas mengeratkan genggaman tangannya karena di buat semakin kesal oleh Sekar


"Iya! belagu! apa salah ucapan ku?! coba deh lihat dirimu dulu. Kamu itu terlihat Dewasa tapi kekanakan!" Ucap Sekar yang sama sekali tidak takut pada Dimas.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2