
Plaakkkk
Sekar menepuk jidatnya sendiri setelah mendengar ucapan Dimas.
"Astagfirullah, kamu salah paham mas!! aku gak maksud gitu. Aku bilang besok itu maksudnya jawabannya, bukan ngajak menikah besok" ucap Sekar memberi penjelasan
"Hah?!" Ibu dan bapaknya sekar sontak kaget bukan hanya mereka saja tapi Dimas pun sama kagetnya
"Jadi aku salah paham?!" Batin Dimas
Semua sudah terlanjur dia siapkan, bahkan Dimas menyuruh pak Dirdja untuk menjaga sang mama agar tidak tiba tiba muncul dan menggagalkan rencananya. Dimas tidak ingin gagal lagi, dia sudah cukup menyesal dan belajar dari masa lalu, saat melepas Dinda dan berujung penyesalan yang sangat dalam.
"Tapi,,, aku serius ingin menikah dengan mu" jawab Dimas menatap Sekar dengan sangat serius
"Tidak Dimas! mama mu tidak ada pernah setuju dengan hubungan ini. Jadi percuma saja" jawab Sekar tak kalah serius dengan perkataannya. Dia tidak mau jika pernikahan tanpa restu orang tua, baginya itu sangat penting. Lagian pernikahan ini terlalu dadakan.
"Yang menikah itu kita, meski mama belum memberi restu tapi papa ku sudah. Abang ku juga sudah " jawab Dimas meyakinkan Sekar
"Siapa yang bilang begitu!" Sahut Dika
"Abang!" Dimas menoleh ke belakang dan menatap Dika dengan sebal
"Kamu akan menikahi teman abang tapi tidak bilang bilang" jawab Dika balik menatap adiknya dengan sebal pula
"Kan sekarang sudah tau sendiri. Jadi berilah Restu mu pada kami" ucap Dimas
"Restu apa?! aku tetap tidak mau menikah dengan mu!" sambung Sekar
"Tidak bisa, pernikahan ini tetap akan terjadi" Ucap bapaknya Sekar
__ADS_1
"Kenapa bisa begitu pak?! Sekar gak mau nikah sama Dimas!" ucap Sekar
"Karena Nak Dimas sudah melunasi sisa hutang kita pada juragan Broto. Jadi kamu harus tetap menikah dengan nak Dimas" jawab bapak dengan serius
"Apa?!" Sekar terlihat begitu kaget dan langsung melihat kearah Dimas
"Kau curang!" ucap Sekar
"Maaf, aku harus melakukan ini diam diam untuk berjaga jaga. Hal ini lah yang aku sudah fikirkan dari semalam" jawab Dimas dengan tersenyum tak enak
"Menyebalkan!" Sekar memukul Dimas sekali namun Dimas tidak juga membalasnya.
"Ya ya aku memang menyebalkan,,, aku salah. Tapi kita tetap jadi nikah kan?! aku sudah mengurus semuanya, aku tidak mau gagal lagi" ucapnya dengan tatapan serius
"Kau Selalu saja memaksa!" sahut Sekar
"Sudahlah Sekar,, terima saja nak Dimas. Niatnya sudah baik mau menikah dengan kamu, ibu lihat dia pemuda yang baik dan ingin serius menjalin hubungan dengan kamu" bujuk sang ibu
"Setelah menikah, kita yakinkan mama bersama sama" sahut Dimas dengan cepat
"Tapi,,,," Ucapan Sekar terpotong
"Apa lagi?" tanya Dimas
"Kalau mama mu masih tidak setuju bagaimana?" tanya sekar butuh kepastian
"Aku akan berusaha mempertahankan pernikahan kita" jawab Dimas Dengan serius.
"Apa kamu serius?!" Tanya Sekar
__ADS_1
"Iya, aku serius" Jawab Dimas lagi
Sekar menatap Dimas dengan begitu dalam, di ingin mencari keseriusan dari pemuda itu. Dari sorot mata nya Sekar menemukan nya, kemudian ia mengangguk pelan dan senyum Dimas langsung mengembang.
"Ayo Nikah sama aku" Dimas mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Sekar saat itu.
"Mungkin dulu Dimas belum berfikir Dewasa, bahkan dulu dia sama sekali tidak mau memperjuangkan aku. Yang ada malah meninggalkan ku begitu saja, membuang ku tanpa rasa bersalah yang pada akhirnya baru menyesali semuanya. Tapi sekarang aku melihat banyak perubahan dari dalam dirinya, mungkin dia belajar . Semoga saja mereka berdua memang jodoh dan hidup bahagia" batin Dinda.
"Ada apa?" Tanya Dika dengan sangat hati hati. Di genggamnya lembut tangan Dinda hingga membuat Dinda menatap sang suami
"Gak ada apa apa bang" jawab Dinda dengan tersenyum
"Benarkah? tapi abang lihat tidak begitu" ucap Dika sangat pelan saat mereka semua berjalan menuju ke kantor KUA.
" Beneran bang, jangan merusak momen bahagia adik abang" Ucap Dinda dengan tersenyum. Namun Dika tidak bisa di bohongi, dia bisa melihat sorot mata istrinya sedang tidak baik baik saja.
"Hem" Sahut Dika singkat saja.
Kemudian mereka masuk ke dalam sedangkan Dimas berhadapan dengan pak penghulu dan bapaknya Sekar. Sementara Sekar, Ibunya dan Dinda duduk di belakang tak jauh dari rombongan calon pengantin pria. Terlihat pak penghulu sedang memeriksa kelengkapan berkas pernikahan, sedangkan Dimas sudah terlihat gugup menunggu giliran ijab qobul nanti. Dia hanya berdoa agar ijab qobul ini lancar tanpa ada halangan apapun. Karena ini semua sangat dadakan dan tidak ada persiapan yang matang.
"Dinda, kamu dulu ada hubungan apa dengan Dimas?" Tanya Sekar
Deg!
.
.
.
__ADS_1
.
Maaf updatenya telat, nunggu bocil tidur dulu soalnya 😀😀