
Hari itu, warung terlihat sudah ramai, banyak mahasiswa maupun yang lainnya mampir me warung mie ayam dika. Selain itu juga ada beberapa ojol yang mengantri dikursi yang sudah disiapkan untuk mereka.
Dinda melihat warung rame tidak bisa diam saja, dia pun ikut melayani pengunjung yang baru datang dan mengantarkan pesanan mereka, sementara Dika membantu Santo menyiapkan orderan online yang masuk. Diam-diam Susi memperhatikan cara kerja Dinda yang cekatan, selain itu, dinda terlihat sangat ramah terhadap pengunjung yang datang.
"Bang, Mie ayam baksonya 2, gak pake sayur 1" ucap dinda kepada dika yang tengah menyiapkan pesanan mie ayam pengunjung lain
"Oke,, Dindaaa kalau capek duduk aja" ucap Dika lembut dengan tersenyum kearah Dinda
"Gak capek, udah biasa bang" jawab Dinda membalas senyuman suaminya
Lalu Dinda ke bagian minuman untuk memesankan minuman mereka.
"Pak Dika perhatian banget sih sama ibu dinda. Sweet banget!" batin Susi gemas sendiri
"Andaiiiii nanti pangeran ku se sweet pak dika, omooooooo bahagiaaaaa banget kayaknya aku! hihihi dasar tukang halu!" ucap susi sendiri sambil senyam senyum
Dinda mengambil lap dan membersihkan meja setelah pengunjung selesai makan agar bisa di tempati pengunjung baru, lalu dinda membawa mangkok ke belakang untuk di cuci jaki.
"Pak, saya gak enak e sama ibu" ucap Santo saat membantu dika membungkus pesanan ojol
"Kenapa?" tanya dika
"Iya, masak saya kayak nyuruh ibu ngantar makanan ke pelanggan gitu saya jadi canggung pak" jawab santo
"Kan gak tiap hari juga ibu bantuin disini, nanti kalau dia sudah sibuk kuliah palingan bisanya weekend kesini, itupun jika gak ada tugas. Profesional kerja aja kalau lagi kerja" jawab Dika
"Tetep aja pak gak enak, iihh si bapak gak ngertiin saya, berasa saya kurang kerjanya pak" jawab Santo yang kemudian memberikan pesenan kepada salah satu ojol
Tak lama datang pegawai kampus menghampiri dika yang tengah membuat pesanan
__ADS_1
"Siang pak Dika,,," gadis itu tersenyum manis saat menyapa dika
"Devi, ada apa?" tanya Dika
"Itu pak, Rombongan ibu Suadah pesen mie ayam baksonnya 10 porsi ya pak. Dipisah kayak biasa" ucap Devi dengan masih tersenyum kearah dika. Dinda melihatnya jadi gerah sendiri, lalu dia menghampiri dika dan Devi
"Mba,,, sementara pesanan kami siapkan, silahkan duduk dulu. Silahkan duduk disana" ucap Dinda menunjuk sebuah kursi tunggu di dekat ojol. Dika tersenyum kecil saat mendengar dinda sepertinya tengah mengusir Devi untuk menjauh. Karena biasa Devi akan berdiri menunggu dan tidak akan mau duduk, ntah kenapa.
" Pegawai baru ya Pak?" tanya Devi kepada Dika
"Istri saya " jawab Dika santai
Deg!
Bukan hanya Devi, Dinda juga kaget ketika Dika mengakui dirinya sebagai istri didepan wanita itu.
"Pak Dika sudah menikah?! kok gak ngundang kami?!" tanya Devi
Devi tidak ada pilihan lain, ia pun duduk di kursi tunggu bersama ojol yang juga tengah mengantri. Lalu Dinda kembali bekerja dan sedikit tersipu karena ucapan dika tadi.
"Jadi istrinya pak Dika itu pelayan di warung ini?! hmm sayang banget dia pilih wanita itu, padahal di kampus banyak dosen-dosen muda yang mau sama pak dika, ehh malah kepincut pelayan biasa" batin Devi sambil melihat dinda yang terus bergerak kesana kemari melayani pembeli.
Waktu terus berjalan, Setelah jam makan siang, Dika mengajak Dinda pulang Karena Sore nanti Dika ada jam mengajar di kampus. Maklum masih dosen honorer yang mengajar di beberapa kampus.
"Bang,,, Fatih nanti pulang ya?" tanya Dinda saat mereka di perjalanan pulang
"Apa din? abang gak denger" jawab dika berpura-pura tidak dengar.
"Fatih pulangnya kapan bang?" tanya dinda sedikit mendekat dengan sedikit meninggikan suaranya
__ADS_1
"Fatih,,, fatih kapan pulang, abangggggg" ucap Dinda yang kini semakin menempel di punggung Dika. Bahkan Dika bisa merasakan sesuatu yang lembut tengah menabrak punggungnya
"Ooohhh,,, tadi mamanya bilang mau ajak Fatih ke villa keluarga mereka. Lusanya baru pulang" jawab Dika setengah berteriak juga
"Yahh sepi dong dirumah" jawab Dinda masih berada dalam posisi yang sama
"Gak papa, kan masih ada abang, lagian lusa kita sudah ketemu fatih lagi kan?. Besok kita belanja keperluan kuliah kamu ya. Kalau buku pelajaran nanti pas sudah kuliah aja baru di beli" ucap dika
"Boleh bang. Makasih banyak ya bang" ucap Dinda
"Cuma makasih aja?" jawab dika dengan terkekeh
"Terus mau apa bang?" tanya dinda bingung
"Peluk dong" jawab Dika asal
"Ck! dasar moduuusss!" ucap Dinda dengan sebal lalu memukul ringan punggung Dika
"Hehehhe" Terdengar tawa ringan dari Dika setelah mendengar ucapan Dinda.
Vespa Gading Dika terus melaju membelah jalanan kota.
.
.
.
.
__ADS_1
To Be Continue🤗