Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Bikin Nagih


__ADS_3

Perkuliahan jam ke dua telah selesai, Dinda dan Zara juga sudah keluar dari kelas mereka. Sedangkan Dika sudah berpindah kampus setelah selesai mengajar kelas Dinda pagi tadi.


"Kak Dinda, kita makan mie ayam di warung pak Dika yuk? bayar kok kali ini" Kekeh Zara


"Ketagihan kamu?" sahut Dinda


"Iya heheh, enak soalnya. Bikin Nagih" Ucap Zara


"Boleh, aku kabari abang tersayang dulu ya,," ucap Dinda mengambil ponselnya


"Siap!" Jawab Zara. Keduanya pun sambil melangkah menuju ke parkiran.


Dinda mengirimkan pesan kepada Dika dan menyampaikan akan pulang lebih dulu bersama Zara. Dika pun mengizinkan Dinda pulang bersama Zara sementara dirinya masih ada urusan di kampus Tunas Bangsa.


"Kak Angga!" Panggil Zara saat melihat Angga tengah berbicang bersama temannya di depan kelasnya. Angga menoleh dan melihat Zara bersama Dinda


"Kalian,,, mau kemana?" tanya Angga


"Kerumah kak Dinda. Kami mau makan mie ayam. Mau ikutan gak?" tawar Zara


"Oh, gak lah. kalian aja" jawab Angga bergeming


"Zara traktir deh,," bujuk Zara yang berusaha mendekati Angga


"Aku sibuk, kalian berdua saja" jawabnya.


"Kalian berdua gak denger apa kata Angga?! sudah sana pergi" Suara gadis yang tiba tiba mengagetkan Dinda dan Zara. Keduanya menoleh dan melihat gadis yang sempat menemui Dinda tadi pagi sekarang muncul lagi. (Saingan Zara)


"Udah kita berdua saja ,, gak usah di paksa kalau gak mau!" Dinda menarik Zara untuk pergi meninggalkan mereka.


Melihat Dinda dan Zara pergi, Angga jadi merasa tidak enak.


"Eh Bud, kita bahas sore nanti ya, aku jalan dulu" ucap Angga dan akan buru buru pergi


"Oke!" Jawab Budi

__ADS_1


"Eh, Ngga, kamu mau kemana?" lengan Angga di tahan


"Aku ada urusan, lepasin tanganmu" ketus Angga menarik lengannya, Annya terlihat kesal di tolak oleh Angga.


"Kamu tau kan Ngga, Dinda itu istrinya pak Dika?! kenapa kamu masih kekeh ngejer dia sih?!" Seloroh Annya


"Aku tau, jangan urusi urusanku. lebih baik kamu urusi saja dirimu sendiri" ucap Angga


Kemudian Angga berjalan cepat menyusul Dinda dan Zara.


"Sudah sih An, Angga tuh udah gak mau balik sama kamu. Mending kamu cari cowok lain aja. Masih banyak kok yang ganteng dan mau sama kamu" Ucap Budi


"Diam lo!" Annya terlihat kesal dan pergi meninggalkan Budi


"Pantes aja, Angga mutusin kamu, judes banget jadi cewek!" batin Budi


Dinda dan Zara sudah sampai di parkiran, Zara sedikit cemberut karena Angga menolak dia ajak pergi. Kemudian Zara membuka kunci mobil dan akan masuk kedalam mobilnya bersama Dinda


"Siniin kunci mobilnya, aku yang nyetir"


"Kenapa diem aja sih?!" Ucap Angga sudah merasa kepanasan berada di bawah terik sinar matahari. Zara masih bengong dan langsung saja memberikan kunci mobilnya kepada Angga.


"Beneran mau ikut?" tanya Zara


"Iya, bawel banget sih! Minggir" Ucap Angga menggeser Zara agar menyingkir dan dia yang akan menyetir mobil Zara.


"Cepetan masuk Ra!" Suara Dinda membuyarkan lamunan Zara


"Ah Iya!" Sahut Zara


"Iyesssss!" Zara tersenyum senang di dalam hati, lalu mengitari mobilnya dan membuka pintu belakang.


"Kalian pikir aku sopir?!" Cetus Angga dan Dinda hanya terkekeh sedang Zara terlihat bingung


"Duduk di depan sana, temenin Angga nyetir. Aku duduk di belakang aja " ucap Dinda

__ADS_1


Kemudian Zara keluar dan duduk di samping Angga yang akan mengemudi mobil Zara. Lalu Ketiganya pun berangkat kerumah Dinda.


Di tempat lain,,,


Dimas dengan wajah cemberut karena harus memakai pakaian seperti para pegawai di empang Sekar. Terpaksa karena Dimas tidak membawa pakaian ganti lainnya.


Sejak pagi Dimas berada di empang Sekar untuk belajar menjaring ikan. Meski dia begitu jengkel namun dia tidak memiliki pilihan lain. Semua ini demi sang mama.


"Nih makan" Ucap sekar memberikan plastik berisi nasi bungkus.


"Apa nih?" tanya Dimas


"Nasi bungkus. Kamu gak lihat?!" Jawab Sekar


Dimas masih diam saja dan melihat di pondok di area itu terdapat para pegawai Sekar yang sedang makan bersama.


"Mau gak sih?! pegel tau gak tanganku!" gerutu Sekar


"Aku gak biasa makan nasi bungkus. Gak higenis!" Jawab Dimas


"Adanya ini! kalau gak mau ya udah, Pulang aja sana. Masih mending di kasih makan" Sekar menyerah dan memilih pergi meninggalkan Dimas yang masih mematung sambil memegangi jaring ikan


"Belagu banget jadi cowok!" gerutu Sekar


Belum satu meter Sekar melangkah, Dimas sudah menyalip Sekar dan mengambil plastik putih berisi nasi bungkus itu dari tangan sekar.


"Makasih" Ucap Dimas nyelonong saja menuju rombongan pegawai Sekar yang tengah makan siang.


"Ck! tadi gak mau! sekarang di embat juga! emang dasar anak orang kaya! banyak belagunya! makan nasi bungkus aja ngomong gak biasa! memangnya apa yang di makan di rumahnya kalau bukan nasi juga?! Makan emas?! orang kayak gini nih pantes nya emang di kerjain , biar gak tambah belagu!!" Gumam Sekar menatap punggung Dimas yang semakin menjauh.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2