
Sekar dan Dimas baru saja sampai di pondok setelah pulang dari pasar. Keduanya terlihat begitu riweh dengan bawa banyak barang belanjaan. Sebuah mobil pickup memasuki area empang Sekar
"Pak,, kasurnya sama lemari tolong masukkan ke dalam ya" ucap Dimas pada supir
"Oke bang" jawabnya,
Lalu mereka menurunkan kasur, lemari pakaian, kulkas yang berukuran sedang, rak piring yang mereka beli dari pasar. Semua di masuk kan kedalam pondok satu persatu. Sementara Sekar membawa bahan makanan yang akan di olah nya nanti malam. Selang beberapa menit semua sudah beres, lalu Dimas memberikan uang capek pada supir yang sudah membantunya. Setelah itu mereka pamit pulang.
"Bagaimana? masih ada yang kurang?" tanya Dimas pada Sekar
"Jadi makin sempit ya"jawab Sekar
"Iya, gak papa yang penting cukup untuk kita tinggal" jawab Dimas
Kemudian Sekar membereskan barang- barangnya di bantu oleh Dimas juga.
"Disini banyak nyamuk loh,,," ucap Sekar
"Kan udah beli obat nyamuk elektrik tadi. Lagian aku juga gak mau kalau kamu di gigit nyamuk lelaki. Cukup aku aja yang boleh nanti" kekeh Dimas
"Ck! apaan sih! orang ngmng nyamuk juga!" ucap Sekar
"Hehee,,, besok rencananya aku mau cari motor second aja buat ke kantor" ucap Dimas
"Pake aja motorku" jawab Sekar
"Gak lah, Motor kamu kan pasti dipake buat nganter ikan. Uangnya juga masih cukup kalau beli motor Second" ucap Dimas
"Gak malu naik motor butut?" tanya Sekar
"Gak lah, yang penting sampai ke kantor tepat waktu" Jawab Dimas
"Ya sudah terserah padamu" ucap Sekar
Keduanya pun terus berberes hingga waktu sudah menjelang sore. Sekar akan bersiap untuk ke pasar malam.
"Mau kemana?" tanya Dimas saat melihat Sekar membawa pakaian gantinya
"Mandi, mau siap siap ke pasar malam" jawab Sekar
__ADS_1
"Mandi?! ikutt" kekeh Dimas
"Dasar mesyum!" sahut Sekar dan Dimas semakin tertawa, bibir Sekar mencibik lalu dia berlalu meninggalkan Dimas yang saat itu tengah duduk di depan pondok. Sekar pun masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.
"Seru juga tinggal di tempat sederhana begini, seperti bisa menghirup udara segar" ucap Dimas tersenyum sendiri.
Sementara itu,,,
Seperti janji Dika siang tadi pada istrinya, Dika mengajak Dinda untuk berjalan jalan sore di sekitaran komplek rumah mereka. Karena hari itu libur, warung mie ayam mereka pun tidak buka hari itu.
"Ayo sayang,,, kita jalan" ajak Dika
"Iya bang, sebentar" Jawab Dinda yang kemudian keluar dari dalam kamar
"Yuk" Dika langsung menggenggam erat tangan istrinya, dan Dinda langsung menatap Dika dengan tersenyum
"Abang paling bisa bikin Dinda jatuh cinta,,," Ucap Dinda
"Benarkah? abang lebih jatuh cinta melihat senyummu" jawab Dika
Kemudian keduanya keluar dari rumah untuk membeli eskrim. Tak lupa Dika mengunci pintu rumah mereka terlebih dulu sebelum pergi.
Saat di jalan,,,
"Bang,, lepasin tangan Dinda, malu banyak orang" Ucap Dinda saat melihat banyak warga sekitar yang berada di pinggir jalan, tepatnya mereka melihat keduanya sedang berjalan bersama dengan bergandengan tangan.
"Kenapa malu? kamu kan istri abang, mending masih abang gandeng, apa milih abang gendong?" kekeh Dika
"Ihh si abang, Dinda masih bisa jalan sendiri kali bang. kenapa harus di gendong?" tanya Dinda
"Yah siapa tau kan bawaan bayi" jawab Dika
"Bayinya pengen makan es krim yang banyak!" kekeh Dinda
"Hem,, kalau itu bukan bawaan bayi, tapi pengenan bundanya" Dika mengusap pelan kepala Dinda
"Ck ck ck tau aja nih ayahnya" Kekeh Dinda
Keduanya pun masuk kedalam mini market dan berjalan menuju ke freezer untuk memilih eskrim. Dinda pun memanfaatkan kesempatan itu untuk membeli banyak eskrim yang dia mau
__ADS_1
"Sayang,, jangan banyak banyak,, nanti dedeknya gendut di dalam" ucap Dika
"Bukan buat Dinda semua kok bang, buat Fatih juga nanti kalau dia sudah pulang. Fatih kan rajanya eskrim heheh" dinda nyengir kuda
"Ya sudah terserah kamu kalau gitu" jawab Dika
"Yey!!! makasih suamiku,,, makin cintaa" Dinda terlihat kegirangan
Setelah memilih eskrim yang ingin di beli, keduanya pun membawa ke kasir untuk membayar.
"Duh pak Dosen,, sudah gak sendiri pak? kepo dong pak, itu istri apa adiknya pak??" tanya pemilik mini market
"Alhamdulillah mbak Jenni, ini Dinda istri saya" jawab Dika
"Wah,,, saya patah harapan dong pak dosen, padahal mau tak jodohin sama putri saya, eh malah sudah nikah" ucap ibu Jenni
"Hehe berarti gak jodoh mbak Jen, Jodoh sudah ada yang ngatur. Nanti anak mbak Jenni pasti akan dapat jodoh yang lebih baik dari saya. Berapa mba total belanjaan kami?" tanya Dika dengan ramah
"150ribu saja,,," jawabnya
Tidak ingin berlama lama, Dika langsung membayar tunai belanjaan mereka dan segera pergi.
"Abang kenal sama ibu itu?" Dinda terlihat cemberut
"Kenal saja, tidak dekat." jawab Dika
"Kok mau jodoh jodohan sama anaknya?! anaknya cantik? lebih cantik dari Dinda?!" tanya Dinda dengan nada kesal
"Itu hanya omongan mba jenni saja, abang gak mau sama anaknya. Cinta abang cuma buat dinda. Cantikan juga Dindanya abang, beneran deh" ucap Dika dengan mode rayu
"Benerannn?" tanya Dinda
"Iya sayangggg" Jawab Dika dan Dinda kembali tersenyum.
.
.
.
__ADS_1
.