Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Anniversary


__ADS_3

Hari ini tepat 1 tahun pernikahan Dinda dan Dika. Waktu terus berjalan, pahit manisnya hubungan mereka lalui bersama. Pasang surut kehidupan rumah tangga juga sudah mereka lalui. Di tahun pertama pernikahan, kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan kehadiran baby Abyan .


Untuk merayakan hari pernikahan mereka, Dika dan Dinda mengadakan syukuran kecil kecilan di rumah. Mereka hanya mengundang keluarga, teman teman terdekat, dan para pegawai saja untuk datang ke acara itu.


Rombongan keluarga Dika sudah sejak pagi berada di rumah itu untuk membantu persiapan syukuran, bukan hanya keluarga Dika, tapi juga keluarga Dinda juga turut membantu.


Mulai pukul 19.00, satu persatu tamu undangan sudah tiba di rumah Dika.


"Selamat hari pernikahan ya Mas Dika, Mba Dinda" ucap Pak Agung dengan membawa pasukan keluarganya


"Terima kasih pak,," Ucap Dika menyambut Kedatangan keluarga Pak Agung


"Ini kami hanya bisa memberikan hadiah kecil untuk kalian berdua" ucap istri pak Agung


"Terima kasih banyak ya bu,,, silahkan masuk semuanya" ucap Dinda mempersilahkan masuk keluarga pak Agung,


"Abyan mana?" tanya dokter Dita


"Ada dok, di dalam sama mbah utinya" jawab Dinda


"Ini,, mba Shanum bawa hadiah untuk Baby Abyan dan kakak Fatih" ucap Dokter Dika


"Maasyaa Allah makasih mba shanum,, itu adek Abyan sama kakak Fatih di belakang" jawab Dinda, Lalu Shanum di antar mamanya menemui baby Abyan dan kakak Fatih di dalam.


"Assalamualaikum kak Dinda,,, happy anniversary yahhh, pak Dika jugaa,," Ucap Zara yang baru sampai bersama Angga


"Wa'alaikumsalam, terima kasih Zara" Jawab Dinda


"Kalian langsung cari tempat ternyaman aja ya,," Ucap Dika pada Zara dan Angga


"Siapp pak!" jawab Angga


"Oh iya,, ini ada kado kecil dari kami berdua. Heheh mudah mudahan suka" ucap Zara saat memberikan kado untuk Dinda dan Dika


"Terima kasih,,, kalian ini repot repot banget, bawa kado segala" ucap Dinda


"Gak lah kak, waktu kakak nikah kan kita belum kenal, jadi ngadonya sekarang hehehe" kekeh Zara


"Makasih ya,, udah sana langsung makan aja, pasti laper kan ?" ucap Dinda


"Tau aja kak Dinda nih,, ayo kak kita cari makan" Zara menarik tangan Angga dan mengajaknya pergi mencari makan, di belakang mereka sudah ada tamu yang mengantri untuk memberikan ucapan selamat


"Selamat ya bro!" Edo menyalami Dika dan memeluknya


"Makasih!! cepetan nikah gih!" ucap Dika meledek temannya itu


"Ck! jodohnya belum terlihat. Selamat ya Dinda" Kekeh Edo


"Terima kasih kak" jawab Dinda


"Loh itu sekar?!" Ucap Edo saat melihat sekar keluar dari rumah Dika bersama Fatih


"Iya,, dia memang ada disini" jawab Dika

__ADS_1


Edo tersenyum dan terus menatap Sekar yang sedang mengajak Fatih bermain


"Heh! apa yang kamu lihat hah?!" Dika menepuk bahu Edo yang saat itu tak berkedip melihat Sekar


" Kayaknya itu jodohku" kekeh Edo menunjuk Sekar


"Sekar maksud mu?" tanya Dika


"Iya" Jawab Edo


"Mana bisa?! Sekar itu istrinya Dimas!" Kekeh Dika


"Hah?! sejak kapan?!" Edo terkejut mendengar ucapan Dika


"Sudah lama mereka menikah. Makanya jangan di ruangan kerja terus! sekali kali keluar cari istri!" ucap Dika


"Hem,,, ya ya besok aku keluar cari istri, puas kamu?!" Edo yang awalnya ingin menghampiri Sekar jadi urung saat melihat Dimas datang lebih dulu dan mengajak Sekar juga Fatih masuk lagi ke dalam rumah.


"Mungkin disini aku akan ketemu jodoh" ucap Edo memilih pergi saja dari pada jiwa jomblonya meronta ronta.


Setelah semua tamu undangan sudah datang, Acara malam itu langsung di mulai.


Sebagai tuan rumah, Dika menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semuanya yang sudah hadir di acara syukuran mereka malam itu. Tidak ada acara lain lain kecuali makan bersama saja. Hingga waktu terus berlalu dan acara syukuran malam itu telah selesai. Semua tamu undangan maupun keluarga juga sudah pulang ke rumah mereka masing masing.


"Sayang,,, anak anak sudah tidur?" tanya Dika saat masuk kedalam kamar dan melihat istrinya yang baru saja memindahkan baby A ke ranjang bayi


"Sudah bang,, Fatih mau tidur di sini katanya" ucap Dinda, sedang Fatih sudah terlelap di tempat tidur


"Dia begitu senang hari ini, karena dia juga dapet kado hehe" kekeh Dinda


"Oh Iya kita juga belum buka kado kan ya?" ucap Dika


"Iya, mau buka sekarang?" tanya Dinda


"Boleh,, buka di depan saja biar gak berisik" ucap Dika


Lalu Dika dan Dinda membawa kado kado itu ke ruang tengah. Sudah siap gunting, keduanya mulai membuka kado dari orang orang terdekatnya.


"Ini dari papa dan mama" ucap Dika mengambil kotak berwarna biru. Lalu Dika membukanya


"Isinya cek dengan nominal kosong, tertanda Dirdja Hoetama" ucap Dika dengan tersenyum


"Itu maksudnya terserah mau di isi berapa gitu yah? hehe" kekeh Dinda


"Bisa jadi begitu,," jawab Dika


Lanjut Dinda membuka kado dari Zara, Sebuah kotak sedang berwarna merah dengan pita berwarna pink. Saat Dinda membukanya, dia dibuat terkejut


"Ya Ampunnn! ini apa bang? jaring ikan?!" Dinda ingin menyemburkan tawa namun dia ingat kedua anak anaknya sedang tidur, takut mereka terganggu tidurnya


"Ck! kedua anak nakal itu! tapi cantik juga,,, kamu wajib coba ya yank!" kekeh Dika


"Iya nanti Dinda coba!" Dinda menahan tawanya saat membayangkan dirinya memakainya

__ADS_1


Lanjut Kado dari Edo, yang berisi uang saja. Kado dari anak anak pak Agung pun kebanyakan mereka memberikan amplop berisi uang yang cukup besar nominalnya. Dari ibu dan bapak Dinda, mereka memberikan sebuah album kenangan yang di dalamnya berisi foto foto Dinda di masa kecilnya. Sebuah kertas dengan tulisan tangan terukir begitu indah


^^^Teruntuk anak anakku, Dinda Asmarani dan Mahardika^^^


^^^Maaf jika ini bukan hadiah yang mahal, bapak dan ibu hanya mampu memberi doa agar kalian senantiasa bahagia. Rawatlah anak anak kalian dengan baik, berikan kasih sayang penuh tanpa memberatkan salah satunya, begitu pula kami yang mencintai dan menyayangi Dinda dan Irfan tanpa membedakan satu sama lain.^^^


^^^Album lama ini ada sebuah kenangan masa kecil Dinda, yang kelak bisa kamu ceritakan pada anak anak kalian.^^^


^^^Semoga pernikahan kalian sampai ke Syurga. Aamiin,,,,^^^


Dinda meneteskan air mata bahagia saat mendapatkan hadiah yang terlihat seperti tidak ada harganya, namun isinya begitu besar menyimpan kenangan didalam hidupnya. Dika mengusap lembut bahu istrinya agar lebih tenang.


Lanjut kado dari pak Agung, Keduanya di kejutkan dengan hadiah yang diberikan oleh pak Agung, Tiket honeymoon ke Bali untuk mereka berdua.


"Pak Agung baik sekali ya bang" ucap Dinda


"Iya,, wahh asyikk nih,, kita bisa liburan" ucap Dika dengan kegirangan


"Terus anak anak?" tanya Dinda dan Dika langsung Diam


"Kita titip sama ibu, kan biasanya persediaan Asi baby Abyan juga melimpah ruah, jadi mungkin kita bisa liburan 2 hari ke Bali. Gimana?" tanya Dika


"Di ajak aja deh,, gak tenang Dinda kalau ninggalin anak" ucap Dinda


"Kan ada ibu dan bapak, ada papa dan mama juga. Kapan coba kita honeymoon? belum pernah kan?" ucap Dika


"Itu nanti kita pikirkan lagi deh" jawab Dinda yang masih berat jika harus meninggalkan anak anak


Lanjut yang terkahir, Dika membuka kado dari Dimas dan Sekar


"Hah?!"


Dika di buat menganga melihat isi kado mereka berdua.


"Apa bang?!" Tanya dinda penasaran dan Dika menunjukkan isinya


'Stock untuk setahun biar gak kebobolan, kasihan Abyan masih bayi'


Pesan itu tertulis di sebuah kertas kecil di dalamnya


"Adik, kurang asem!" Dika mendengus sebal.


.


.


.


.


Wkwkwkwkwkwkkwkwwk lumayan bang, gak perlu beli beli lagi, buat stock setahun 🤣🤣🤣


Ini 2 Bab di jadikan 1 yakkkkk, jangan lupa mampir ke Novelku AKU PUNYA PAPA🙃

__ADS_1


__ADS_2