
Breeesssssssssss
Tiba tiba hujan turun begitu derass, Sekar dan Dimas terjebak di pondok hany berdua.
"Hujannya deres banget,,, gimana aku bisa pulang?" gumam Sekar yang kembali duduk diikuti oleh Dimas
"Ya nunggu hujan reda lah, memangnya kamu mau main hujan hujanan??" tanya Dimas
"Sebenernya aku gak masalah sama hujannya, cuma masalahnya sama kamu. Kerena disini aku hanya berdua sama kamu. itu masalahnya! lagian ngapain sih kesini lagi? udah bagus gak kesini sini" ucap Sekar
"Bukannya kamu tadi sempat memikirkanku?! aku dengar loh gumaman kamu" kekeh Dimas
"Iihh apaan! gak ada ya! aku gak pernah mikirin kamu!" jawab Sekar dengan ketus namun Dimas malah tertawa
"Hahahahha"
"Apa sih ketawa terus?! gak ada yang lucu!" ucap Sekar
"Lihat deh! itu muka mu udah merahh kayak tomat!" jawab Dimas
Duaaaaarrrrrrrrrrr
Suara petir terdengar begitu keras hingga membuat keduanya kaget
"Astagfirullah!" Tanpa Sekar sadar, dia pun sedikit melompat dan memeluk Dimas.
Dimas bukan hanya kaget mendengar suara petir, namun kaget juga saat Sekar memeluknya.
Jantung keduanya berpacu begitu cepat, bahkan seperti lomba lari maraton ribuan km. Keduanya bisa merasakan debaran jantung masing masing karena posisi mereka berdua terlalu dekat. Menyadari itu, perlahan sekar melonggarkan pelukannya namun Dimas menahannya dan membuat Sekar mendongak ke atas
glek
Dimas yang menunduk hingga tatapan mereka bertemu dan saling mengunci. Keduanya saling diam tanpa tau isi pikiran masing masing
"Aku ingin memastikan sesuatu!" ucap Dimas membuat Sekar membulat saat bibirnya sudah merasakan kecupan lembut dan hangat yang memabukkan
__ADS_1
Deg
Deg
Deg
Jantung Dimas berpacu begitu cepat semakin cepat saat bersentuhan dengan Sekar. Apalagi sekar, rasanya sudah ingin meledak saja saat itu.
"Lee,,p,,asssss" Sekar mencoba mendorong Dimas namun begitu sulit, Dimas terus memperdalam namun Sekar tidak mau sedikitpun membalasnya
Nafas keduanya tersengal sengal saat Dimas sudah melepaskan panggutan bibirnya pada Sekar
"Dimaaass!!! kau,,,, kau beraninya kau,, mencium ku lagi!" Ucap Sekar sambil menghirup udara begitu banyak, wajahnya sudah memerah bahkan sekar mengusap kasar bibirnya
"Ayo kita menikah" ucap Dimas tak kalah tersengal sengal nafasnya seperti Sekar
"Hah?!"
Sekar menganga!
**
"Abang,,," Suara Dinda terdengar begitu lembut dan syahdu
"Hem?" sahut Dika yang berada tepat di belakang istrinya
"Dinda pengen makan seblak" jawab Dinda
"Seblak? kita order oline aja yahh" jawab Dika
"Gak mauu,, Dinda mau di masakin abang,," Dinda mendongak ke atas tepat saat Dika menatapnya
"Hem,, baiklah bumil cantikkkk,, abang akan masakan seblak spesial pake cinta!" jawab Dika dan Dinda tersenyum
"Tapi ada syaratnya" ucap Dika dan membuat Dinda menarik dirinya dan berbalik menatap suaminya
__ADS_1
"Syarat?" tanya Dinda
"Yup! cium abang dulu baru abang mau masakin seblak!" ucap Dika dengan tersenyum menggoda,
Dinda pun membalas senyum dan tanpa babibubebo satu kecupan sudah mendarat mulus, tidak mau hanya di kecup, Dika menahan dan terjadilah perang perangan cinta dikalah hujan yang belum juga ada tanda tanda akan berhenti.
"Manisnya tetap sama,," Dika tersenyum nakal sementara istrinya tersipu malu malu. Kemudian Dika turun dan beranjak dari tempat duduknya
"Abang ikuttttt" Ucap Dinda ikut bangkit dan memeluk Suaminya dengan manja
"Bolehh" Jawab Dika, kemudian keduanya berjalan menuju ke dapur untuk memasak seblak cinta.
Dika mengambil bahan bahan dari dalam kulkas, sementara Dinda hanya disuruh duduk sambil memandangi suaminya yang tengah mengolah bahan makanan.
"Ya Allah,,, bener bener suami idaman. Baik hati, penyayang, sabar, pekerja keras, pinter masak, bonusnya ganteng lagi. Tidak ada sedikitpun rasa sesal ku menikah dengan abang" Dinda hanyut kedalam pikirannya sendiri saat menatap suaminya dengan penuh cinta.
"Nanti makin cinta loh,, lihatin abang sampai segitunya" kekeh Dika
"Udah cinta banget ini, mentok gak bisa kemana mana bang" jawab Dinda dengan tersenyum, dan Dika membalas senyum
Beberapa menit kemudian, seblak Cinta siap di nikmati
" Seblak Cinta sudah siap dinikmati,, silahkannnn bumil cantik" Dika menghidangkan semangkok seblak dan memberikan sendok juga garpu
"Terima kasiihhh suamiku,,, emmm sepertinya enakkk" Dinda sudah tidak sabar untuk menikmati seblak buatan suaminya. Setelah berdoa, Dinda menyuapkan sesendok seblak itu kedalam mulutnya
"Eeemmm enakkkkk! bener bener enak! abang wajib coba! Bismillah,,,," ucap Dinda yang kemudian menyuapkan sesondok seblak kedalam mulut suaminya
"Enak" jawab Dika sambil mengunyah
"Besok kita buka warung seblak juga ya bang, hehehehe"
.
.
__ADS_1
.
.