
"Fatih,,, Fatih,,, Fatih,,,"
Raut wajah gelisah, keringat bercucuran membasahi kening Dinda saat dia terlelap namun sepertinya dia sedang bermimpi buruk.
"Fatih,,, Fatih,,, " Dinda terlihat sangat gelisah dan dia terus memanggil nama Fatih. Dika pun terbangun dan melihat Dinda tidur dengan gelisah
"Dinda,, bangun,," Dika bangun dan mencoba membangunkan Dinda dengan menyentuh bahunya dan menggerak gerakkannya.
"Dinda,," Dinda terbangun kaget dan langsung duduk begitu saja.
"Fatih bang, fatih,, dia minta tolong aku" ucap Dinda dengan gelisah.
"Kamu mimpi buruk ya?" tanya Dika yang kemudian memberikan Dinda segelas air, lalu dinda meminumnya agar lebih tenang. Setelah itu Dinda meletakkan gelasnya di nakas
"Makasih bang,,, mungkin kejadian tadi siang sampai kebawa mimpi" jawab Dinda
Lalu Dika menarik Dinda pelan dan disandarkan di pelukan Dika
"Abang ngerti perasaan kamu, abang juga merasakan hal yang sama. Kita akan mencari cara untuk membawa fatih kembali kerumah ini" ucap Dika
"Iya bang,," jawab Dinda
"Kita tidur lagi yuk, masih tengah malam" ucap Dika dan diangguki oleh Dinda.
Kemudian mereka kembali merebahkan diri dan Dika membawa Dinda kedalam dekapannya. Dinda pun juga membalas dekapan hangat itu dan mereka mencoba untuk tidur kembali.
Di tempat lain,,,
"Unda,, unda,,, unda,,," terdengar lirih suara fatih memanggil Bunda saat itu. Fatih terlihat gelisah dengan mata yang masih tertutup.
Mama Sierra pun langsung terbangun saat mendengar riintihan Fatih saat itu.
"Fatih,,, fatih bangun sayang" ucap mama sierra yang kemudian menyentuh kepala Fatih, dan berapa kagetnya dia saat merasakan panas di telapak tangannya
"Fatih demam?!" ucap Mama sierra dengan terkejut lalu memeriksa badan Fatih yang saat itu ternyata demam tinggi
"Pa! bangun pa!" teriak Mama membangunkan papa sierra
"Ada apa sih ma?" tanya papa saat bangun lalu duduk
"Fatih demam tinggi pa!" Jawab mama
"Apa?!" Papa sierra langsung memeriksa badan fatih dengan perasaan cemas. Kedua eyangnya Fatih juga mendengar Suara anak kecil itu sesekali masih memanggil bunda.
"Kita bawa kerumah sakit sekarang ma!" ucap papa yang langsung beranjak dan berganti pakaian. Setelah itu mereka membawa Fatih keluar dari kamar
__ADS_1
"Panggil sierra ma!" ucap papa dan mama langsung ke kamar sierra sementara papa membawa Fatih ke mobil
Tok
Tok
"Sierra! bangun ra! Fatih demam!" panggil mama
Beberapa kali mama sierra mengetuk pintu namun pintu itu tak kunjung terbuka. Mama kesal bukan main karena Sierra tidak mau peduli pada anaknya, lalu mama turun kebawah dan memberitahukan kepada papanya sierra
"Anak itu benar benar keterlaluan!" Sarkas papa
"Ayo ma kita kerumah sakit saja!" Lalu mereka segera mambawa fatih ke rumah sakit terdekat.
10 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit dan fatih langsung di periksa oleh dokter yang berjaga.
"Cepat hubungi anakmu!" ucap papa, dan mama sierra langsung mengubungi sierra
Dokter kemudian keluar dari ruangan IGD dan langsung di serbu papa sierra
"Dokter, bagaimana kondisi cucu saya?" tanyanya dengan penuh rasa khawatir
"Nak Fatih terkena demam tinggi pak, untung segera dibawa ke rumah sakit, jika tidak bisa saja terjadi step pada anak itu. Tapi sekarang sudah kami beri obat dan dia sudah tertidur. Mudah mudahan panasnya segera turun" ucap dokter
"Alhamdulillah kalau begitu" jawab papa Sierra
"Iya, itu lagi dihubungi mamanya" jawab Papa sierra
"Baik kalau begitu saya masuk dulu, sebentar lagi Fatih akan di pindahkan keruangan lain" Ucap dokter
"Terima kasih" jawab papa sierra
Tak lama mama sierra menghampiri suaminya
"Bagaimana?" tanya papa
"Masih gak diangkat pa. bagaimana kondisi fatih kata dokter?" jawab mama lemas
"Fatih demam tinggi dan sudah diberi obat oleh dokter. Tapi Fatih terus memanggil bundanya, apa sebaiknya kita telfon Dika saja?" tanya papa
"Papa nih gimana sih?! kalau sierra tau, pasti dia sangat marah pada kita!" jawab mama
"La terus gimana?! kondisi begini sierra seperti tidak peduli anaknya! Fatih terus memanggil bundanya! Apa kamu tega lihat cucumu terbaring lemas seperti itu terus?!" tanya papa sierra
Mama sierra terdiam dan berfikir
__ADS_1
"Ya sudah papa hubungi Dika saja" jawab mama
Lalu papa Sierra mengambil ponselnya dan menghubungi Dika. Dika yang tengah tidur bersama Dinda pun kaget dan terbangun ketika mendengar ponselnya berdering di tengah malam.
"Ada apa bang?" tanya Dinda yang juga ikut terbangun
"Papa nya sierra menelfon, sebentar ya, abang angkat telfonnya" jawab Dika dan diangguki oleh Dinda. Lalu Dika mengangkat telfonnya
"Hallo, assalamualaikum" ucap Dika
"Apa?! baik pak, kami akan segera kesana!" jawab Dika
"Wa'alaikumsalam" Lalu Dika mematikan sambungan telfon dengan wajah cemas
"Ada apa bang?" tanya Dinda
"Fatih demam tinggi dan sekarang di rumah sakit. Ayo kita kesana!" Dika langsung turun dari tempat tidur dan bergegas berganti pakaian
"Iya bang, ayo" jawab Dinda yang ikut turun dan mengganti pakaian.
Tak lama keduanya sudah selesai bersiap dan akan segera berangkat
"Pakai mantel ini, diluar sangat dingin" Dika memakaikan mantel tebal kepada Dinda, lalu keduanya pun berangkat kerumah sakit
Lalu keduanya pun menaiki vespa, menerjang jalanan malam yang begitu terasa dingin menuju kerumah sakit.
"Semoga Fatih segera sembuh ya bang" ucap Dinda saat mereka tengah berada di perjalanan
"Aamiin,,, kita doakan saja. Abang masih tidak habis fikir dengan sierra! kenapa Fatih bisa demam seperti itu?! apa yang sudah dia lakukan pada fatih?!" ucap Dika
"Dinda juga tidak tau bang,,, Dinda hanya berfikir, mungkin saja Fatih merasa tertekan sampai bisa begitu. Dinda takut jika sampai terkena pada mentalnya bang" jawab Dinda
"Abang akan bawa fatih pulang!"
Vespa gading Dika terus membelah jalanan sepi malam itu
.
.
.
.
Semangat yahhh puasanya🤗
__ADS_1
Kalau ada waktu, insyaaAllah nanti di double up 🤗