Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Malam Menegangkan


__ADS_3

Dimas baru saja pulang ke rumah, berharap dia akan segera istirahat, namun sayang tidak seperti yang dia inginkan karena mama Nadira sudah mencegatnya di ruang tamu.


"Assalamualaikum" Ucap Dimas


"Wa'alaikumsalam! baru pulang kamu?! dari mana saja hah?!"


"Kantor ma! Dimas banyak kerjaan !" jawab Dimas


"Tadi siang kamu kemana?! Tasya tadi ke kantormu dan bilang kamu gak ada di kantor! nomer mu juga gak bisa dihubungi!" Sarkas mama


"Udah lah ma, aku capek! aku gak suka sama Tasya! percuma mama kekeh jodohin aku sama dia! aku gak mau!! kalau mama pengen cariin aku wanita, carikan yang seperti Dinda, baru aku akan suka!" Jawab Dimas


"Jangan gila kamu!" sarkas mama


"Terserah mama!" Dimas langsung melenggang pergi meninggalkan mamanya tanpa memperdulikan lagi mama Nadira memanggil manggilnya


"DIMASSSSSSS!"


Sementara itu, di rumah Dika,,,,,


Dika senyum senyum sendiri saat mengingat pertanyaan Dinda sore tadi sebelum membuka pintu untuk Fatih. Bisa bisanya Dinda bertanya soal gaya apa yang akan di gunakan untuk membuat anak dengan wajah polosnya. Tentu tidak perlu diragukan lagi sepak terjang seorang Mahardika yang sudah berstatus Duda dengan 1 orang anak. Tapi bukan berarti mudah menjelaskan kepada pemula apalagi sepolos istri barunya sekarang. Bahkan saat Dika menyebutkan banyak gaya, Dinda hanya bengong saja.


"Nanti pake gaya apa bang?!" tanya Dinda dengan wajah polosnya


"Gaya untuk buat anak?!" Dika memperjelas pertanyaan Dinda


"Iya" Jawab Dinda dengan wajah antusias dengan keingintahuannya yang tinggi, namun Dika seperti tengah berfikir bagaimana menjelaskan pada istrinya


"Gaya klasik, kuda kudaan juga bisa, gaya ngecor, ngebor, cicak didinding, wonder women, apapun bisa di praktekkan nanti, yang penting penghalangnya di jebol dulu" jawab Dika dan Dinda melongo dengan tidak bisa memiliki bayangan apapun.


"Dinda gak ngerti" jawab Dinda dengan wajah bingung

__ADS_1


"Nanti abang ajari!" jawab Dika dengan senyum nakalnya


"Oke! nanti Dinda baca baca juga di google ya!" Jawab Dinda dengan semangat


Dika menggeleng geleng saja mendengar penuturan Dinda yang ingin mencari tau lewat googlee. Kemudian Dika membuka pintu kamar untuk putranya dan Fatih bergabung bersama mereka.


**


Malam itu Dika dan Dinda tengah duduk santai di karpet rasfur menemani Fatih yang sedang bermain. Perlahan tangan Dika bergerak menyentuh tangan Dinda yang nganggur di lantai, Dinda kaget lalu tersenyum malu malu saat tangannya sudah di genggam oleh Dika, saat Dinda menoleh, tatapan keduanya bertemu seolah saking bicara.


"Hoaaamm,, Yah,, atih antuk" ucap Fatih dengan mata yang tinggal 5 watt itu. Dika tersenyum kecil saat melihat wajah ngantuk putra nya.


"Oke, ayah temenin kamu tidur" jawab Dika


"Atih au tidul cama Ayah dan unda" jawab Fatih


"Hemm,,, tidur d kamar fatih aja ya, kan Fatih sudah besar sekarang. Jadi harus berani tidur sendiri" ucap Dika mencari alasan


"Tapi,,, Atih aunya tidul beltiga!" Jari jari Fatih menampilkan 3


"Bagaimana bun?" tanya Dika


"Gak papa bang, kasian Fatih kalau tidur sendiri" jawab Dinda seolah lupa jika agenda malam ini adalah membuat anak bersama Dika


Dika terlihat pasrah sambil berfikir bagaimana caranya bisa berduaan saja bersama Dinda. Kemudian Dinda dan Fatih menuju ke kamar Dika dan merebahkan diri disana, sementara Dika ke ruang kerjanya sebentar. Dinda mengambil buku cerita dan membacakannya untuk Fatih agar cepat tidur.


Beberapa menit kemudian, Fatih sudah memejamkan mata nya, nafas ny sudah teratur. Kemudian Dinda menutup buku dan meletakkan di nakas.


"Sudah tidur?" tanya Dika yang baru saja kembali ke kamar setelah dari ruang kerja nya


"Sudah bang" Jawab Dinda

__ADS_1


Dika senyum senyum nakal, lalu bergerak mendekati Fatih.


"Mau di bawa kemana bang?" tanya Dinda saat melihat Dika mengangkat tubuh mungil Fatih


"Pindahin ke kamarnya" jawab Dika


"Nanti kalau bangun gimana bang? terus nyariin abang" tanya Dinda


"Gak akan,,, kita kan mau buat anak, biar gak ada yang ganggu" jawab Dika yang kemudian membawa Fatih keluar dari kamarnya


Wajah Dinda tiba tiba berubah merah, nafas nya pun tiba tiba sesak, pacuan debaran jantungnya juga terasa tidak normal. Dinda gugup bukan main saat mengingat ucapan Dika yang ingin membuat anak bersamanya.


"Oh ya ampun,,, deg deg an sekali?! bagaimana ini?!" Dinda berdiri dan berjalan kesana kemari karena rasa gugup nya


"Tapi,,, bukan kah ini yang aku inginkan?!" ucap nya lagi sambil menggigiti kuku nya meski kuku nya sudah pendek.


"Ya Allah,,, tenang kan hati ku!" Dinda berdoa untuk ketenangan hati nya. Malam ini adalah malam penyerahan diri nya sepenuh nya untuk suami nya.


"Dinda rileks,,, rileks,, rileks,,, fuuhhh" berkali kali Dinda menarik nafas dan menghembuskan nya kasar


Ceklek!


.


.


.


.


.

__ADS_1


Uahhh pasti ikutan berdebar nih yahh kayk Dinda🤭 puasa gaess tahan dulu yakkkk!🤗


selamat menjalankan ibadah puasa😍 Mau minta Vote biar semangat uninya nulis💖 Makasihhhhhhhhhhh


__ADS_2