
Dika baru saja sampai di rumah bersama Fatih. Kemudian Dika memarkirkan vespanya dan melihat Dinda yang tengah melayani pembeli
"Assalamualaikum" ucap Dika
"Wa'alaikumsalam, Abang?!" Dinda sangat kaget saat melihat wajah Dika sedikit membiru dengan ujung bibirnya terluka
Buru-buru Dinda meletakkan nampan dan menghampiri Dika
"Abang kenapa bang? wajahnya kok lebam gitu bang? abang habis berantem?" tanya Dinda melihat luka di wajah suaminya
"Iya, ayah belantem cama om" adu Fatih
Lalu Dika duduk sedangkan Dinda mengambil kain dan es batu untuk mengompres luka di wajah suaminya
"Kok bisa sih bang? kan bisa diselesaikan dengan cara baik baik" Ucap Dinda sambil mengopress wajah Dika
"Dimas yang mulai. Abang hanya membela diri. Dia perlu di sadarkan, jika dibiarkan terus menerus dia tidak akan mengerti,,! abang sangat tau bagaimana watak Dimas!" ucap Dika, Kemudian Dika menceritakan kejadian saat dirumah keluarganya pagi tadi.
"Abang yakin, tasya tidak terima di putuskan Dimas hingga dia melakukan ini semua..."
"Tapi kenapa dia melakukan itu kepada kita?" tanya Dinda
"Bisa jadi karena Dimas belum bisa move on dari kamu. Itu alasan kuat dia melakukan itu semua. Setelah ini, kita temui Dia, kita minta penjelasan dia!" ucap Dika
"Kenapa semuanya jadi rumit begini" ucap Dinda
"Kita hadapi sama sama yah" Dika memegang tangan istrinya
__ADS_1
"Iya bang, sakit ya bang?" jawab Dinda melihat luka itu lagi
"Hanya luka kecil, gak sakit kok. Lebih sakit kalau abang kehilangan kamu" ucap Dika
"Ihh si abang, luka gini masih aja gombal!" Dinda menekan sedikit pipi Dika dan membuatnya sedikit meringis
"Uss! pelan pelan sayang,," ringis Dika
"Tadi katanya gak sakit!" jawab Dinda dengan terkekeh kecil
"Ayah cemen!" kekeh Fatih
"Kamuuu ya!" Dika mencubit gemas pipi gembul putranya.
"Mba Dinda, semuanya berapa?" panggilan pembeli membuyarkan obrolan keluarga kecil itu
"45ribu bu sama minumnya" Ucap Dinda setelah menghitung totalannya
Setelah membayar, pembeli itu pun pergi meninggalkan Warung Dika.
Sementara itu, Dimas baru saja sampai di kantor tempat tasya bekerja. Dia tidak peduli wajahnya lebam sana sini akibat pukulan Abangnya. Yang jelas Dimas ingin memberi peringatan kepada Tasya untuk tidak mengganggu Dinda lagi. Setelah bertanya pada resepsionis dimana ruangan Tasya, Dimas langsung saja mendatangi nya
Tok
Tok
"Masuk" Tasya yang tengah memeriksa laporan keuangan pun melihat kearah pintu
__ADS_1
Ceklek
Dimas masuk dengan wajah lebam dan tatapan tajam tak bersahabat.
"Dimas?!" Tasya begitu kaget saat melihat kedatangan Dimas.
"Apa sebenarnya mau mu hah?!" Sarkas Dimas
"Apa maksudmu?!" Jawab Tasya langsung berdiri dan bersikap tegas menghadapi Dimas
"Jangan pura pura bodoh! kau datang ke kampus Dinda dan kau jatuhkan dia hingga membuatnya keluar dari kampus! benar benar wanita jahat!" Sarkas Dimas
Tasya mengeratkan genggaman tangannya saat mendengar ucapan Dimas
"Tutup mulutmu!! harusnya kau berfikir! kenapa aku melakukan itu!! gara gara dia, kau membatalkan pertunangan kita! gara gara dia kita batal nikah! " teriak Tasya
"Kau yang terlalu berharap dari hubungan ini! padahal sejak awal aku sudah menentangnya, aku menolak perjodohan itu! tapi semua orang seolah tidak mau mengerti dan tetap memaksaku!" ucap Dimas
"Aku peringatkan! jangan pernah mengganggu Dinda lagi! atau aku akan buat perhitungan denganmu! asal kau tau, aku tidak mau menikah dengan mu bukan karena dia! karena aku tidak pernah mencintai kamu! kamu salah sasaran! kamu hanya orang asing yang hadir mengusik hidupku!!!" Dimas berlalu pergi setelah memperingatkan Tasya. Sementara Tasya tergugu sendiri di tempat nya.
Dimas pergi meninggalkan ruangan Tasya!
.
.
.
__ADS_1
.