
Ceklek,
Dinda dan Dika yang tengah duduk di sofa sambil berpelukan pun sedikit terkejut, keduanya langsung menoleh ke arah pintu saat pintu itu terbuka.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Dimas masuk bersama Sekar dengan Sekar membawa kotak makanan.
"Gimana mama bang?" tanya Dimas yang kemudian mendekat ke brankar pasien dan melihat mama yang masih memejamkan matanya
"Tadi kata dokter kondisi mama Masih, tapi tadi mama sudah mau makan banyak kata Dinda" jawab Dika
"Alhamdulillah kalau gitu, semoga mama segera sembuh" ucap Dimas.
"Eh iya ini tadi aku bawain makanan untuk kita makan malam, tapi,, gak tau rasanya sesuai selera kalian atau enggak" ucap Sekar dengan tersenyum
Lalu Sekar mengeluarkan rantang yang dia bawa, dibukanya satu per satu dan didalamnya terdapat, nasi, tumis sawi, sambal tomat, ikan gurame goreng.
"Ayo kita makan malam bersama" ucap Sekar memberikan perlengkapan makan pada Dika dan Dinda.
"Repot banget masak sebanyak ini" ucap Dika, Dinda pun mengambil kan makanan untuk Dika. Begitu juga Sekar yang bergantian mengambil makanan untuk Dimas
"Gak repot, kan yang jagain mama juga butuh asupan gizi. Sekalian aku bawakan makanan kesini jadi bisa makan malam bersama" jawab Sekar
Keempatnya duduk di karpet dan makan malam bersama. Meski hanya makanan sederhana, namun terasa nikmat. Terlihat ke empat nya sudah mulai bisa membaur.
"Mau nambah lagi?" tanya Sekar pada Dimas
"Udah kenyang, kamu aja yang nambah biar tambah besar" kekeh Dimas
"Aku sudah besar, kamu yang harusnya makan banyak biar besar!" cetus Sekar
"Apanya yang besar?!" tanya Dimas dengan tatapan mesumnya.
"Terserah!" Jawab Sekar lebih memilih mengakhiri obrolan absurd bersama Dimas, sedang Dinda dan Dika hanya senyum saja mendengar adu mulut keduanya.
"Malam ini abang pulang aja gak papa bang, biar kami berdua yang jagain mama. Kasihan ibu hamil kalau tidur di karpet aja" ucap Dimas
"Kalian gak papa kalau kami pulang?" tanya Dika
__ADS_1
"Iya, kalau ada apa apa nanti Dimas kabari" ucap Dimas
"Ya sudah kalau memang begitu, kami akan pulang sebentar lagi" jawab Dika.
Setelah selesai makan, Dinda membantu Sekar membereskan barang barangnya. Keduanya pun langsung mencuci peralatan makan mereka. Setelah itu mereka duduk bersama di sofa, sedang dimas duduk di samping mama
"Mama bangun?" ucap Dimas saat melihat mama nad membuka mata
"Mama haus? mau minum?" tanya Dimas dan Mama mengedipkan matanya pelan, Dengan sigap Dimas mengambil air minum dan akan membantu mama minum
"Pakai sendok aja, mama belum bisa terlalu lebar membuka mulut, belum bisa nyedot juga pake pipet" ucap Dinda
"Ohh, iya" Dimas langsung mengambil sendok dan menyuapkan air putih untuk mama
"Mama cepet sembuh ya,, sakit itu gak enak ma, mama gak bisa marah marah sama Dimas, mama gak bisa ngomelin Dimas tiap pagi. Kangen juga di omelin mama" ucap Dimas namun mama hanya diam saja menatap Dimas yang terus saja mengoceh
Setelah memberikan beberapa sendok air putih, Dimas kembali menaruh gelasnya di nakas.
"Papa pulang, besok pagi papa kesini lagi. Malam ini mama Ditemenin Dimas sama Sekar. Bang Dika dan kakak ipar pulang, kasihan ibu hamil kalau harus nginep di rumah sakit" ucap Dimas pada mama
Terlihat mama Nad menggerakkan matanya, seperti tengah menyapu satu persatu mereka yang tengah duduk di sofa. Kemudian mama kembali memejamkan matanya
"Kita pulang yuk sayang" ucap Dika pada Isterinya
"Iya bang" jawab Dinda membereskan barang barangnya
"Besok pagi abang ke sini lagi, kalau ada apa apa segera kabari" ucap Dika pada Dimas
"Iya," jawab Dimas
"Assalamualaikum" ucap Dika
"Wa'alaikumsalam" jawab Dimas
"Kami pulang dulu yah" ucap Dinda pada Sekar
"Iya, kalian hati hati" jawab Sekar.
Lalu Dika menggandeng ibu hamil itu keluar dari ruangan mama Nad.
"Bang, kita gak jadi deh periksa kandungannya, mungkin dokter Dita nungguin kita" ucap Dinda saat mereka sudah berada di luar dan berjalan menyusuri koridor rumah sakit
__ADS_1
"Besok kita periksa kandungan kamu ya,, abang juga kangen pengen lihat perkembangan dia" ucap Dika sambil mengusap perut buncit Dinda
"Iya,, besok kan Dinda libur, jadi bisa nungguin mama" ucap Dinda
"Iya boleh" jawab Dinda
Keduanya terus berjalan hingga sampai di parkiran rumah sakit. Setelah itu mereka masuk kedalam mobil dan langsung pulang kerumah. Sedangkan dirumah sakit, Sekar menatap Dimas yang masih duduk di samping mama. Tak lama kemudian Dimas beranjak dan menghampiri Sekar.
"Tidur yuk, sudah malam" ajak Dimas
"Kamu Tidur di mana?" tanya Sekar
"Kita tidur di karpet saja,, " Dimas berdiri lalu mematikan lampu utama dan menyisakan lampu redup, setelah itu Dimas menurunkan bantal sofa dan di letakkan di karpet.
"Sini,," Dimas menepuk sisi kosong di sampingnya. Lalu Sekar mendekat dan merebahkan dirinya di samping Dimas
"Gak bawa selimut, AC nya dingin banget" ucap Sekar yang tidak terbiasa tidur dengan menggunakan AC
"Sini kita pelukan" Dimas menarik wanita itu dan membawanya kedalam dekapannya
"Hangat kan?" ucap Dimas dan Sekar tersenyum kecil
"Bisa aja kamu yah!" cetus Sekar
"Lohhh,, tadi katanya dingin, ngomong aja deh kalau mau di peluk! pake acara cari alesan" kekeh Dimas
"Harusnya situ peka jadi Suami!" jawab Sekar
"Hehe,, iya iya aku kurang peka. Dah, kita pelukan gini sampai pagi ya,," Ucap Dimas yang sudah mulai memejamkan matanya, Sekar pun sama, dia juga memejamkan mata sambil menghirup aroma khas Dimas yang mulai membuatnya semakin ketagihan.
"Sayang" panggil Dimas
"Hum?" sahut Sekat dengan mengangkat wajahnya menatap suaminya
Cup!
.
.
.
__ADS_1