Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Tegang!


__ADS_3

Dimas dan Sekar masih dalam kondisi saling menatap. Tatapan yang sangat tidak ramah sama sekali, tidak ada yang ingin saling mengalah apalagi meminta maaf.


"Dekkk Sekarrrrr"


Sekar sontak membulat matanya dan buyar pikirannya saat mendengar suara bass memanggil namanya. Dia pun langsung berbalik dan bukan hanya Sekar saja, Dimas pun melihat seorang pria paruh baya dengan menggunakan kemeja berwarna orange dipadukan celana hijau tua komprang, rambut tinggal setengah, dengan kacamata coklat besar untuk menunjang penampilannya, tak lupa, cincin batu akik 10 biji memuji jari jari nya. Senyumnya mengembang dengan membawa buket bunga mawar merah ditangannya.


"Juragan Broto?!" Gumam Sekar yang langsung berubah tegang.


"Dek Sekar, Mas broto datang membawakan bunga cantik secantik dek Sekar. Ini untukmu" Ucap Broto dengan begitu Pedenya.


Dimas melihat drama pak Broto ingin sekali tertawa begitu keras. Melihat penampilannya saja perutnya sudah terasa sakit ingin meledakkan tawanya.


"Puufft!" Dimas menahan suaranya yang akan keluar.


" Bawa pulang saja! aku gak sudi! ngapain sih kesini?!" cetus Sekar


"Loh kok ketus begitu? sama calon suami sendiri kok ketus banget gitu, pamali" ucapnya


"Calon suami?! Bahahahha,,,upsss! Hahaha" Dimas tak bisa lagi diam dan menutup mulutnya


"Jaga ucapan juragan ya! siapa juga yang mau sama juragan! jangan pernah bermimpi!" jawab Sekar begitu kesal pada juragan Broto


"Eh kamu! ngetawain saya?!" Hardik Juragan Broto pada Dimas dan Dimas langsung diam


"Dia siapa Dek Sekar?!" Tanyanya


"Dia calon suamiku!" Jawab Sekar cepat dengan melingkarkan tangannya di lengan Dimas. Dimas pun terkejut bukan main bukan hanya juragan Broto yang terkejut.


"Apa?!" Juragan Broto terkejut dengan membuka kacamatanya


Dimas tersadar jika dirinya di manfaatkan Sekar saat itu. Dimas pun berusaha menarik tangannya yang di gelayuti Sekar. Namun Sekar menatap Dimas dengan tatapan memohon, Ntah apa yang difikirkan sekar saat ini.


"Jangan macem macem kamu! " batin Dimas


"Pleasee!! bantuin aku yah yah! nanti aku bantuin jaring ikan deh!" Jawaban dari batin Sekar


"Ogah!" sahut Dimas


"Please" batin sekar


"Dek Sekar pikir, mas Broto percaya begitu saja?? Dia boleh saja menang ganteng, tapi dia tidak akan lebih kaya dari mas broto mu ini!" ucap Juragan broto membuyarkan pikiran Dimas dan Sekar


"Harus percaya! kami memang sudah akan menikah! jadi jangan berharap aku mau menikah denganmu! Kamu itu pantesnya jadi bapakku! bukan suamiku!" Cetus Sekar


"Apa buktinya kalau kalian,,,," Ucapan Juragan broto menggantung saat melihat Sekar mencium pipi Dimas didepan matanya

__ADS_1


CUP!


Dimas pun terkaget saat bibir yang selalu berkata pedas itu mendarat tiba tiba di pipinya.


"Masih gak percaya?!" ucap Sekar menatap tajam juragan Broto.


"Sampai hati mu dek! Ingat dek! hutangmu aku anggep belum lunas! inget itu!! Huh!" Juragan broto membanting buket bunganya dan berlalu pergi setelah patah hati dan mengingatkan Sekar akan hutang keluarganya.


"Fuh! akhirnya bandot tua itu pulang juga!" Sekar bernafas lega lalu melepaskan tangannya dari lengan Dimas, sementara Dimas masih terdiam seperti membeku setelah mendapatkan ciuman dadakan dari gadis ikan yang selalu membuatnya kesal.


**


Sementara itu, Dika baru saja sampai dirumah. Dilihatnya warung mie ayamnya belum ada pengunjung, lalu Dika turun dari motor dan menenteng plastik putih berisi ikan gurame super yang berhasil di tangkapnya


"Assalamualaikum Istriku,,,,, Abang sudah bawakan ikan gurame untukmuuuu" Dika berlarian kecil menuju pintu masuk rumahnya dengan penuh kegirangan


"Wa'alaikumsalam bang, asiiikkkkk,,,,, abang hebat! bisa cepet gini yah dapetnya!" Dinda menyambutnya dengan suka cita.


"Iya dong!! semua demi anak dan istri tercinta! Jadi, abang dapet apa? kan sudah berhasil nangkep ikan?" tanya Dika dengan tersenyum semanis mungkin agar mendapat hadiah manis


"Nanti Dinda masakin Ikan Gurame saus asam manis yang superrrr enak!" Jawab Dinda membalas senyuman


"Udah itu aja?" tanya Dika


"He'em" Jawab Dinda


CUP!


"Kecupan sayang, makasih yahh suamiku" Dinda tersenyum manis saat wajahnya bersitatap dengan suaminya.


"Sama sama" Jawab Dika juga dengan tersenyum


"Eh iya! nanti kita jemput Fatih yuk bang, Fatih kan seneng banget sama ikan gurame" Ucap Dinda


"Boleh,, Sore nanti kita jemput Fatih" Ucap Dika


"Siap!"


" Abang siap siap ke kampus dulu ya" Ucap Dika


"Iya, Dinda mau bawa ikannya di belakang dulu ya" Ucap Dinda yang kemudian membawa ikan segar itu ke dapur, sementara Dika bersiap untuk ke kampus.


Tak lama Dika keluar dan berpamitan kepada istri nya. Sedangkan Dinda hari ini dia libur karena tidak ada jadwal perkuliahan. Setelah kepergian Dika, Dinda pun segera mengolah ikan gurame nya.


**

__ADS_1


Sedangkan di kampus, Zara yang juga tidak memiliki jadwal perkuliahan namun dia masih datang ke kampus. Tujuannya bukan untuk kuliah, namun dia menunggu Angga untuk mengantarkan buku yang tertinggal di mobilnya. Ntah bagaimana buku itu bisa tertinggal kemarin.


"Zara" Angga datang dan menghampiri Zara yang duduk di depan mobilnya


"Kak Angga,," jawab Zara


"Ini bukunya" Ucap Zara dengan tersenyum saat memberikan paperbag berwarna coklat yang berisi buku Angga dan sebuah kotak makanan berwarna coklat muda


"Ini apa?" Tanya Angga saat melihat ada kotak makanan didalam paper bag kecil itu


"Tadi,, Zara bikin nasi goreng di kosan. Bikinnya banyakan, jadi Zara bawain untuk kakak" ucap zara malu malu


"Aku sudah sarapan" jawab Angga merasa aneh saat mendapat perhatian seperti itu dari seorang gadis. Pasalnya biasanya Angga lah yang selalu perhatikan mantan mantannya terdahulu


" Ohh gitu,, ya sudah kalau kak Angga gak mau, Sini Zara kasih aja pak satpam" Zara yang kemudian akan mengambil paperbag dari tangan Angga namun Angga menarik tangannya


"Kalau sudah di kasih, gak boleh di ambil lagi!" sungut Angga


"Yah tadi katanya kenyang, daripada di buang kan" sahut Zara


"Nanti aku makan, makasih" Ucap Angga


"Sama sama,,, Zara pulang ya kak" ucap Zara dengan tersenyum malu malu


"Iya, maaf merepotkan" Ucap Angga


"Ahh gak repot kok, malah seneng di repotin! hehe" Ucap Zara sambil berlalu


"Aduh!" Zara meringis saat badannya berjalan menabrak spion mobil sedang pandangannya masih mengarah kepada Angga


"Hehe,, Zara gak papa kok" ucap Zara meski dia sangat malu. Lalu Zara membuka pintu mobil dan akan masuk kedalam


"Assalamualaikum,,,kak" Ucap Zara melambaikan tangannya


"Wa'alaikumsalam" Jawab Angga yang menahan senyumnya


Lalu Zara masuk dan menghidupkan mesin mobilnya, Setelah itu Zara pergi meninggalkan Angga yang masih berdiri menatap kepegiannya


"Gadis yang lucu" Angga tersenyum kecil


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2