Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Rencana Perjodohan


__ADS_3

Dinda sudah kembali ke kelas setelah menyelesaikan pembicaraannya bersama Angga. Waktunya terbatas sehingga Dinda harus segera kembali karena mata kuliah kedua akan di mulai sebentar lagi. Namun sampainya di kelas, Dinda melihat Zara yang berpindah tempat duduk tidak seperti tadi di jam pertama mereka duduk bersebelahan. Dilihat nya Zara berpindah ke samping yang sedikit jauh.


Tatapan Zara sempat bertemu Dinda, namun dia segera membuang muka ke samping dengan raut wajah cemberut.


Deg!


"Zara kenapa sih,," Batin Dinda


Saat Dinda akan pindah mendekat ke pada Zara, Dosen sudah masuk. Lalu Dinda duduk saja di tempatnya semula dan mata kuliah kedua di mulai. Kemudian Dinda mengesampingkan urusan pribadi dan fokus dulu pada kuliahnya.


Hingga mata kuliah kedua selesai juga dan ber jeda waktu 10 menit untuk beristirahat sebentar.


"Zara, aku mau bicara sama kamu" ucap Dinda saat menghampiri Zara di bangkunya


"Eh, Micha, kamu mau gak ini?, tadi aku beli cemilan di kantin" tawar Zara pada teman di sebelahnya tanpa menghiraukan Dinda di sampingnya


"Mau" jawab Micha


"Zara,," panggil Dinda lagi


Namun lagi lagi Zara seperti tidak menganggap keberadaan Dinda. Merasa tidak di hiraukan, Dinda pun kembali ke tempat duduknya dengan kesu.


"Kenapa sih dia? apa aku punya salah sama dia?" batin Dinda


Sambil menunggu mata kuliah ketiga, Dinda memilih untuk membuka buku dan membaca saja, hingga tak lama dosen masuk dan memulai mata kuliah ke tiga. 2 Jam berlalu kuliah selesai dan mahasiswa juga sudah bubar dari kelasnya. Dinda mengejar Zara yang sudah keluar lebih dulu dan berjalan cepat menuju ke parkiran kampus


"Zara,,aku mau ngomong sama kamu" ucap Dinda saat memegang lengan Zara


"Apa sih?! aku harus cepet cepet pulang. Mamiku datang" jawab Zara


"Sebentar aja Ra. Kamu tuh kenapa jauhin aku? aku salah apa?" tanya Dinda


"Kamu pikir aja sendiri" jawab Zara yang kemudian pergi meninggalkannya


Dinda mematung dan berfikir apa kesalahannya pada Zara.


"Dinda,," Dinda kaget dan menoleh kesamping, sudah ada Dika di sana


"Abang,," jawab Dinda


"Kamu kenapa murung gitu?" tangan Dika terulur menyentuh wajah Dinda

__ADS_1


"Zara bang, Zara tiba tiba cuekin Dinda. Kayaknya dia marah sama Dinda bang. Tapi Dinda tanya dia, malah Dinda disuruh mikir sendiri. Dinda kan bingung bang, Dinda salah apa sama Dia? apa ucapan Dinda ada yang menyinggung dia? tapi kami tidak bicara hal lain selain pelajaran. Dinda sedih aja, baru punya temen satu, malah marah sama Dinda" Ucap Dinda panjang lebar


"Hem,, begitu,,, coba besok di bicarakan lagi. Siapa tau besok hatinya sudah lebih baik dari hari ini dan mau di ajak bicara" Ucap Dika sambil menggenggam tangan Dinda


"Iya bang, besok Dinda coba ajak bicara lagi. Abang sudah lama nungguin Dinda?"


"Belum lama, yuk pulang" ajak Dika dan keduanya pun berjalan menuju ke parkiran vespa Dika. Dika memasangkan helm untuk Dinda dan setelah itu mereka meninggalkan kampus dan akan menjemput Fatih di rumah keluarga Dika. Berharap mereka tidak bertemu dengan Dimas disana.


Sepanjang perjalanan, Dinda nampak berfikir keras. Dia mengingat ingat kesalahan apa yang sudah di perbuat sampai Zara marah padanya. Dinda mengulang ulang ingatannya dari pagi pertama bertemu dengan Zara.


"Sebenernya ada apa sih? aku bingung banget! sebenernya salahku apa?" Batin Dinda


Panjangnya lamunan Dinda sampai tidak terasa mereka sudah sampai di depan rumah keluarga Dika


"Ayahhhhhh!" Teriak Fatih membuyarkan lamunan Dinda


"Fatih,,, Assalamualaikum" ucap Dika yang setelah turun langsung memeluk putranya


"Wa'alaikumsalam..." Jawab mama Dika saat ikut menghampiri mereka


"Unda,, atih angen cake unda" Fatih merosot dan bergantian memeluk Dinda


"Ohh jadi kangen cake bunda aja nih? sama bunda gak kangen ya? ngambek ah!" ucap Dinda berpura pura merajuk


"Papa ke kantor ma?" tanya Dika


"Iya, lagi persiapan penyambutan bapak bupati yang mau berkunjung katanya. Oh iya Dika, nanti malam kalian kerumah ya, kita makan malam bersama. Sekalian nanti malam ada keluarga pak Hartono kerumah bersama putrinya" ucap mama


"Kenapa ada keluarga mereka ma?" tanya Dika


"Rencana mama, mau menjodohkan Tasya sama Dimas." Jawab mama


Deg!


Dinda cukup kaget mendengar ucapan mertuanya itu. Bukan kaget karena masih ada perasaan, tapi kaget saat tatapan mama Dika kearahnya seperti tatapan intimidasi.


"Mama gak mau Dimas balikan lagi sama Dinda!" batin Mama


"Oh,, kami usahakan ya ma, lihat kondisi. Kan sekarang sering banget ujan" jawab Dika


"Makanya kamu beli mobil sana! jadi enak kalau mau kemana mana gak sempit gitu pake vespa!" ucap mama

__ADS_1


"Iya ma, nanti kalau ada rejeki lebih" jawab Dika dengan tersenyum. Kemudian Mereka pun pamit kepada mama Dika untuk pulang kerumah.


Dinda terus saja diam selama di perjalanan pulang, hingga mereka sudah sampai dirumah dengan selamat. Ketiganya masuk dan akan menuju ke kamar untuk membersihkan diri


"Dinda"


Dika menghampiri Dinda yang saat itu tengah mengambil handuk dan pakaian gantinya di lemari


"Iya bang? ada apa?" tanya Dika


"Nanti malam kita kerumah mama?" tanya Dika


"Loh, abang kok tanya Dinda? kalau Dinda nurut aja bang, kita kesana atau tidak, terserah abang gimana" jawab Dinda


"Bukan begitu, maksud abang,,, apa kamu tidak masalah untuk datang?" tanya Dika


"Dinda gak masalah bang, kan ada abang juga disana" jawab Dinda


"Em,,, ya udah kalau gitu. Kamu mandi dulu aja yah, abang temani Fatih didepan" jawab Dika


"Iya bang" jawab Dinda


"Apa mau mandi bareng?" tawar Dika


"Abang,,,, " sahut Dinda dengan nada manja


Dika tersenyum lalu pergi meninggalkan Dinda di kamar. Dinda masih malu, apalagi saat ini dirinya masih kotor, Dinda pun belum pernah membayangkan hal sejauh itu bersama Dika.


"Bukan kah tidak papa aku ikut datang ke acara itu?"


.


.


.


.


Udah ketemu senin nih,,,


Uni mau ah kalau di kasih Votenya😍

__ADS_1


Tak double up deh malam nanti, agak hareeeeeedang nanti malam kalau bisa🤣😀 ketar ketir kalau mau nulis yang agak hareeeeedang gitu🤣


__ADS_2