
"Hai Ngga, sorry telat. Lagian tumben banget sih kamu ngajakin kita nongkrong di Cafe" ucap Budi kepada Angga
"Iya nih tumben banget" Sahut Candra
Angga sengaja mengajak Budi dan Candra untuk nongkrong di Cafe yang tak jauh dari kosan Zara. Seharian tadi dia tidak bertemu gadis polos itu. Biasanya Zara selalu menunggunya di parkiran dan membawakan bekal, tapi hari ini Zara tidak ada. Ada sedikit rasa sepi saat tidak melihat kepolosan gadis itu
"Aku cuma pengen traktir kalian" sahut Angga yang tidak memiliki alasan lain lagi.
"Wih,, kalau tau gitu kita ke resto bintang enem deh! " Sahut Budi dan mereka bertiga tertawa bersama
"Haha mana ada resto bintang enem?! adanya puyer bintang toejoe! "Sahut Candra
"Udah pesen aja, kalian mau makan apa terserah" ucap Angga
"Widihhh siap boss! Can kamu mau makan apa?!" tanya Budi.
Kedua lelaki itu sibuk memilih makanan apa yang akan di pesan, namun pandangan Angga tertuju pada gerbang yang ada di seberang cafe itu. Berharap gadis polos yang ditunggunya keluar dari gerbang itu
Mata Angga membulat saat gerbang itu terbuka dan keluarlah sosok gadis polos yang di batinnya agar keluar ternyata keluar juga. Jantungnya berdegup cepat saat melihat gadis itu dengan pakaian tidur bermotif hello kitty dengan memakai jaket hoddie kebesaran hingga hampir menenggelamkan badan mungil itu. Sorot lampu mobil yang berlalu lalang membuat gadis itu terlihat jelas di mata angga. Tanpa terasa bibirnya terangkat ke atas
Zara celingukan mencari tukang bakso yang biasanya mangkal di depan kosannya
"Apa pakde gak jualan ya malem ini? emm beli nasi goreng saja kalau begitu" ucap Zara melangkahkan kakinya menuju ke tukang jualan nasi goreng gerobak yang tak jauh dari kosannya.
Melihat Zara mulai berjalan, Angga pun bangkit dari tempat duduknya
__ADS_1
"Gaes, kalian lanjut tunggu makanan ya, aku ke luar sebentar" ucap Angga
"Kemana ngga?" tanya Budi
"Aku pengen makan nasi goreng" jawab Angga
"Sini kan ada" Ucap Candra
"Tapi aku pengen yang di gerobak itu, kayaknya enak, terlihat rame" jawab Angga
"Ck! ya sudah jangan lama lama ya! nanti kamu kabur lagi!" ucap Budi
"Haha,, ya enggak lah! benter doang" kemudian angga keluar dari Cafe dan menyusul Zara yang sedang mengantri.
"Nasi goreng Ati ampelanya 1 porsi ya pak" Ucap Angga pada penjual nasi goreng itu ketika baru sampai
"Oke mas, ngantri tapi yah" jawab pak nasgor
"Kak Angga?!" Zara melongo saat melihat Angga berdiri tepat di belakangnya
"Zara?" Ucap Angga seolah tidak tau jika Zara ada di tempat itu juga
"Kak Angga kok bisa disini?" tanya Zara bingung
"Aku,,, aku lagi kumpul sama temen di cafe itu tadi" jawab Angga dengan jujur
__ADS_1
"Ohh,, tapi kok beli nasi goreng di luar?" tanya Zara dengan polosnya sedang Angga terlihat gelagepan
"Itu,, tadi lihat nasi goreng ini rame, jadi pengen coba" jawab Angga dengan menggaruk kepalanya karena sedikit bingung menjawab pertanyaan Zara, terlihat kikuk sekali
"Memang boleh makannya di Cafe?" tanya Zara lagi dengan wajah lugunya
"Yah, kalau gak boleh, aku makan disini saja dulu, kamu beli juga? makan bareng aja disana" Jawab Angga sambil menunjuk kursi yang ada di tenda kecil pak Nasgor
Zara tersenyum
"Asyikkkk,,, kak Angga ngajakin Dinner Zara yah???" Ucap Zara kegirangan
"Ck! enggak lah, cuma makan nasi goreng, bukan dinner" jawab Angga
"Gak papa deh gak mau ngaku, penting bisa makan berdua!" kekeh Zara dan terdengar cekikikan beberapa gadis yang sempat mendengar percakapan mereka berdua. Kemudian mereka berdua duduk di kursi sambil menunggu nasi goreng jadi. Terlihat canggung, meski sebenarnya keduanya merasa senang.
Di tempat lain,,
Dimas yang baru keluar dari kantor karena lembur langsung masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan kantor. Dalam perjalanan pulangnya, Dimas merasa lapar. Saat melewati pasar malam, Dimas melihat Sekar yang tengah membawa kantong plastik lumayan besar dan dia pun langsung menepikan mobilnya
"Itu kan Sekar, ngapain dia di pasar malam?"
.
.
__ADS_1
.
.