Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Sedang Berhalusinasi


__ADS_3

Dika, Dinda dan Fatih sudah sampai di depan rumah mereka, setelah pulang dari menginap di rumah kedua orang tuan Dinda. Sampainya di depan rumah, mereka melihat ada pak Dirdja dan ibu Nadira yang duduk kursi depan rumah. Karena hari ini libur, warung mie ayam Dika juga tutup.


"Assalamualaikum" Ucap Dika mengapa kedua orang tuanya


"Wa'alaikumsalam, kalian dari mana?" tanya pak Dirdja


"Dari pasar pa, bahan bahan makanan dirumah pada habis, papa sudah lama menunggu?" tanya Dika


"Belum lama, papa kangen sama Fatih" ucap papa yang langsung menggendong cucunya.


Lalu Dika membuka kunci rumah dan mempersilahkan kedua orang tuanya masuk kedalam. Dinda pun kebelakang membuatkan minuman untuk kedua mertuanya


"Setiap hari Fatih kamu ajak ke kampus Dik?!" tanya Pak Dirdja


"Gak pa, Fatih kami titipkan sama ibu Arini, ibu mertua" Jawab Dika


"Loh kok titip disana?!" mama Nadira melayangkan protes kepada Dika


"Nanti malah ngerepoti mertuamu" ucap papa


"Awalnya Dika juga mikir gitu pa, tapi ibu minta Fatih di titip disana saja selama kami di kampus. Lagian kan Ibu dirumah sendiri, katanya sepi. Bapak dan kak Irfan kerja di pabrik pulangnya juga sore. Dika fikir tidak masalah, karena rumah ibu juga deket sama kampus dan setelah kuliah Dinda bisa langsung kerumah ibu, sore baru Dika jemput dan kami baru pulang" jawab Dika panjang lebar menjelaskan kepada kedua orang tuanya


"Ya gak bisa gitu dong Dika, bagaimanapun Fatih itu kan cucu kami, lebih baik Dititip sama nenek dan kakeknya. Papa kamu urong uringan saja kalau gak ada Fatih dirumah" sahut mama


"Ibu juga neneknya kan ma?" jawab Dinda yang baru keluar dengan membawa minuman untuk kedua mertuanya


"Apa ada yang salah jika Fatih di titip dirumah orang tua saya? mereka juga kakek dan neneknya Fatih. Dan juga Fatih seneng tinggal dirumah ibu. Dinda rasa gak ada masalah ma." ucap Dinda lagi


"Iya pa, kalau papa rindu kan tinggal telfon Dika, nanti Dika antar Fatih kerumah" Ucap Dika

__ADS_1


"Iya begitu juga boleh. Tapi nanti kalau papa sudah pensiun, Fatih tinggal dirumah ya,," ucap Papa


"Dika gak bisa janji pa, apalagi sebentar lagi Fatih akan punya adik, dia sangat antusias, Dika rasa dia akan betah dirumah bersama adiknya nanti . Paling Weekend bisa kerumah papa" jawab Dika


"Papa mengerti,, papa jadi pengen tinggal disini saja" sahut papa


plaakkk


Mama menepuk tangan papa yang malah mengatakan ingin tinggal dirumah itu


"Papa nih,," ucap mama dengan nada kesal


"Kalau Dika gak masalah pa, seneng malah kalau papa mau tinggal bersama kami" jawab Dika


Mama jadi tidak suka kepada Dinda karena tampaknya Dinda senang sekali menjawab setiap ucapannya.


"Dasar gadis pembangkang, tidak tau tata krama terhadap orang tua! terlihat baik, polos tapi sama sekali tidak penurut!. untung saja dia tidak jadi menikah dengan Dimas. Andai mereka jadi menikah, maka Dimas benar benar akan menyesal sudah menikahinya" batin mama


Dimas baru saja sampai di tempat yang tak jauh dari empang Sekar. Sudah beberapa hari Dimas tidak menampakan wajahnya di hadapan Sekar, namun diam diam dia mengawasi gadis dewasaa itu dari kejauhan. Terlihat Sekar tengah duduk di pondok sendiri. Mungkin karena hari minggu pagi menjelang siang jadi tempat itu sedikit sepi dari pagi hari


"Sudah berhari hari Dimas gak kesini, dia benar benar tidak akan muncul di hadapanku? ah itu lebih baik. Ayo lah sekar,, kenapa kamu malah memikirkan lelaki manja itu?!" Batin Sekar


"Ehem" Dimas berdhem dan membuat Sekar menoleh


Deg!


Sekar tenganga melihat Dimas tiba tiba muncul di hadapannya


"Apa aku sedang berhalusinasi? kenapa tiba tiba dia ada disini? apa dia hantu?!" gumam Sekar

__ADS_1


Sekar berdiri dan menghampiri Dimas yang tersenyum padanya


"Aku benar benar sudah gila!" Sekar meniti Dimas dari atas ke bawah


"Sudah puas melihatku?! Aku tau, aku terlalu tampan sampai kau terpesona" ucap Dimas dengan begitu pedenya


Sekar mengernyitkan alis dan meyakinkan dirinya


"Dimas? ini beneran kamu?!" tanya Sekar


"Iya lah, memangnya siapa? Hantu?!" ucap Dimas


"Ck! hantu saja lebih baik daripada dirimu!" Jawab Sekar


"Apa kamu bilang??" Dimas mulai kesal


Breeesssssssssss


Tiba tiba hujan turun begitu derass


.


.


.


.


Info ga gaessss

__ADS_1


Untuk cerita Zara dan Angga, insyaaAllah akan uni buat satu novel sendiri. Nanti kalau sudah launching, Uni Infokan lagi🤗


__ADS_2