Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Dasar Ceroboh!


__ADS_3

Zara sudah sampai di depan kelas dan tidak menemukan Dinda disana.


"Eh permisi kalian lihat Kak Dinda gak ya?" tanya Zara pada mahasiswa yang ada di sana


"Gak lihat"


"Waduh! bakal beneran ngambek dia besok" ucap Zara kebingungan sendiri


"Gimana? masih ada Dinda?" tanya Angga menghampiri Zara


"Gak ada kak! wahh besok bisa bisa dia ngambek sama aku! ini gara gara kak Angga sih! gak kasih tau kalau aku salah tarik!"


"Enak saja! kok jadi nyalahin kakak?!" jawab Angga


"Ya Zara yang salah, tapi,, kak Angga juga nurut aja aku tarik!" Cetus Zara


Zara terlihat bingung sendiri melihat dirinya


"Tas ku mana?! loh, sepatuku juga mana?!" Ucap Zara


"Ya Ampun!! ketinggalan di perpu! karena panik jadi lupa deh! Zara ke perpus dulu ya kak, Zara mau ambil tas sama sepatu. Terus mau nelfon kak Dinda" ucap Zara


"Dasar ceroboh!" cetus Angga


"Yah namanya khawatir! ninggalin temen sendiri di kelas ya Zara jadi khawatir!" sahut Zara yang kemudian berlalu pergi.


"Hem,, dia jenis orang setia kawan" gumam Angga saat melihat Zara yang semakin menjauh.


Sementara itu di empang Sekar,,,

__ADS_1


Sekar yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya, dia akan pergi kerumah Juragan Broto untuk membayar cicilan hutang keluarganya. Saat dia akan keluar dari pondok, Sekar di kagetkan dengan keberadaan Dimas disana


"Mau ngapain? kan sudah aku bilang, kami akan mengirimkan ikan guramenya ke restomu" ucap Sekar. Sejak Kejadian Sekar mengakui didepan Juragan Broto jika Dimas adalah calon suaminya, Sekar memutuskan untuk berhenti menyuruh Dimas untuk menjaring ikan sendiri. Dia begitu malu kepada Dimas karena hal yang sempat terjadi itu.


"Gak perlu, aku akan menjaring ikan itu sendiri" jawab Dimas dengan nada ketus seperti biasa


"Terus kenapa siang hari kesini? harusnya pagi kamu datang" ucap Sekar


"Aku mau mengembalikan ini" Ucap Dimas memberikan paperbag berisi pakaian bapaknya sekar yang pernah dia pinjam saat dirinya terjebur di empang.


"Oh,, " Sahut sekar kemudian mengambil paper bag itu dan meletakkan kedalam pondok


"Kalau tidak ada urusan lagi, silahkan pulang, aku masih ada urusan" Ucap Sekar yang kemudian berlalu dari hadapan Dimas


"Mau kemana?" tanya Dimas kepo


"Kepo banget!" jawab Sekar yang terus berjalan menuju parkiran motornya. Karena penasaran, Dimas pun bertanya pada pegawai Sekar yang ada disana


"Oh,, biasanya kalau tanggal segini, dia ke rumah juragan Broto mas. Bayar cicilan" jawab pak Iwan


Dimas manggut manggut kemudian dia berjalan menyusul Sekar


"Loh, motorku bannya kok kempes??" Sekar bingung sendiri saat melihat ban motor kesayangannya kempes dua duanya, sedangkan, bengkel dari tempat itu sedikit jauh. Sedang penyebab ban motor Sekar kempes karena Dimaslah penyebabnya. Hahahaha


"Ayo aku anter" ucap Dimas menawarkan tumpangan


"Gak usah, aku bisa naik ojek" Jawab Sekar


"Ojeknya pada pulang makan siang!" jawab Dimas

__ADS_1


"Sok tau kamu! memangnya kamu tukang ojek?" tanya Sekar


"Kan tadi aku lewat di pangkal ojek" Jawab Dimas


Sekar tidak percaya begitu saja, kemudian dia berjalan keluar dan melihat pangkalan ojek di dekat tempat itu ternyata kosong.


"Ck! menyebalkan!"


"Yuk naik! aku antar ke rumah bandot tua itu!" ucap Dimas yang sudah berada di atas motor besarnya


Sekar sebenarnya gengsi, tapi tidak ada alternatif lain saat ini yang bisa dipilih selain ikut bersama Dimas. Dengan sedikit malu malu, akhirnya sekar naik ke atas motor Dimas. Ntah kenapa, bibir Dimas tertarik ke atas saat melihat Sekar naik di atas motornya.


"Pasti sudah banyak cewek naik di atas motor ini bersamamu" gumam Sekar


"Kepo!" Sahut Dimas yang kemudian menjalankan motornya.


**


Mobil Alphaard hitam berhenti di depan rumah Dika yang saat itu terlihat sedikit ramai pengunjung. Hanya butuh sebentar untuk penyesuaian, Dika sudah lancar menjalankan mobil barunya itu.


Dika melihat sebuah mobil terparkir tak jauh dari depan rumahnya, dan dia melihat plat mobil itu seperti tidak asing. Kemudian, Dika mengajak istrinya keluar dari mobil mereka. Pintu mobil terbuka dan Dinda turun dari mobil itu.


"Bundaaaa" Teriak Fatih saat melihat bunda dan Ayahnya lah yang turun dari mobil itu.


"Fatiihhh" Jawab Dinda saat melihat putra sambungnya yang begitu dia rindukan karena menginap dirumah omanya.


Bukan hanya para pembeli mie ayam saja yang kaget karena rata rata mereka adalah tetangga, tapi juga ada Sierra dan keluarganya kaget saat melihat Dika keluar dari mobil mewah itu.


Deg!

__ADS_1


"Mas Dika punya mobil?!"


Sierra menganga


__ADS_2