Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Arjuna VS Dara


__ADS_3

Sampainya mereka dirumah,,,,


Dika membuka pintu , lalu Dinda dan juga Fatih masuk kerumah bersama. Dinda yang terlihat sangat lelah karena aktivitas ospek dihari pertama lumayan menguras tenaga, Dinda izin membersihkan diri lebih dulu kepada Dika dan juga Fatih. Setidaknya saat menjelaskan nanti Dinda sudah terlihat fresh.


Beberapa saat setelah membersihkan dirinya, Dinda dibuat terkejut saat Dika tiba-tiba masuk sementara dirinya masih menggunakan handuknya dan baru saja keluar dari kamar mandi


"Astagfirullah! abang, bikin kaget aja!" Ucap Dinda gugup dan memalingkan wajahnya dengan memegangi handuknya dengan begitu erat.


Sementara Dika dibuat tegang saat melihat Dinda seperti itu


"Ehem,,"


"Maaf, abang kira kamu sudah selesai mandi. Abang juga mau bersih bersih" Jawab Dika berusaha bersikap datar meski saat ini dirinya tengah menahan.


"Silahkan bang" Jawab Dinda buru-buru menyingkir dan memberi jalan untuk Dika ke kamar mandi. Dinda merutuki dirinya sendiri yang lupa membawa pakaian ganti seperti biasa. Begitu Dika masuk ke kamar mandi, dengan cepat Dinda mengambil pakaiannya di lemari dan akan berganti pakaian.


Suuuttttt


Handuk terjatuh begitu saja saat Dinda tengah menggunakan dress rumahan selutut, dia tidak sadar bahkan tidak tau jika Dika berdiri tegak menatap dirinya kaget saat akan mengambil handuk yang tertinggal malah disuguhkan sesuatu yang dapat menggoda iman. Sontak saja Dika kembali menutup pintu saat melihat Dinda akan bergerak.


"Oh ya ampunnnn! dia benar benar menguji kesabaran ku!!! Sabar ya Jun, semua akan indah pada waktunya! lu jangan minta jatah dulu sebelum Dara kasih izin!" Sejenak Dika mengatur nafasnya kemudian dia kembali membuka pintu dan dilihatnya Dinda sudah tidak ada. Dika bisa bernafas lega dan buru buru mengambil handuk dan membersihkan dirinya.


Tidak ingin berlama lama, Dika sudah lebih segar dan segera keluar dari kamar menemui Dinda dan Fatih yang tengah duduk di ruang keluarga sore itu sambil menonton acara TV.


"Ini bang, Dinda buatin Es jeruk, Fatih juga suka" Ucap Dinda menawarkan es kepada Dika


"Makasih" jawab Dika seadanya


Dinda mulai berfikir lagi dengan jawaban yang di berikan Dika terlalu singkat.


"Bang,," panggil Dinda sedikit lirih


"Hem?" sahut Dika sambil menoleh sedikit kearah Dinda


"Abang,,, marah ya sama Dinda?" Tanya Dinda pelan sekali


"Enggak,," jawab Dika


"Beneran? tapi kok mukanya jutek gitu? ditanya jawabnya singkat aja" tanya Dinda

__ADS_1


"Ayah ndak oleh malah malah cama unda yah!" sahut Fatih


"Enggak, ayah gak marah sama bunda " jawab Dika saat Fatih menyahuti obrolan mereka


"Tapi mukanya beda" ucap Dinda lagi


"Itu temen baru yang kamu ceritain tadi?" tanya Dika


Dinda langsung teringat pada Angga


"Itu namanya Angga bang, Dia senior Dinda di kampus temen Dinda kan Zara namanya tapi dia sudah pulang duluan" Jawab Dinda


"Senior yang keliat lagi deketin kamu?" tanya Dika


"Angga itu temen SMA Dinda bang,,,," Dinda belum menyelesaikan ucapannya lagi


"Ohhh, jadi ketemu temen lama terus kembali bernostalgia? gitu?" tanya Dika menatap lekad kearah Dinda


"Gak gitu bang, kami gak sengaja ketemu. Dinda juga baru tau kalau dia kuliah disana. Namanya gak sengaja ya gak ada rencana kan bang?" Dinda menjawab dengan tegas


"Kelihat banget dari gerak geriknya dia deketin kamu" jawab Dika


"Dia yang deketin! tapi dinda kan enggak!" Jawab Dinda sebal sendiri lalu memilih pergi meninggalkan Dika dan Fatih


"Ayah dak oleh gitu! unda malah kan?! cana ayah minta maaf!" fatih memerintah ayahnya.


"Iya,, ayah susulin bunda ya, kamu tunggu disini" ucap Dika kepada Fatih. Lalu Dika menyusul Dinda yang masuk kedalam kamar mereka.


Dengan wajah kesalnya, Dinda duduk di sofa sambil melihat taman mini yang ada di samping kamar itu. Tak lama Dika masuk dan menghampirinya.


"Dinda,,"


"Apa?!" Jawab Dinda sedikit ketus


"Kok jadi kamu yang kesel sih?! harusnya abang dong yang kesel. Masak istri abang di deketin cowok lain, abang biasa aja?!" ucap Dika dan Dinda menoleh kearah Dika yang duduk di sampingnya


"Habis abang kayak gak percayaan sama Dinda! Dia tuh cuma temen biasa! bukan temen deket!" sahut Dinda masih dengan nada kesal


"Ya abang kan gak tau, tapi terlihat dari wajah si angga itu kayak pengen deketin kamu. Angga itu kelihat ganteng, lebih muda dari abang, secara ekonomi pasti terbilang lebih kalau sudah kuliah di kampus itu. Abang jadi rada insecure dong kalau harus bersaing dengan dia buat dapetin kamu" ucap Dika

__ADS_1


"Ck! gak lah! Dinda tuh udah jadi istri abang, mana mungkin Dinda berpaling ke lain hati, Eh!" Dinda menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena keceplosan.


"Iiihhh abanggg ngeseliiinnn!!" Dinda merasa malu sendiri karena sudah mengatakan jika dirinya juga mencintai Dika meski secara tidak langsung. Dinda menutup wajahnya begitu erat dan rasanya tidak berani menatap Dika lagi, maklum gaes,,, gadis lagi kasmaran


"Aaaaa!" Dinda kaget saat didorong Dika hingga berbaring di sofa panjang dan Kini Dika sudah berada tepat di depan wajahnya.


Keduanya saling menatap dan menyelami sorot mata keduanya.


"Abang cemburu kalau kamu dekat dengan pria lain, rasanya abang gak rela" Ucap Dika dengan lembut bersamaan dengan wajahnya semakin dekat.


Dinda tidak menjawab, dia hanya merasa saat ini jantungnya sudah akan meledak begitu saja saat hembusan nafas hangat menerpa wajahnya. Nafasnya sesak terasa sesak saat Dika sudah menyatukan bibir keduanya.


Tok


Tok


Tok


"Ayah,, apa ayah cudah belbaikan dengan unda?" teriak Fatih dari luar kamar


Deg!


Dinda mendorong Dika dan keduanya saling menatap


"Anak kita bang" ucap Dinda


"Iya ,,,iya,, sudah"


Dengan wajah kusut, Dika mengacak acak rambutnya sendiri dan beranjak menuju kearah pintu


"Kusut kusut!"


.


.


.


.

__ADS_1


.


Selamat berbuka puasa☕😍


__ADS_2