Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Hanya sebagai pelarian


__ADS_3

Mama Nadira, Papa Dirdja, Dika, Dimas dan Sekar sudah mengambil duduk masing masing di ruang tamu. Semua terlihat diam dan tegang, Belum ada yang angkat bicara sampai akhirnya papa yang lebih dulu mengawalinya.


"Kenapa sekarang semuanya diam?! apa tidak ada yang mau menjelaskan?!" Papa sengaja memancing mama Nadira untuk bicara kali ini.


Sejak kemarin kata pembantu dirumah keluarga Dirdja yang melapor pada pak Dirdja mengatakan jika nyonya besar tambah uring uringan setelah menerima tamu orang yang tidak mereka kenal. Namun ketika papa Sepulang dari kantor mama Nadira hanya diam tanpa ingin bercerita apapun. Hingga sampai pagi hari, tiba tiba mama mengajak papa untuk menemui Dimas.


"Ma!" ucap papa


"Katakan Dimas, kamu di pecatkan dari kantor?!" ucap mama


"Iya ma, Dimas di pecat! dan Dimas tidak masalah" jawab Dimas


"Kamu itu benar benar tidak waras!! Dipecat dari pekerjaan tapi kamu masih saja tetap tenang. Semua ini gara gara DIA!" mama Nadira menunjuk Sekar


"Kamu yang mempengaruhi anak saya ! kamu pelet dia ! jika tidak, tidak mungkin Dimas berani melawan orang tuanya! kamu wanita pembawa sial!" Teriak mama Nadira


"Ma! mama jangan salahkan Sekar! Sekar tidak pernah mempengaruhi Dimas apapun! Dimas dipecat juga karena Dimas tidak tahan dengan sikap ibu monica yang genit pada Dimas! Selama ini wanita itu memiliki niatan licik! menggunakan jabatan untuk mendekati Dimas!" ucap Dimas dengan emosi


" Jangan asal menuduh kamu! Ibu monic itu orang terhormat! dia berkelas, sangat berbeda dengan wanita udik itu!" Ucap mama


"Cih! berkelas?! berkelas hanya untuk kedok saja! Dimas yang tau bagaimana wanita itu sebenarnya ma! Kenapa mama tiba tiba membahas ibu monic?! atau mama sudah kehasut wanita itu?!" tanya Dimas


"Dia datang kerumah, benar kan ma?!" Ucap papa saat mama Dimas masih diam saja


"Ya! dia kerumah dan membuka semuanya pada mama! kamu itu di pelet Dimas! wanita itu yang melakukannya!" ucap mama Nadira kembali melayangkan tuduhan pada Sekar


"Tidak bu, saya tidak melakukan itu" jawab Sekar

__ADS_1


"DIAM KAMU! Maling mana ada yang mau ngaku hah?! kamu hanya mengincar harta anakku! kamu cuma mau hartanya! iyakan?!" Mama Nadira berteriak di depan Sekar


"Cukup ma!" Ucap Dimas pada sang mama


"Berani kamu bentak mama! demi wanita ini Dimas?!" ucap mama


"Mama yang keterlaluan, Sekar tidak salah ma. Dimas cinta padanya! mama harus tau itu" jawab Dimas


"Cinta?! cinta apa yang kamu katakan hah?! sadar kamu! dia hanya kamu jadikan pelarian dari Dinda kan?! jujur kamu!" sarkas mama


deg


deg


deg


"Pelarian?! Dinda?!" Batin Sekar bertanya tanya dalam hati


"Kenapa ya mama tidak belajar dari masa lalu?!" Dika tiba tiba angkat bicara


"Apa maksudmu?!" sarkas mama


"Jangan fikir Dika tidak tau ma, dulu mama keberatan Dimas menikah dengan Dinda karena status sosialnya kan?! dan sekarang mama juga tidak menerima Sekar karena Sekar juga sama dengan Dinda. Apa mama lupa dulu mama berasal dari mana?!" Ucap Dika dengan tatapan tajamnya


"Dika,," Papa akan angkat bicara namun Dika sudah memberi peringatan pada papanya dengan mengangkat tangan ke arah papa untuk tidak bicara


"Dika belum selesai pa,,, sepertinya mama lupa, atau melupa dulu sebelum menikah dengan papa ku, mama itu siapa?! mama hanya seorang pegawai biasa papa di kantor. Mama juga orang biasa kan? tinggal di rumah sepetak bersama keluarga mama. Tapi kenapa sekarang mama seolah lupa segalanya! Sebenarnya aku tidak ingin mengungkit ini, tapi mama sudah melewati batas!" Ucap Dika menatap mama Nadira dengan tatapan begitu tajam menusuk

__ADS_1


"Itu anak mu sudah besar! mau sampai kapan mama akan memanjakan dia?! sampai kapan mama akan menyetir hidupnya?!" tanya Dika


"Kamu,, kamu,, kamu,," mama Nadira menunjuk nunjuk ke arah Dika


Bruuukkkkkkkk


Mama Nadira langsung pingsan di tempat itu juga.


"Mama!" Dimas dan papa kaget lalu berhambur menghampiri mama.


"Maaf ma, tapi mama harus di sadarkan!" batin Dika


Tubuh sekar bergetar hebat, dia menahan sesak didalam dadanya. Dia merasa apa yang di katakan mama Nadira bisa saja benar, sebenarnya Dimas hanya menjadikannya pelarian semata. Sekar baru tau jika ternyata Dimas dan Dinda akan menikah dulunya. Dia pun tidak tau sejauh mana perasaan keduanya.


"Ayo bawa mama ke rumah sakit" ucap papa


Berbondong bondong Dimas dan Papa membawa mama Nadira kerumah sakit, Sedang Sekar masih lemas dan hanya duduk di tempat tanpa mampu bergerak. Dia menatap Dika yang saat itu juga akan keluar dari rumah


" Dika,, apa benar,, Dimas dan Dinda dulu,, punya hubungan?" tanya Sekar dan membuat Dika menghentikan langkahnya,


"Iya, dulu mereka pernah gagal menikah, sebelum aku menikahi Dinda" Jawab Dika


Deg!


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2