Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Honeymoon


__ADS_3

Seperti yang sudah di sepakati Dika dan Dinda, keduanya sudah memutuskan untuk honeymoon berdua selama 2 hari ke Bali. Selama setahun menikah, keduanya memang belum pernah melakukan honeymoon seperti pasangan yang lainnya.


Beruntung Fatih tidak merengek ikut, karena Abyan juga ditinggal dirumah Dika. Yang akan menjaga keduanya ada kakek dan nenek, juga mbah uti dan mbah kakung nya. Karena mereka mengambil weekend jadi semua bisa berkumpul bersama, sambil mempererat hubungan keluarga.


Sebelum pergi Honeymoon, Dinda benar benar mempersiapkan segalanya, terutama stock Asi untuk Abyan tidak boleh kurang selama di tinggal bersama mbah uti nya.


Bukan hanya Dika, Dimas dan Sekar juga melakukan perjalanan Honeymoon ke raja ampat. Keduanya tidak mau kalah dengan pengantin lama yang akan menghabiskan waktu berdua mereka.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, Dinda dan Dika sudah sampai di Bandara. Keduanya pun langsung di jemput Supir hotel tempat mereka akan menginap selama di Bali. Keduanya terlihat begitu menikmati waktu bersama mereka. Tidak membutuhkan waktu yang lama, keduanya sudah sampai di hotel, dan mereka langsung di antar ke kamar mereka.


"Maasyaa Allah,,, indah bangett bang " Dinda membuka jendela besar dan menampilkan keindahan pantai yang dapat di nikmati dari kamar itu.


"Indah sih,, tapi lebih indah istri abang" Tangan besar Dika sudah melingkar erat pada pinggang Dinda . Kepala Dika pun sudah bersandar di bahu istrinya, Dinda tersenyum ketika mendapat pujian dari suaminya


"Mulai gombalnya,," Kekeh Dinda, Dika memejamkan matanya, menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya. Dinda menoleh hingga ujung hidungnya bersentuhan dengan pipi suaminya


"Terima kasih,, Engkau mengirimkan sosok suami yang baik, penyayang, dan soleh seperti dia." batin Dinda


Dika menoleh hingga wajah keduanya saling beradu


"Love you sayang" Dika tersenyum dan Dinda ikut tersenyum


"Love you too" yang hangat hangat sudah melekat, memberi rasa manis yang tidak pernah memberi rasa bosan. Ntah sudah berapa kali, bahkan mungkin ribuan kali mereka melakukannya namun tidak pernah bosan.


Terdengar suara bel membuyarkan aktivitas manis sepasang suami istri itu.


"Makanan kita sudah sampai,," Dika mengecup pipi Dinda Sekilas lalu pergi untuk membuka pintu. Ternyata benar, makanan mereka sudah tiba. Lalu Dika mengajak Dinda untuk makan terlebih dulu sebelum mengajaknya beraktivitas lain.


"Sayang,, ayo kita makan dulu" ucap Dika sambil menata makanan di atas meja. Tangannya berhenti menata saat melihat Sang istri sudah berganti pakaian, dress maroon dengan model sabrina, panjang diatas lutut dengan motif bunga bunga membuat Dinda terlihat begitu segar seperti gadis . Pria itu tersenyum dan menghentikan aktivitasnya


"Abang jadi ingin makan yang lain,,," Dika melangkah semakin dekat pada istrinya


"Ck,, Abang,, ayo kita makan,, Dinda sudah lapar" jawab Dinda terdengar malah seperti menggoda

__ADS_1


"Tapi abang mau makan kamu dulu, kalau makan yang lain takut muntah. Setelah kita olahraga baru kita makan!" Dika sudah menggendong Dinda dan membawanya kembali masuk kedalam kamar


"Abangggggg,,,! lepasiihhh iiihh" Dinda berontak namun tidak akan mudah lepas dari cengkraman pria dewasa itu.


"Tidak akan semudah itu sayang,,,Abang sudah begitu lama menunggu masa pemulihan mu. Kamu tau,, abang puasa 3 bulan lebih, dan itu sangat tidak mudah bagi abang" Dika mulai mencari celah agar Dinda memberikan dirinya dengan sendirinya, Benar saja, Dinda sangat tidak tegaan, dia sadar betul, setelah melahirkan abyan, Dika tidak pernah mengajaknya berhubungan. Hanya sentuhan sentuhan yang kadang Dika minta untuk membantunya melepaskan hasrattnya.


Kemudian Dinda meraih tangan Dika dan mengecup telapak tangannya dengan lembut


"Aku milikmu bang" Ucapnya membuat seringai Dika keluar.


"Aku akan mengambil milikku sekarang" Ucap Dika yang sudah akan menerkam istrinya


"Tunggu!" Dinda menahan Dika yang sudah sangat dekat padanya


"Ada apa sayang?" tanya Dika tidak sabaran


"Dinda lupa bawa pompa Asi!" Dinda baru teringat jika dia lupa memasukkan pompa asi nya setelah tadi dirumah dia cuci.


"Hanya ada 2 pilihan, Abang belikan yang baru, kedua,,, abang gantiin Abyan" jawab Dinda


"Abang gantiin Abyan? kayaknya,, abang pilih beli saja yang baru. Mau seberapa jauh, abang akan carikan" Ucap Dika langsung beranjak dari tempat duduknya. Dia dengan cepat keluar dari kamar hotel untuk menanyakan supermarket atau babyshop terdekat. Sedangkan Dinda menunggu Dika dengan gelisah


Saat Dika kembali, wajahnya terlihat sedikit kusut


"Gimana bang?" tanya Dinda


"Babyshop terdekat gak ada. Harus menempuh perjalanan 2 jam dulu baru sampai ke kota. Abang sudah meminta tolong salah satu pegawai hotel untuk membelikan pompa Asi. Jadi kita tunggu saja ya. Kita makan dulu" jawab Dika


"Tapi,, ini sudah sakit bang,,, kan tadi di pesawat belum di keluarin,,, bengkak jadinya" Ucap Dinda dengan meringis


"Terus gimana? kan baru di beli. Tahan dulu ya,, 2 jam ajaa" Jawab Dika terlihat ikut bingung


"Gantiin Abyan bang, cuma itu satu satunya cara biar gak sakit. Beneran sakit,, Dinda bisa Demam kalau gak di keluarin" jawab Dinda

__ADS_1


Dika tanpa berfikir, seumur umur belum pernah melakukan itu, di pernikahan sebelumnya apa lagi,, tapi Dika juga merasa kasihan pada istrinya. Wajahnya sudah mulai pucat, sumber kehidupan Abyan pun terlihat begitu besar dan berisi penuh. Tidak tega, akhirnya Dika menggantikan Abyan mengosongkan kedua sumber kehidupan bayi itu.


Waktu terus berjalan, ntah berapa lama akhirnya tugas Dika menggantikan Abyan selesai juga. Bahkan terdengar sendawa dari mulut ayahnya Abyan.


"Terima kasih suamiku,," Dinda memberi kecupan sayang di kening suaminya, Dika pun tersenyum kecil sambil mengangguk.


"Ayo kita makan, Katanya tadi laper" Ucap Dinda mengajak Dika untuk makan.


"Tidak,, abang sudah kenyang,," Jawab Dika yang merasa benar benar sudah kenyang saat itu.


"Kan belum makan nasi, jadi abang belum makan" Ucap Dinda menarik tangan Dika dan mengajaknya keluar dari kamar


"Abang sudah kenyang sayang,, Abang tadi sudah makan semangka besar, 2" jawab Dika


"Ya Ampunn sampai bener bener kekenyangan?" tanya Dinda dan Dika mengangguk


"Maaf yah bang, mungkin karena berjam jam gak di keluarin jadi overload isinya" Kekeh Dinda dan Dika hanya mengangguk dengan wajah memelas. Hingga Akhirnya hanya Dinda yang menyantap makanan di atas meja, sedangkan Dika hanya duduk dan menemaninya.


.


.


.


Kekenyangan ya bang?🤣


kesian banget sih🤣🤭


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2