Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Abang tetep cinta


__ADS_3

Dinda baru saja selesai membersihkan diri, lalu di berjalan santai menuju ke lemari untuk mengambil pakaian. Kemudian Dinda memilih pakaian mana yang akan dia pakai malam ini.


"Aku rasa pakai ini saja" Dinda mengambil long dress berwarna peach bunga-bunga dan tak lupa pakaian dalemnya.


"Kenapa jadi sempit sekali?! Jadi gak nyaman!" Dinda menggerutu saat merasakan sesak bagian atasnya.


Kemudian Dinda mencari cari yang lebih besar menurutnya


Dika masuk dan berniat membersihkan diri setelah selesai menutup warung mereka. Langkahnya terhenti saat melihat Dinda mengacak acak seisi lemarinya. Matanya membulat ketika di atas tempat tidur berhamburan beberapa kacamata dengan berbagai warna dan model berbeda


"Sayang,,, kamu sedang apa?" Dika menghampiri Dinda yang masih melihat seisi lemarinya


"Abang,,,, ini loh sesak semua! bisa gak muat gini! terus dinda pake apa?" Dinda memasang wajah cemberut karena kesal sendiri


Dika tersenyum dan menyentuh kedua bahu istrinya


"Biasanya pake nomer berapa?" tanya Dika


"38" jawab Dinda masih cemberut


"Wah berkembang pesat yah! kayaknya sudah bergeser jadi 40" ledek Dika


"Abang iiihhh!! malah ketawa gitu! seneng ya lihat istrinya kesusahan gini?!" Dinda kesal dan memukul lengan Dika karena malah tertawa


"Ehh bukan gitu,, abang cuma bangga! abang berhasil membuatnya semakin besar!" kekeh Dika lagi


"Abanggg!" Dinda memukulnya lagi


"Haha,,!! cukup cukup,,,!! abang belikan ke depan dulu. Ada mungkin yang jualan . Kamu tunggu dirumah ya, gak lama" Ucap Dika yang kemudian akan pergi, namun sebelum pergi, Dika menyempatkan sebentar untuk mencicipi bibir yang terus mengkerucut itu dengan gemas.


"Udah jangan cemberut,,," Dika mengacak acak rambut Dinda dan membuat kekesalan Dinda berangsur menghilang.


"Makasih yahhh suamiku,, hihihi" Kekeh Dinda


" Iyaa istriku,," Kemudian Dika menghilang dari balik pintu kamarnya dan terpaksa Dinda menunggu kepulangan Dika sendiri, karena Sore tadi Fatih di jemput eyang kakung nya dan diajaknya menginap dirumah keluarga pak Dirdja.


Dika masuk kedalam sebuah toko pakaian wanita yang buka tak jauh dari kompleknya. Kemudian Dika masuk dan disambut ramah oleh seorang gadis penjaga toko itu


"Mau cari apa mas?" tanya Penjaga toko


"Mau beli pakaian dalaam atas wanita, ada?" tanya Dika meski sedikit sungkan


"Ohh ada,, ukuran berapa?" tanyanya lagi

__ADS_1


"40, ada?" tanya Dika


"Sebentar yah,,," gadis itu mengambilkan beberapa model dan menawarkan kepada Dika. Terlihat Dika melihat model apa yang cocok untuk istrinya


"Ini, tolong bungkus segera" Dika memberikan beberapa model pilihannya


"Siap, totalnya 250ribu ya mas" Kemudian Dika segera pulang setelah membayar belanjaannya.


Dirumah,,,


Dinda berdiri di depan cermin dengan melihat dirinya dari pantulan cermin. Dia bolak balik beberapa kali sambil mengusap lengannya


"Kayaknya aku gendutan deh, iya bener,, aku kayak gendutan. Badanku jadi tambah berisi, pantas saja semua mulai terasa sesak. Apa aku terlalu banyak makan mie ayam?" Dinda berucap sendiri sambil terus berkaca


"Terakhir aku nimbang beratku 50kg, tapi sekarang kayaknya nambah deh" ucap Dinda


Terdengar suara motor Dika sudah memasuki halaman, dan tak lama Dika sudah masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam,,,"


"Ini abang belikan, semoga kamu suka ya dan ukurannya pas" ucap Dika dengan tersenyum


"Cantik bang, Dinda sukaa. Maksih ya bang,," Ucap Dinda sambil melihat semua model yang dibelikan suaminya


"Bang, Dinda gemukan ya bang?" tanya Dinda tiba tiba


"Enggak kok, siapa yang bilang gitu?" jawab Dika


"Jawab jujur bang, Dinda gemukan ya?" tanya Dinda lagi


"Enggak gemuk, hanya sedikit berisi. Gak papa abang tetep cinta" Dika mencubit gemas pipi istrinya


"Berisi berarti gemuk dong bang?! Dinda ngerasa baju Dinda mulai sempit" Ucap Dinda dengan wajah sedih


"Kamu tetep cantik di mata abang, malah makin seksii" Dika memegang kedua bahu istrinya dengan tersenyum lalu mengecup pipinya


"Udah sana ganti baju, sudah mau maghrib. Nanti masuk angin" ucap Dika.


Kemudian Dinda segera berganti pakaian, sementara Dika membersihkan diri dan bersiap untuk ke musholah.


"Dinda, nanti setelah isya kita ke pasar malam ya" Ucap Dika

__ADS_1


"Iya bang"


Kemudian Dika pamit pergi ke musholah


***


Dirumah keluarga Dika, Dimas baru saja sampai dirumah setelah lembur bekerja. Badan sudah lelah, namun Dimas tidak bisa langsung istirahat karena mama Nadira menghadangnya


"Malam ma,, Dimas keatas, capek banget" Ucap Dimas yang akan berlalu


"Tunggu Dimas!"


"Ada apa lagi ma?"


"Mama ingin bertanya, ada masalah apa kamu dengan Sekar?!" tanya mama


"Sekar siapa?! Oh,, gadis penjual ikan itu?!" jawab Dimas


"Iya!" jawab mama


"Dimas tidak ada masalah apapun ma! Dimas hanya tidak menyukai gadis itu! Dia selalu membuat Dimas kesal" jawab Dimas


"Pasti semua ada awalannya! kau tau, karena ulah mu Dia menyetop pasokan ikan gurame ke restoran keluarga kita! "


"Tinggal cari lagi ma! di kota ini pasti banyak yang jual! Nanti Dimas bantu untuk mencari" jawab Dimas dengan enteng


Plaaakkkk


Pukulan cukup keras mengenai lengan Dimas


"Awww sakit ma!" ringis Dimas


"Sudah di cari dan tidak ada yang sebagus kualitas ikan gurame dari empang dia! mama gak mau tau, kamu harus membuat sekar mau memasukkan lagi ikan gurame nya ke restoran kita kalau kamu tidak mau restoran kita bangkrut!" Mama Nadira kesal dan pergi meninggalkan Dimas


.


.


.


.


Nah loh Dinda mulai gemukan, beeneran abang Dika tetep cinta sama Dinda? kalau gemuknya nanti kayak karung beras gimana bang?🤭

__ADS_1


__ADS_2