Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Menjemput Pulang


__ADS_3

Dika POV


Cekgluk cekgluk cekgluk


Sungguh nikmat sekali es lemon tea yang dibuatkan Dinda untukku, bahkan mampu melepaskan dahagaku seketika


"Emmm Nikmat sekali" kataku memuji minuman buatan Dinda


Tunggu!


Bukannya itu sierra yang tengah berdiri mengintip di balik pintu?!


Ku letakkan gelas es tehku di nakas, lalu ku tatap lekad Dinda di depan ku


"Makasih yaa" kataku kepada Dinda


"Sama-sama ba,,," Belum sampai Dinda melanjutkan ucapan nya, aku sudah mengecupnya dan membuat Dinda kaget lalu memejamkan matanya, aku pun langsung ikut memejamkan mataku dan semakin memperdalam gerakan ku. Kutarik pelan Dinda dengan terus membuainya hingga Dinda membalasnya meski terasa begitu kaku. Bagai gayung bersambut, kami berdua semakin hanyut.


Ku rebahkan Dinda diatas tempat tidur dengan perlahan tanpa melepas tautan kami. Aku terpacu semakin ingin menjelajah karena Dinda seperti merespon baik untuk hal itu. Ku lepas bibir merah jambu itu dan beralih turun kebawah menjelajahi jalan turunan


"Abanggg,,,," Suara lirih Dinda terdengar begitu Indah membuatku semakin menggelora. Aku suka wanginya, aku suka suaranya.


Aku masih berada di posisiku, namun tidak dengan tanganku yang sudah berjalan dengan insting mencari sesuatu yang diinginkannya. Dan kini tangan besar ku sudah berada diatas gunung yang besarannya pas di tanganku. Aku tidak berhenti dan mulai bergerak menggodanya


"Abaaangg,,,," Suara itu kembali terdengar Indah saat Dinda yang langsung membusungkan badannya saat itu


Blam!


Aku terkejut dan baru sadar jika aku sudah menyentuh Dinda kebanyakan. Atensi ku dan dinda langsung melihat ke arah pintu yang sempat terbanting cukup keras dan mengagetkan. Ya, sierra melihat kami, dan itu yang aku harapkan. Tapi, sekarang aku yang di landa kecanggungan karena kebablasan!


"Abang,,, minta maaf,,, karena,,,," aku malah jadi gugup


"Gak papa bang,," jawab Dinda dengan wajah memerah dan masih berada di kungkungan Dika. Lalu Dika membangunkan Dinda dan mereka duduk bersama


"Bang,, mba sierra melihat kita"

__ADS_1


"Iya, gak papa, biar dia mikir sendiri, pasti dia kesel sendiri sekarang"


"Kamu gak marah kan sama abang?" tanya Dika takut takut


Dinda menunduk malu dan menggeleng pelan, Dika bisa bernafas lega setelah itu.


Terdengar suara mobil berhenti di depan, Dika beranjak dan melihat dari jendela kamarnya


"Papa dan mamanya Sierra sudah datang, Ayo kita keluar" ucap Dika kepada dinda


"Tunggu sebentar bang, Dinda pakai hijab dulu" dengan cepat Dinda mengambil jilbab langsungan nya dan segera memakainya. Lalu keduanya pun keluar dari kamar.


Begitu keluar Dika sudah mendapati Sierra yang berada di ruang tamu. Sierra terlihat tegang saat itu


"Minggir! aku mau buka pintu!" Ucap Dika


"Tidak! mas gak boleh buka pintu!" ucap sierra


"Apa urusanmu?! ini rumahku!" ucap dika yang kemudian menggeser sierra dan membuka pintu sebelum pintu itu di ketuk dan depan sudah berdiri papa dan mama sierra


"Silahkan masuk " ucap dika mempersilahkan masuk


Kedua orang tua itu masuk dan membuat sierra semakin tegang.


"Kenapa kamu ada disini?!" tanya papa sierra


"Aku,, aku ingin kembali bersama keluarga kecilku pa" jawab Sierra


"Sekarang kemasi barang-barang mu, kita pulang!" Ucap papa sierra


"Tapi pa?!"


"Tidak ada tapi-tapian!"


Sierra kesal tidak bisa membantah ucapan papanya. Lalu Sierra beranjak dan pergi ke kamar untuk membereskan pakaiannya.

__ADS_1


Tak lama Sierra keluar bersama Fatih dan membawa kopernya


"Fatih mau dibawa kemana?!" tanya Dika


"Ikut denganku mas!" jawab Sierra


"Tidak! dia akan tetap ikut denganku! Sedari bayi, kau sendiri yang memberikan Fatih padaku! aku yang merawatnya, kau tidak berhak membawanya!" Sarkas Dika


"Aku akan memberikan Fatih padamu, asal kita kembali bersama!" jawab sierra tak kalah tinggi


"Apa-aan kamu ini?! Lebih baik, kau tanya Fatih, mau ikut siapa!" tantang Dika , namun Sierra tidak takut


"Fatih sayang,,, fatih mau ikut siapa?!" tanya sierra kepada Fatih


Fatih terlihat bingung dan wajahnya berbeda dari biasanya.


"Mama" jawab Fatih lirih dengan menunduk


Sierra tersenyum senang dan menatap dika lagi


"Sudah dengar?! Fatih ingin bersamaku!" ucap Sierra


"Ayo sayang kita pulang!" Ucap Sierra menarik fatih dan juga kopernya .


Dika terlihat sedih saat fatih pergi meninggalkannya, sekali Fatih menoleh kebelakang melihat ayah dan bundanya dengan wajah sedih namun tidak bicara apa-apa.


.


.


.


.


Makasih para readers setia🌹support kalian sangat berarti 😍

__ADS_1


__ADS_2